Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

0 [Renungan] Mungkin Ini Ramadan Terakhirku [ part 2 ]

[Renungan] Mungkin Ini Ramadan Terakhirku [ part 2 ] -


Beruntungnya keluargaku, setelah kejadian tersebut suamiku sembuh. Meski tidak sesehat dulu, tapi kami bersama-sama memperbaiki diri dengan mulai sholat dan berpuasa. Sekalipun dokter masih melarang suamiku untuk banyak beraktivitas, suamiku menolak dan bersikukuh untuk melaksanakan sholat dan puasa. Dia mengaku takut dengan siksa yang seperti yang ada di mimpinya.
Alhamdulillah, di tiga hari menjelang Ramadhan usai itu, aku dan suamiku sempat menjalankan puasa dan belajar untuk kembali sholat. Hingga lewat enam bulan lamanya dari bulan penuh ampunan tersebut, suamiku membisikkan kalimat yang susah kumengerti.
"Ramadhan lalu adalah terakhir di sepanjang hidupku. Sebelumnya, aku tak pernah menjalankannya, tapi kemarin aku menjalankannya selama tiga hari dan sisanya kubayar di hari lain."
Rupanya, percakapan tersebut adalah percakapan terakhir kami. Dalam situasi dan kondisi yang tak terduga, suamiku meninggalkan aku dan anak-anak untuk selamanya. Tanpa sakit, tanpa sebab, tapi karena umurnya memang hanya sebatas itu.
**
Kini, dua tahun dari hari terakhir aku melihatnya, tepat di bulan suci aku memanjatkan doa dan ampunan bagi keluargaku, terlebih aku dan suamiku. Sejujurnya, aku takut ini adalah Ramadhan terakhirku dimana aku belum sepenuhnya menjadi hamba yang taat kepada-Nya. Dimana aku tengah berusaha untuk memperbaiki diri atas segala kesalahan selama 35 tahun aku hidup.
Sungguh, peristiwa tersebut adalah satu peristiwa yang paling bermakna di sepanjang hidupku dimana aku tahu bahwa hidup adalah sepenuhnya milik-Nya. Apa yang kita lakukan saat di dunia, itulah yang akan kita dapatkan di akhirat. Sudah siapkah kita dengan datangnya hari pembalasan?
sumber : http://www.vemale.com/

0 [Renungan] Mungkin Ini Ramadan Terakhirku [Part 1]

[Renungan] Mungkin Ini Ramadan Terakhirku [Part 1] -
Bulan Ramadhan telah tiba, saatnya kita mendekatkan diri pada-Nya, memperbanyak amalan-amalan agama, beramal pada sesama, dan saling membantu karena bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan pengampunan. Namun, meski sudah jelas disebutkan bahwa Ramadhan adalah bulan yang penuh hikmah dan pengampunan, masih banyak orang yang dengan sengaja meninggalkan ibadah puasa tanpa merasa berdosa.
" Aku melihat surga tertutup untukku, digantikan dengan terbaliknya tubuhku, pipi sobek, dan banyak darah."
Tidakkah mereka mempunyai pikiran bahwa mungkin saja ini adalah Ramadhan terakhirnya? Sehingga mereka tak lagi bisa menjalankan segala ibadah yang diperintahkan oleh-Nya.
**
Aku seorang ibu rumah tangga berumur 35 tahun. Bersama dengan keluarga kecilku, aku tinggal di sebuah rumah di pinggiran kota Jakarta. Aku hidup bertiga dengan kedua anakku yang masing-masing berumur 7 tahun dan 5 tahun. Sementara suamiku, telah meninggal dua tahun lalu.
Dulu, aku dan suamiku adalah orang yang jarang sekali melakukan perintah agama. Sholat tak pernah, apalagi puasa. Biasanya, aku hanya sholat saat Idul Fitri, sedangkan puasa, sama sekali tak pernah. Pernah dulu, waktu aku masih tinggal bersama orang tuaku. Tapi, dasarnya aku, sering batal di tengah hari karena lapar. Hingga satu waktu itu terjadi, aku mulai mengubah pemikiranku tentang arti agama yang kuanut.
Saat itu, aku baru saja pulang dari liburan bersama anak-anak dan suami, tepat di bulan puasa. Sebuah kecelakaan hebat menimpa kami, dan mengharuskan kami dirawat di rumah sakit. Aku mengalami gegar otak ringan, anak-anakku demikian juga, sementara suamiku koma. Benturan hebat pada kepala yang membentur setir dan pukulan yang keras pada lambung membuatnya tak berdaya.
Selama satu minggu suamiku koma. Sedangkan aku dan anak-anakku dalam masa perawatan intensif. Anak-anakku pulang dan dirawat oleh orang tuaku, sedangkan aku tetap di rumah sakit menunggu kabar suamiku. Tak ada perkembangan yang berarti pada suamiku dalam masa perawatan selama satu minggu. Hingga suamiku tiba-tiba menangis, dan menggerak-gerakkan tangannya, berusaha menggapai sesuatu. Seketika aku menggenggam erat tangannya, mencoba menenangkan. Bukannya tangisnya mereda, ia justru semakin kencang dalam tangisannya.
Saat itu, aku panik luar biasa. Kutenangkan dirinya dengan tetap menggenggam tangannya dengan tangan kananku, sementara tangan kiriku aktif menekan bel untuk memanggil perawat dan dokter.
"Aku melihat surga tertutup untukku, digantikan dengan terbaliknya tubuhku, pipi sobek, dan banyak darah." suamiku bicara tegas, sama sekali tidak menunjukkan bahwa dirinya telah koma selama tujuh hari.
Sementara dia terus menangis dengan banyak racauan, pelan-pelan kulemparkan tanya padanya, mengapa dia mengigau seperti itu. Dengan raut wajah sedih, dia menjawab dengan jawaban yang begitu sungguh-sungguh hingga membuat dadaku bergemuruh.
"Aku ingin sholat, aku ingin puasa, aku takut tidak mencicip surga."
**

sumber : http://www.vemale.com/

0 Hikmah Nikmat-Nya Yang Aku Abaikan

Hari ini aku pergi belanja ke sebuah swalayan di dekat rumahk, setelah berbelanja aku pergi ke kasir untuk membayar, setelah selesai menghitung belanjaanku aku membayar dengan selembar uang lima puluh ribuan,
wanita yang menjadi kasir itu memberikan selembar uang seribuan kembalian dari belanjaanku,

aku langsung menolaknya dan mengatakan kembaliannya permen karet itu saja mbak, sambil menunjuk sebuah permen karet di sebuah rak yang berada tepat diatas kepalanya, dengan susah payah wanita itu berdiri, ternyata,
dia mempunyai satu kaki saja, dan memakai tongkat kayu.
Astagfirullahhalazim aku malu sekali,
Namun ketika dia melayani aku dia tetap tersenyum kepadaku.
Walau aku tertegun akan keadaannya....

Ya Allah, maafkan aku bila aku selalu mengeluh.....
Aku masih mempunyai sepasang kaki untuk berjalan di duniamu yang luas ini.

Di perjalanan pulang aku singgah di sebuah warung untuk membeli obat nyamuk yang tadi aku lupa beli di swalayan...
Anak laki-laki umur 9 tahunan penjualnya begitu senang hati menerima aku.
Aku berbicara padanya. Dia tampak begitu gembira, setelah membayar aku berbicara dengan anak itu,
"namamu siapa" Arif Mbak..., jawabnya dengan tersenyum,
"kamu kelas berapa ?, saya tidak sekolah Mbak,

looh kenapa kamu tidak sekolah...?
belum sempat anak itu menjawab pertanyaanku, tiba-tiba seorang ibu muncul dari dalam rumah, rupanya ibu itu mendengar percakapan kami di luar,

"Arif tidak sekolah dek, karena dia buta, sejak kecil dia tidak bisa melihat, dan dia tidak bisa sekolah karena matanya yang tidak bisa melihat itu.

Barulah aku mengerti...Mengapa dari tadi anak lelaki ini selalu tersenyum...ketika berhadapan dengan aku...walau dia tidak mengenal aku, " sebuah senyum tulus walau hanya mendengar"

Ya Allah, maafkan aku, aku masih mempunyai sepasang mata untuk membaca dan melihat semua kebesaranMu tetapi aku masih sering mengeluh.

Beberapa langkah aku hari ini telah menuai hikmah,...dari ketidak sadaran aku ...akan nikmat-Nya..

Sementara aku berjalan, aku bertemu dengan kumpulan anak-anak kecil yang bermain dengan riangnya,
di sudut aku melihat seorang perempuan kecil dengan rambut yang lurus dan bola mata yang indah tetapi
ia hanya berdiri dan diam melihat teman-temanya bermain,
aku mendekatinya, " dik, kog nggak main sama teman-temannya..? "

ia hanya diam membisu,
lalu aku menyentuh pundaknya dan bertanya sekali lagi padanya,
Gadis kecil itu memandang ke depan tanpa bersuara, lagi-lagi aku beristighfar dalam hati (Astagfirullahhalazim),
Gadis kecil ini tidak bisa mendengar.

Ya Allah, maafkan aku, aku masih mempunyai sepasang telinga untuk mendengar... senandung Al-Quran dan ceramah2 agama tetapi aku lebih memilih
mendengarkan alunan musik di radio dan stasiun televisi favoritku.

Dengan dua kaki aku bisa berjalan kemanapun aku mau Dengan sepasang mata aku bisa melihat matahari terbit dan matahari terbenam Dengan dua telinga aku bisa mendengarkan azan dan lantunan ayat-ayat suci al-Quran

Ya Allah, maafkan aku yang kurang bersyukur atas nikmat yang telah Engkau berikan, maafkan aku yang selalu mengeluh, maafkan aku…

ANTARA POHON, DAUN DAN ANGGIN



POHON

Orang2 memanggilku "POHON" karena aku sangat baik dalam menggambar
pohon.
AKU selalu menggunakan gambar pohon pada sisi kanan sebagai trademark
pada semua lukisanku. AKU telah berpacaran sebanyak 5 kali...

Ada satu wanita yang sangat AKU cintai..tapi AKU tidak punya
keberanian untuk mengatakannya. ..
Dia tidak cantik..tidak memiliki tubuh yang sexy..
Dia sangat peduli dengan orang lain..religius tapi..dia hanya wanita
biasa saja.
AKU menyukainya. .sangat menyukainya. .
Gayanya yang innocent dan apa adanya..kemandirian nya..kepandaiann ya
dan kekuatannya. ..

Alasan AKU tidak mengajaknya kencan karena...
AKU merasa dia sangat biasa dan tidak serasi untukku...
AKU takut...jika kami bersama semua perasaan yang indah ini akan
hilang...
AKU takut kalau gosip2 yang ada akan menyakitinya. ..
AKU merasa dia adalah "sahabatku". ..
AKU akan memilikinya tiada batasnya...tidak harus memberikan semuanya
hanya untuk dia...

Alasan yang terakhir..membuat dia menemaniku dalam berbagai pergumulan
selama 3 tahun ini...
Dia tau AKU mengejar gadis2 lain dan AKU telah membuatnya menangis
selama 3 tahun...

Ketika AKU mencium pacarku yang ke-2 terlihat olehnya...
Dia hanya tersenyum dengan berwajah merah..."lanjutkan saja" katanya,
setelah itu pergi meninggalkan kami.
Esoknya, matanya bengkak..dan merah...
AKU sengaja tidak mau memikirkan apa yang menyebabkannya menangis...
but AKU tertawa...bercanda dengannya seharian di ruang itu...
Di sudut ruang itu dia menangis...dia tidak tau bahwa AKU kembali
untuk mengambil sesuatu yang tertinggal.. .
Hampir 1 jam kulihat dia menangis disana....

Pacarku yang ke-4 tidak menyukainya. ..
Pernah sekali mereka berdua perang dingin, AKU tau bukan sifatnya
untuk memulai perang dingin...
Tapi AKU masih tetap bersama pacarku...
AKU berteriak padanya dan matanya penuh dengan air mata sedih dan
kaget...
AKU tidak memikirkan perasaannya dan pergi meninggalkannya bersama
pacarku...
Esoknya masih tertawa dan bercanda denganku seperti tidak ada yang
terjadi sebelumnya.. .
AKU tau dia sangat sedih dan kecewa tapi dia tidak tau bahwa sakit
hatiku sama buruknya dengan dia...
AKU juga sedih...

Ketika AKU putus dengan pacarku yang ke 5, AKU mengajaknya pergi...
Setelah kencan satu hari itu, AKU mengatakan bahwa ada sesuatu yang
ingin kukatakan padanya... Dia mengatakan bahwa kebetulan sekali bahwa
dia juga ingin mengatakan sesuatu padaku...
AKU cerita tentang putusnya AKU dengan pacarku...
Dia berkata bahwa dia sedang memulai suatu hubungan dengan
seseorang...
AKU tau pria itu...dia sering mengejarnya selama ini...Pria yang baik,
penuh energi dan menarik...

AKU tak bisa memperlihatkan betapa sakit hatiku, AKU hanya tersenyum
dan mengucapkan selamat padanya...
Ketika sampai di rumah, sakit hatiku bertambah kuat dan AKU tidak
dapat menahannya.. .
Seperti ada batu yang sangat berat didadaku...AKU tak bisa bernapas
dan ingin berteriak namun apa daya...

Air mataku mengalir tak terasa aku menangis karenanya...
Sudah sering AKU melihatnya menangis untuk pria yang mengacuhkan
kehadirannya. ..
Handphoneku bergetar...ternyata ada SMS masuk...SMS itu dikirim 10
hari yang lalu ketika aku sedih dan menangis...

SMS itu berbunyi,"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON
tidak memintanya untuk tinggal?"


DAUN

AKU suka mengoleksi daun-daun, kenapa?
Karena AKU merasa bahwa DAUN untuk meninggalkan pohon yang selama ini
ditinggali membutuhkan banyak kekuatan.

Selama 3 thn AKU dekat dengan seorang pria, bukan sebagai pacar tapi
"Sahabat". Tapi ketika dia mempunyai pacar untuk yang pertama kalinya...
AKU mempelajari sebuah perasaan yang belum pernah aku pelajari
sebelumnya - CEMBURU..
Perasaan di hati ini tidak bisa digambarkan dengan menggunakan Lemon.
Hal itu seperti 100 butir lemon busuk. Mereka hanya bersama selama 2
bulan...
Ketika mereka putus, AKU menyembunyikan perasaan yang luar biasa
gembiranya. Tapi sebulan kemudian dia bersama seorang gadis lagi...

AKU menyukainya dan AKU tau bahwa dia juga menyukaiku, tapi mengapa
dia tidak mau mengatakannya?
Jika dia mencintaiku, mengapa dia tidak memulainya dahulu untuk
melangkah?
Ketika dia punya pacar baru lagi, hatiku sedih...
Waktu berjalan dan berjalan, hatiku sedih dan kecewa...

AKU mulai mengira bahwa ini adalah cinta yang bertepuk sebelah
tangan...
Tapi..mengapa dia memperlakukanku lebih dari sekedar seorang teman?

Menyukai seseorang sangat menyusahkan hati...AKU tahu
kesukaannya. ..kebiasaannya. ..
Tapi perasaannya kepadaku tidak pernah bisa diketahui...
Kau tidak mengharapkan AKU seorang wanita untuk mengatakannya bukan ?
Diluar itu, AKU mau tetap disampingnya. ..memberinya
perhatian... menemani. ..dan
mencintainya. ..
Berharap suatu hari nanti dia akan datang dan mencintaiku. ..
Hal itu seperti menunggu telephonenya tiap malam...mengharapka n
mengirimku SMS...
AKU tau sesibuk apapun dia, pasti meluangkan waktunya untuk ku...
Karena itu, AKU menunggunya. ..

3 tahun cukup berat untuk kulalui dan AKU mau menyerah...Kadang AKU
berpikir untuk tetap menunggu...
Dilema yang menemaniku selama 3 tahun ini...

Akhir tahun ke-3, seorang pria mengejarku.. .setiap hari dia
mengejarku tanpa lelah...
Segala daya upaya telah dilakukan walau seringkali ada penolakan
dariku...
AKU berpikir...apakah aku ingin memberikan ruang kecil di hatiku
untuknya ?!..

Dia seperti angin yang hangat dan lembut, mencoba meniup daun untuk
terbang dari pohon...
Akhirnya, AKU sadar bahwa AKU tidak ingin memberikan Angin ini ruang
yang
kecil di hatiku...

AKU tau Angin akan membawa pergi Daun yang lusuh jauh dan ketempat
yang lebih baik...
Akhirnya AKU meninggalkan Pohon...tapi Pohon hanya tersenyum dan
tidak memintaku untuk tinggal...
AKU sangat sedih memandangnya tersenyum ke arahku...

"DAUN terbang karena ANGIN bertiup atau karena POHON tidak memintanya
untuk
tinggal?"


ANGIN

AKU menyukai seorang gadis bernama Daun...
karena dia sangat bergantung pada Pohon..jadi aku harus menjadi ANGIN
yang kuat...

Angin akan meniup Daun terbang jauh...
Pertama kalinya..AKU melihat seseorang memperhatikan kami...
Ketika itu, dia selalu duduk disana sendirian atau dengan teman2nya
memerhatikan Pohon...
Ketika Pohon berbicara dengan gadis2, ada cemburu di matanya...
Ketika Pohon melihat ke arah Daun, ada senyum di matanya...
Memperhatikannya menjadi kebiasaanku. ..seperti daun yang suka
melihat Pohon.
Satu hari saja tak kulihat dia...AKU merasa sangat kehilangan.. .

Di sudut ruang itu, ku lihat pohon sedang memperhatikan daun...
Air mengalir di mata daun ketika Pohon pergi...
Esoknya...Ku lihat Daun di tempatnya yang biasa, sedang
memperhatikan Pohon...
AKU melangkah dan tersenyum padanya...Kuambil secarik
kertas..kutulis dan kuberikan padanya...
Dia sangat kaget...

Dia melihat ke arahku, tersenyum dan menerima kertas dariku...
Esoknya...dia datang...menghampir iku dan memberikan kembali kertas
itu...
Hati Daun sangat kuat dan Angin tidak bisa meniupnya pergi, hal itu
karena Daun tidak mau meninggalkan Pohon.
AKU melihat kearahnya... kuhampiri dengan kata2 itu...
Sangat pelan...dia mulai membuka dirinya dan menerima kehadiranku dan
telponku...

AKU tau orang yang dia cintai bukan AKU...tapi AKU akan berusaha agar
suatu
hari dia menyukaiku.. .
Selama 4 bln, AKU telah mengucapkan kata Cinta tidak kurang dari 20x
kepadanya...
Hampir tiap kali dia mengalihkan pembicaraan. ..tapi AKU tidak
menyerah...
Keputusanku bulat....AKU ingin memilikinya. ..dan berharap dia akan
setuju menjadi pacarku....

Aku bertanya," apa yang kau lakukan? Kenapa kau tidak pernah
membalas?
Mengapa kau selalu membisu?"
Dia berkata, "AKU menengadahkan kepalaku"...

"Ah?" Aku tidak percaya dengan apa yang kudengar...
"Aku menengadahkan kepalaku" dia berteriak...

Kuletakkan telepon..... .melompat. ...berlari seribu langkah...kerumahnya...
Dia membuka pintu bagiku...Ku peluk erat-erat tubuhnya...

"DAUN terbang karena tiupan ANGIN atau karena POHON tidak memintanya
untuk tinggal?"



JIKA KAU MENGINGINKAN CINTA DARI SESEORANG... TUNJUKKAN CINTAMU !!!!
CINTA TIDAK MEMBUTUHKAN KERAGUAN...TUNJUKKAN SAJA !!!!


Silahkan simak suatu kisah cinta berikut ini.

John dan Jessica telah berumah tangga selama 7 tahun..

Mereka saling mencintai, namun Jessica sejak awal menutupi semua perasaan cintanya terhadap John..Ia begitu takut apabila John mengetahui betapa ia mencintai pria itu, John lantas meninggalkannya sebagaimana kekasih-kekasihnya selama ini..Tapi tidak bagi John..Ia selalu menyatakan perasaan cintanya kepada Jessica dengan tulus dan begitu terbuka..Setiap saat ketika bersama Jessica, John selalu menunjukkan cintanya yang besar, seolah-olah itulah saat akhir John bersama Jessica.


.Jessica selalu bersikap tidak menyenangkan terhadap John..Setiap saat dia selalu mencoba menguji seberapa besar cinta John terhadapnya. Jessica selalu mencoba melakukan hal-hal yang keterlaluan dan diluar batas kepada John..Meski Jessica tahu betapa hal itu sungguh salah, namun melihat sikap John yang tetap berlaku baik padanya, membuat Jessica tetap bertahan untuk melihat seberapa besar kesungguhan cinta pria yg dinikahinya itu..

Hari pertama pernikahan mereka.. Jessica bangun siang..Dia tidak sempat menyiapkan sarapan untuk John ketika John hendak berangkat kerja..Namun John tetap tersenyum dan mengatakan, “Tidak apa-apa..Nanti aku bisa sarapan di kantor..”
Saat John pulang dari kantor, Jessica tidak sengaja memasak makanan yang tidak disukai John..Meski menyadari hal itu, Jessica tetap memaksakan agar suaminya mau makan makanan itu..John tetap tersenyum dan berkata, ” Wah..sepertinya sudah saatnya aku belajar menghadapi tantangan..Masakanm u sepertinya tantangan yang hebat, sayang..Aku sudah tidak sabar untuk menyantapnya.” Jessica terkejut, tapi tidak mengatakan apa-apa.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam saat Jessica terlelap John memanjatkan doa, “Tuhan….Di pagi pertama pernikahan kami Jessica tidak membuatkanku sarapan. Padahal aku begitu ingin bercakap-cakap di meja makan bersamanya sambil membicarakan betapa indah hari ini, di hari pertama kami menjalani kehidupan baru sebagai suami istri.. Tapi tidak apa-apa, Tuhan.. Karena sepertinya Jessica kelelahan setelah resepsi pernikahan kami tadi malam..Bantulah kekasih hatiku ini, Tuhan agar dia boleh punya tenaga yang cukup untuk menghadapi hari baru bersamaku besok..Tuhan, Engkau tau betapa aku tidak bisa makan spaghetti karena pencernaanku yang tidak begitu baik..Tapi sepertinya Jessica sudah bekerja keras untuk masak makanan itu..Mampukan aku untuk menghargai setiap apa yang dilakukan istriku kepadaku, Tuhan..Jangan biarkan aku menyakiti perasaannya meski itu tidak mengenakkan bagiku..”

Tahun kedua pernikahan mereka..John membangunkan Jessica pagi-pagi untuk berdoa bersama..Namun Jessica menolak dan lebih memilih melanjutkan tidurnya. John tersenyum dan akhirnya berdoa seorang diri.

Sore hari sepulang kantor, John mengajak Jessica berjalan-jalan ke taman..Meski terpaksa, Jessica akhirnya mau juga ke tempat dimana dulu perasaannya begitu berbunga-bunga saat bersama John..Tetapi Jessica menolak rangkulan John, dan berkata, “Jangan, John..Aku malu..”..John tersenyum dan berkata, “Ya, aku mengerti..” Jessica melihat kekecewaan dimata John, namun tidak melakukan apapun untuk menghilangkan kekecewaan itu..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..” Tuhan..Ampuni aku yang tidak bisa membawa istriku untuk lebih dekat padaMU pagi hari ini..Mungkin tidurnya kurang karena pikirannya yang sedang berat..Tapi aku yakin, Tuhan besok Jessica mau bersama-sama denganku bercakap-cakap kepadaMu..Tuhan, Engkau juga tahu kesedihanku saat Jessica meolak kurangkul ketika ke taman hari ini. Tapi tidak apa-apa Dia sedang datang bulan, mungkin karena itu perasaannya juga jadi lebih sensitive Mampukan aku untuk melihat suasana hati istriku, Tuhan.”

Tahun ketiga pernikahan mereka. Mereka kini mempunyai seorang putera bernama Mark. Jessica menjadi tidak pernah lagi meneruskan kebiasaannya membaca bersama John sebelum tidur. Jessica semakin sering menolak ciuman John..

Jessica memarahi John habis-habisan sore itu ketika John lupa mencuci tangan saat akan menggendong Mark ketika John pulang kerja..Jessica tahu betapa hal itu membuat John terpukul..Namun idealismenya terhadap mendidik Mark membuat Jessica mengabaikan perasaan John..Dan John tetap tersenyum..

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..“Tuhan, Engkau tahu betapa sedih hatiku saat ini..Semenjak kelahiran Mark, aku kehilangan begitu banyak waktu bersama Jessica..Aku merindukan saat-saat kami membaca bersama sebelum tidur dan menciuminya sebelum ia tertidur..Tapi tidak apa-apa..Dia begitu capek mengurusi Mark seharian saat aku bekerja di kantor..Hanya saja, biarkanlah dia tetap terus tertidur dalam pelukanku, Tuhan….Karena aku begitu mencintainya. Sore tadi Jessica memarahiku karena aku lupa mencuci tangan saat menggendong Mark, Tuhan..Aku begitu kangen pada anakku sehingga teledor melakukan sebagaimana yg diminta istriku..Engkau tahu betapa aku terluka akan kata-kata Jessica, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica mungkin hanya kuatir terhadap kesehatan anak kami Mark apabila aku langsung menggendongnya. .Kesehatan Mark lebih penting daripada harga diriku.”

Tahun keempat pernikahan mereka.. Jessica tidak ingat memasak makanan kesukaan John di hari ulang tahunnya..Jessica terlalu sibuk belanja sehingga lupa bahwa John selalu minta dibuatkan Blackforest dengan taburan coklat dan ceri diatasnya setiap ulang tahunnya tiba..

Jessica juga lupa menyetrika kemeja John yang menyebabkan John terlambat ke kantor pagi itu karena John terpaksa menyetrika sendiri kemejanya..Jessica tau kesalahannya, namun tidak menganggap hal itu sebagai sesuatu hal yang penting.

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..“Tuhan, Untuk kali pertama Jessica lupa membuatkan Blackforest kesukaanku di hari ulang tahunku ini..Padahal aku sangat menyukai kue buatannya itu. Menikmati kue Blackforest buatannya membuatku bersyukur mempunyai istri yang pandai memasak sepertinya, dan merasakan cintanya padaku.. Namun tahun ini aku tidak mendapatinya. Tapi tidak apa-apa..mungkin lebih banyak hal-hal lain yang jauh lebih penting daripada sekedar Blackforest itu. Paling tidak, aku masih mendapatkan senyuman dan ciuman darinya hari ini. Ampuni aku, Tuhan apabila tadi pagi aku lupa tersenyum kepada Jessica..Aku terlalu sibuk menyetrika bajuku dan memikirkan pekerjaanku di kantor..Jessica sepertinya lupa untuk melakukan hal itu, meski aku sudah meminta tolong padanya tadi malam. Jangan biarkan aku melampiaskan emosiku karena dampratan atasanku akibat keterlambatanku hari ini kepada Jessica, Tuhan.. Jessica mungkin keliru menyetrika kemeja mana yang seharusnya kupakai hari ini.. Lagipula, sepatuku begitu mengkilap..Aku yakin Jessica sudah berusaha keras agar aku kelihatan menarik saat presentasiku tadi..Terima kasih untuk kebaikan istriku, Tuhan.”

Tahun kelima pernikahan mereka. Jessica menampar dan menyalahkan John karena Mark sakit sepulang mereka berenang..John terlalu asyik bermain-main dengan Mark sehingga tidak menyadari betapa Mark sangat sensitive terhadap dinginnya air kolam renang, yang mengakibatkan Mark terpaksa dirawat dirumah sakit….

Jessica mengancam akan meninggalkan John apabila terjadi apa-apa dengan Mark..Jessica melihat genangan air mata di mata John, namun kekerasan hatinya lebih menguasainya ketimbang perasaan John.

Tetapi Malaikat tahu betapa saat itu John lantas menuju ke Kapel rumah sakit dan memanjatkan doanya sambil menangis..” Tuhan..Tadi Jessica menamparku karena kelalaianku menjaga Mark sehingga dia sakit.. Belum pernah Jessica bersikap dan berkata sekasar itu padaku, Tuhan..Tapi tidak apa-apa..Jessica benar-benar kuatir terhadap anak kami sehingga ia bersikap demikian..Tapi Tuhan, aku begitu terluka saat ia mengatakan akan meninggalkanku. Engkau tahu betapa ia adalah belahan jiwaku. Jangan biarkan hal itu terjadi, Tuhan..Mungkin dia begitu dikuasai kekuatiran sehingga melampiaskannya padaku..Tidak apa-apa, Tuhan..Tidak apa-apa. Asal dia mendapat ketenangan, aku akan merasa bersyukur sekali.. Dan sembuhkanlah putera kami, Mark agar dia boleh kembali dapat ceria dan bermain-main bersama kami lagi, Tuhan..”

Tahun keenam pernikahan mereka.. Jessica semakin menjaga jarak dengan John setelah kehadiran Rebecca, puteri mereka..Jessica tidak pernah lagi menemani John makan malam karena menjaga puteri mereka yang baru berusia 5 bulan..

Jessica juga menjual kalung berlian pemberian John dan menggantinya dengan perhiasan lain yang lebih baru. Ketika John mengetahui hal itu, Jessica tau John menahan amarahnya, namun Jessica berdalih, “John, itu hanya kalung berlian biasa. Lagipula, aku bukan menjualnya, melainkan menukarnya dengan perhiasan yang lebih baru..”

Tetapi Malaikat tahu betapa malam-malam setelah Jessica terlelap, John memanjatkan doanya..“Tuhan, Aku begitu kesepian melewatkan makan malam sendirian tanpa Jessica bersamaku.. Aku begitu ingin terus bercerita dan tertawa bersamanya di meja makan..Engkau tau, itulah penghiburanku untuk melepas kepenatanku setelah seharian bekerja di kantor..Tapi tidak apa-apa..Rebecca tentu lebih membutuhkan perhatiannya daripadaku.. Lagipula, Mark kadang-kadang mau menemaniku.. Hanya saja, jangan biarkan aku memendam sakit hati kepada Jessica karena menjual kalung pemberianku. .Engkau tau begitu lama aku menabung dan bekerja ekstra demi menghadiahinya kalung itu, hanya untuk membuktikan terima kasihku padanya atas kesetiaan dan pengabdiannya sebagai istriku dan ibu dari anak-anakku. Ampuni aku apabila tadi aku sempat berpikir untuk marah padanya..”

Tahun ketujuh pernikahan mereka.. Jessica sama sekali tidak mengindahkan kebiasaannya membelai kepala John dan mencium kening suaminya sebelum John berangkat kantor..Padahal Jessica tau, selama ini apabila dia lupa melakukannya, John selalu kembali kerumah siang hari demi mendapatkan belaian dan ciuman Jessica untuknya..Karena John tidak akan pernah tenang bekerja apabila hal itu belum dilakukan Jessica padanya..Jessica tidak mengucapkan I LOVE YOU untuk kali pertama dalam 7 tahun pernikahan mereka..

Dan di tahun ketujuh itu pula, John mengalami kecelakaan saat akan berangkat ke kantor..Ia mengalami pendarahan yang hebat, yang membuatnya terbaring tidak sadarkan diri di ranjang rumah sakit..

Jessica begitu terguncang dan terpukul.. Ia begitu takut kehilangan John, suami yang dicintainya. .Yang selalu ada kapan saja dia butuhkan..Yang selalu dengan tersenyum menampung semua emosi dan kemarahannya. Yang tak pernah berhenti mengatakan betapa John mencintainya. . Tak sedikitpun Jessica beranjak dari sisi tempat tidur John..Tangannya menggenggam erat jemari suaminya yang terbaring lemah tak sadarkan diri..Bibirnya terus mengucapkan I LOVE YOU, karena ia ingat kalau ia belum mengatakan kalimat itu hari ini..

Karena begitu sedih dan lelah menunggui John, Jessica tertidur..Dalam tidurnya, malaikat yang selama ini mendengar doa-doa John pada Tuhan membawa Jessica melihat setiap malam yg John lewatkan untuk mendoakan Jessica..Ia menangis sedih melihat ketulusan dan rasa cinta yg besar dari John padanya..Tak sedikitpun John menyalahkannya atas semua sikapnya yang tidak mempedulikan perasaan dan harga diri John selama ini..Alih-alih demikian, John malahan menyalahkan dirinya sendiri.. Jessica menangis menahan perasaannya. Dan untuk kali pertama dalam hidupnya, Jessica berdoa, “Tuhan, ampuni aku yang selama ini menyia-nyiakan rasa cinta suamiku terhadapku.. Ampuni aku yang tidak memahami perasaan dan harga dirinya selama ini.. Beri aku kesempatan untuk menunjukkan cintaku pada suamiku, Tuhan.. Beri aku kesempatan untuk meminta maaf dan melayaninya sebagai suami yang kucintai..”

Dan ketika Jessica terbangun, Ia melihat pancaran kasih suaminya menatapnya..” Kamu keliatan begitu lelah, sayang.. Maafkan aku yang tidak berhati-hati menyetir sehingga keadaannya mesti jadi begini dan membuatmu kuatir..Aku tidak konsentrasi saat menyetir karena memikirkan bahwa kau lupa mengatakan I LOVE YOU padaku..”..Belum selesai John berbicara, Jessica lantas menangis keras dan menghambur ke pelukan suaminya..

“Maafkan aku, John..Maafkan aku..I LOVE YOU..I really Love you..Kaulah matahariku, John..Aku tidak bisa bertahan tanpamu..Aku berjanji tidak akan pernah lupa lagi mengatakan betapa aku mencintaimu. .Aku berjanji tidak akan pernah mengabaikan perasaan dan harga dirimu lagi..I LOVE YOU, John..I LOVE YOU.”

Coba renungkan!

Berapa banyak diantara kita yg menjadi seperti Jessica? Yang mengabaikan perasaan kekasih hati kita demi kepentingan dan harga diri kita sendiri? Jangan sampai terjadi sesuatu yang berat untuk kita lalui demi menyadari betapa berharganya orang-orang yang mengasihi kita..

Lebih dari itu, cinta yang sesungguhnya adalah ketika kita bisa seperti John, yang mengabaikan kepentingan dirinya dan perasaannya demi menjaga dan menunjukkan cintanya kepada pasangannya. Yang menjadikan pasangan hidup kita sebagai subjek untuk dikasihi dan dilayani, bukan sebaliknya..

Salam, thanks to all who love u are....

0 Mengapa Wanita Menangis

Suatu ketika, ada seorang anak laki-laki yang bertanya pada ibunya. "Ibu,
mengapa Ibu menangis?". Ibunya menjawab, "Sebab aku wanita".
"Aku tak mengerti" kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan
memeluknya erat. "Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti...."

Kemudian anak itu bertanya pada ayahnya. "Ayah, mengapa Ibu menangis?
"Ibu menangis tanpa sebab yang jelas".
sang ayah menjawab, "Semua wanita memang sering menangis tanpa alasan".
Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya.

Sampai kemudian si anak itu tumbuh menjadi remaja, ia tetap bertanya-tanya,
mengapa wanita menangis.
Hingga pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya
kepada Tuhan, "Ya Allah, mengapa wanita mudah sekali menangis?"

Dalam mimpinya ia merasa seolah Tuhan menjawab, "Saat Kuciptakan wanita,
Aku membuatnya menjadi sangat utama.
Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur.

Kuberikan wanita kekuatan untuk dapat melahirkan dan mengeluarkan bayi dari
rahimnya, walau kerap berulangkali ia menerima cerca dari anaknya itu.

Kuberikan keperkasaan yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah
saat semua orang sudah putus asa.

Kepada wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya walau letih, walau
sakit, walau lelah, tanpa berkeluh kesah.

Kuberikan wanita, perasaan peka dan kasih sayang untuk
mencintai semua anaknya dalam kondisi dan situasi apapun.
Walau acapkali anak-anaknya itu melukai perasaan dan hatinya.

Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang mengantuk menahan lelap.
Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya.

Kuberikan wanita kekuatan untuk membimbing suaminya
melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya.
Sebab bukannya tulang rusuk yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak.

Kuberikan kepadanya kebijaksanaan dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik adalah yang tak pernah melukai istrinya.
Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan
kepada suami agar tetap berdiri sejajar, saling melengkapi dan saling menyayangi.

Dan akhirnya Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya.

Inilah yang khusus Kuberikan kepada wanita, agar dapat digunakan kapan pun ia
inginkan.
Hanya inilah kelemahan yang dimiliki wanita, walaupun sebenarnya air mata ini adalah air mata kehidupan".

0 Anugerah TERINDAH

Sebuah kisah yang membuat aku bersyukur betapa sebuah anugerah yang sangat indah telah aku dapatkan dengan kedua buah hatiku...yang selama ini telah menemaniku...sering kali aku tidak sabar dan lupa bahwa mereka adalah sebuah amanat yang sangat besar bagi aku dan suami aku...

Hikmah ini aku dapatkan setelah aku mendengar seorang sahabatku bercerita tentang kisahnya dengan sebuah " ANUGERAH " yang di titipkan Allah kepadanya....Dan Allhamdulillah hari ini baru aku bisa membagikan untuk sahabat - sahabatku semua semoga bermanfaat...

Kisah ini..aku tulis dari sudut pandang aku sebagai seorang sahabatku itu yaaa...

Ini Kisah nya...


Anak lelaki itu berumur lima atau enam tahun.
Ia mengenakan kemeja putih dan pullover kotak-kotak hijau dengan logo taman kanak-kanak di dada kiri.
Di bahunya tersandang tas punggung merah dan di dadanya
tersilang tali botol minuman. Ia kelihatan lucu dan manis.

Begitu naik ke dalam angkot, bocah itu menunjukkan hasil origaminya
pada wanita yang mungkin ibunya.
Seekor burung yang sedikit kusut dan penyok.
Ia juga menyanyikan lagu baru yang diajari gurunya hari itu.

Lihat ibu keretaku yang baru
cukup besar untuk ayah dan ibu
roda tiga buatanku sendiri
dari kulit buah jeruk bali..."


Aku tersenyum geli mendengar suaranya yang agak sumbang tapi penuh
semangat.
Bocah itu balas tersenyum padaku, kemudian kembali asyik
memberondong ibunya dengan berbagai cerita.
Mulutnya tak henti mengunyah donat yang barangkali dibelikan ibunya di depan sekolah.
Ibunya menyahut sesekali dengan anggukan atau gumaman setengah tak
peduli, sementara tangannya mengibaskan lukisan krayon anaknya untuk menghalau panas.

Aku tidak menyalahkannya. Cuaca siang itu memang panas dan kemacetan
jalan membuat udara pengap.
Melihat bungkusan yang terserak dikakinya, aku yakin ia telah menghabiskan paginya untuk berbelanja kebutuhan dapur.
Tak heran ia kelihatan sangat letih, mengantuk dan tak begitu bersemangat mendengar cerita anaknya di sekolah hari itu.

Atmosfer yang menyengat tidak mengalihkan perhatianku dari anak itu.

Kureguk tiap kata dan lagu yang dinyanyikannya seperti pengelana
kehausan yang menemukan wadi di tengah gurun.
Alangkah rindunya aku akan semua itu.
Aku tak ingin membandingkan anakku dengan bocah lucu di angkot itu, tapi mau tak mau anakku Fajar
singgah ke dalam benakku dan merusak kenikmatanku.

Aku tidak ingin mengulang kembali ketika

Setiap kali memeriksakan diri selama mengandung Fajar, bidan selalu
mengatakan kehamilanku normal dan bayiku sehat.
Karena itu aku dan suami sama sekali tak siap waktu dokter memberi tahu bahwa Fajar...tidak normal.
Ia lahir dengan Down syndrome.

Menyakitkan.
Masa depan anakku sudah ditentukan oleh dokter hanya beberapa menit setelah kelahirannya. Fajar tidak akan tumbuh seperti anak normal dan dia tidak akan bisa menjadi orang dewasa normal yang mampu mengurus dirinya sendiri.

Selain itu dokter juga menemukan kelainan pada jantungnya yang harus
diperbaiki dengan pembedahan.
Ada juga gangguan mata dan tonsil. Hal yang menurut dokter biasa menimpa anak Down syndrome.

Shock yang kualami setelah melahirkan Fajar cukup berat hingga aku harus dirawat agak lama di rumah sakit.
Aku sangat tertekan hingga bahkan tak bisa menyusui Fajar.
Dokter memperkenalkanku dengan wanita pakar penanganan anak Down syndrome.
Wanita itu memberikan buku-buku dan brosur kepada kami.

Tapi, semua yang kubaca malah semakin membuatku tertekan.
Sejak dokter menyatakan bahwa aku positif mengandung, aku selalu berdoa dan
bermimpi tentang seorang anak yang cerdas dan lincah.
Anak yang akan kubimbing mengenal Allah dan Rasul-Nya.
Yang akan kuajari mengaji dan shalat agar ia bisa mendoakan kedua orang tuanya.

Ia akan kubawa tafakur alam ke tempat-tempat yang indah agar pandai bersyukur dan memiliki sifat tawadlu.

Aku akan memperkenalkannya pada saudara-saudaranya yang yatim dan
papa agar hatinya lembut dan peka.
Yang akan mencintai buku-buku seperti aku dan ayahnya.
Anak yang akan jadi seorang pejuang di jalan Allah, demi kebangkitan dan kejayaan Islam seperti panglima gagah itu, Khalid bin Walid.

Kubayangkan jari mungil anakku menyusuri huruf-huruf dalam lembaran
mushaf Al Qur-an.
Jika lelaki, ia pasti lucu dalam baju koko dan peci mungilnya dan
Jika perempuan, ia pasti manis dalam jilbab kecilnya yang berbunga dan berenda.

Rasanya aku bahkan sudah bisa mendengar suaranya yang bening
melantunkan ayat-ayat suci itu.
Suara terindah yang pernah kudengar.

Lalu ke mana bisa kukubur kecewaku saat mendapati Fajar tak mungkin
mewujudkan semua impianku.
Aku hanya bisa berdoa siang malam memohon kekuatan. Aku mengintrospeksi diri, mengingat kembali apa yang telah kulakukan hingga Allah menghukumku dengan memberikan Fajar..anakku

Hingga suatu hari kalimat itu menohokku.
Anakku adalah amanat-Nya, bukan hukuman, bukan aib.
Hanya titipan, bukan milikku.
Apakah aku berhak menggugat jika titipan-Nya ternyata tidak seperti anak-anak
lain?
Aku hanya ditugaskan menjaga dan mengasuhnya dengan cinta,
karena ia dititipkan Allah yang rahman dan rahim-Nya tak pernah surut dari sisiku.
Bukan tugasku menilai apakah Fajar layak jadi anakku atau tidak.
Setelah itu aku kembali menemukan ketenangan.

Tapi tak urung kesedihan itu kerap. Sangat menyakitkan.
Tiap kubawa Fajar ke dokter dan melihat ibu lain dengan bayi seumur Fajar, aku
kembali terbenam dalam kepiluan.
Entah untuk Fajar atau untuk diriku sendiri.

Bulan demi bulan berlalu. Sementara bayi lain mulai tertawa dan
mengeluarkan suara-suara lucu, Fajar hanya diam.
Ia memandang kosong ke depan.

Tiap hari suamiku dan aku harus bergantian merangsang otaknya dengan
mainan warna-warna dan kerincingan yang ribut. Fajar baru menunjukkan reaksi saat usianya hampir delapan bulan.

Fajar baru belajar berjalan di usia dua tahun.
Bicaranya tak pernah selancar anak-anak lain dan kosa katanya sangat terbatas.
Ia tak bisa mandi dan berpakaian sendiri hingga usianya hampir sembilan tahun.

Ia harus disuapi tiap waktu makan sampai ia bisa makan sendiri beberapa bulan terakhir ini.

Yang paling menjengkelkan, sulit sekali membiasakannya buang air di
kamar mandi walaupun aku dan suamiku sudah mengajarinya selama
delapan tahun dari sepuluh tahun usianya.

Mengajari Fajar salat dan mengaji hampir tak mungkin.
Fajar hanya bisa mengikuti gerakan-gerakan salat tanpa bisa menghafal bacaannya.

Setelah beberapa lama, kami menyadari kesalahan kami dan mulai dari
awal sekali. Mengakrabkan
Fajar dengan Allah dan Islam.
Sesuatu yang lebih mudah dilakukan dan dipahami Fajar.

"Di belakang rumah ada pohon jambuu..." suara lantang bocah
berseragam TK diangkot itu mengembalikan perhatianku pada polahnya yang kocak.

Tapi kali itu aku tak bisa menikmatinya tanpa merasa iri.

Iri pada ibu yang tak menyadari besarnya nikmat Allah yang
dimilikinya.
Ada kegeraman dan rasa kasihan pada diri sendiri yang tiba-tiba bergolak dan menenggelamkanku.

Membuat dadaku sesak dan leherku tercekik. Aku tak tahu apakah harus
menyesal atau gembira saat anak itu akhirnya turun dari angkot.

Di bangku yang mereka tinggalkan kulihat burung-burungan kertas itu
gepeng.
Kupungut dan kuperbaiki.

Tiba-tiba mataku kabur oleh air mata. Fajar tak bisa melukis dengan krayon atau membuat origami.
Koordinasi tangannya lemah sekali.

Dalam kepalanku yang gemetar, burung-burungan itu kuremas menjadi
gumpalan kertas. Aku tak sanggup lagi menahan isak.

Dengan suara tercekat kusuruh sopir berhenti. Kusodorkan ongkos dan turun,
walaupun rumahku masih jauh.

Aku duduk di halte yang sepi.
Menarik nafas dalam-dalam dan mengeringkan air mata.

Saat aku menengadah mataku tertambat pada papan putih di seberang jalan.

Sebuah masjid. Ya Allah, inikah teguran-Mu.?
Aku menyeberang. Segera kuambil wudhu dan salat dua rakaat.

Air mataku menetes saat kubaca ayat kedua belas dari surat lukman...

Anisykurlillahi....

Usai mengucap salam aku tercenung.

Kekalutan yang sempat menguasai sudah berhasil kukendalikan.
Aku merasa kosong, tapi damai.

Lalu satu-satu fragmen kehidupan Fajar mulai kembali ke dalam benakku.

Bukan gambaran muram tentang kekurangannya, tapi keistimewaan-keistimewaan
kecil yang mengimbangi dan melengkapi hidupnya.

Fajar suka sekali musik. Ia sulit menangkap dan menghafal lirik, tapi kenikmatan yang terlukis di wajahnya saat mendengarkan musik adalah keindahan tersendiri.
Ia juga tak pernah nakal dan usil, selalu ramah dan murah senyum. Ia tak pernah marah dan ngambek, dan jika dimarahi, cepat kembali ceria.

Ia sangat mencintai adiknya Wulan, yang lahir empat tahun lalu.

Kami sempat khawatir Fajar akan cemburu dengan kehadiran adiknya.

Tapi ia malah antusias membantuku mengurus Wulan.
Sering kudapati Fajar duduk menatap adiknya yang tertidur dengan ekspresi terpesona
yang tak terlukiskan.

Wulan normal dan cerdas sekali tapi ia menerima abangnya tanpa syarat.
Kemesraan di antara keduanya selalu menerbitkan syukur di hatiku dan ayah mereka.

Mengurus Fajar memang menuntut kesabaran dan kegigihan ekstra
dibandingkan mengasuh anak biasa.
Tapi Fajar memang bukan anak biasa.

Ia telah mengajarkan kepada kami makna mencintai tanpa pamrih yang hakiki.
Di zaman saat orang memburu segala yang superlatif; tercantik, terpandai, tergesit,

anakku tidak akan bisa bersaing. Ia tidak mungkin menjadi teknolog,
ekonom atau da'i tersohor.

Tapi apakah itu akan mengurangi cinta kami padanya ?

Mengurangi kegembiraan melihat prestasi-prestasi kecilnya yang dianggap remeh dan sepele

orang lain seperti bisa berpakaian dan makan sendiri ?

Aku dan ayahnya tak akan memperoleh apa-apa darinya.
Kemungkinan besar Fajar akan terus tergantung pada kami.

Dan setelah kami tak sanggup lagi,
mungkin pada Wulan.

Tapi kami memang tak lagi mengharapkan apapun darinya.
Kami hanya mencintainya.

Kudorong gerbang rumah dan kuserukan salam.
Sahutan riang menyambutku.

Pintu terkuak. Wulan menghambur memelukku sementara abangnya tersenyum lebar sambil berjalan goyah di belakangnya.

"Ibu bawa apa, bawa apa?" tanya Wulan.
Ia memekik ketika kukeluarkan sekantung mangga ranum dari keranjang belanjaku.

Fajar tersenyum.
Matanya yang semula kosong berbinar.
Mangga adalah buah kesukaannya.

Aku masuk ke kamar untuk berganti baju setelah berpesan pada pembantu untuk mencuci dan mengupaskan mangga buat anak-anak.

Saat aku keluar, mereka tidak berada di meja makan.

Kupanggil mereka dan kudengar sahutan dari halaman belakang.
Di depan kandang burung parkit Wulan melonjak-lonjak dan tertawa
melihat abangnya dengan sabar menyodorkan potongan mangga lewat
jeruji bambu.

"Ayo kuning! Jangan diam saja! Tuh diambil si hijau deh!" teriak Wulan.

Satu demi satu burung-burung parkit dalam kandang terbang menyambar
potongan mangga dari tangan Fajar.

Aku bertasbih. Mataku pedih.

Sudah lama aku mengamati keistimewaan Fajar untuk mencintai dengan
keikhlasan yang bersih dari egoisme anak seusianya.
Cintanya sangat tulus pada burung-burung kesayangan suamiku, pada ikan hias dan ayam kate yang kami pelihara untuk mengajar anak-anak bertanggung jawab.

Bahkan pada bunga-bungaku di kebun.
Ia gembira mengurus semua itu, walaupun tak pernah mendapat imbalan apapun dari kami.

Kelembutannya terulur bahkan pada kucing-kucing liar yang sering diberinya makan atau anak-anak tetangga yang kerap mendapat bagian dari jatah kue dan buahnya tanpa menuntut balasan apapun.

Aku memang tak punya alasan untuk bersedih dan kecewa.

Fajar mungkin tak bisa membaca dan mengaji.

Tapi perasaannya halus dan penuh kasih sayang.

Dan aku sangat bersyukur atas kelebihannya.

Note : Fitri

Sahabatku...Terima Kasih Sahabatku...engkau telah Mengingatkan kami yang telah di Anugrahi anak - anak yang sehat dan tidak yang tidak seperti engkau dapatkan sebagai amanat...

Renunganku buat mu sahabatku Fitri..." Allah mencoba umat-Nya tiada pernah lebih..di atas kemampuan Ciptaan-Nya Karena Allah sayang kita Subahanallah..

ceritamu telah aku bagikan sesuai amanatmu..kawan...

0 Tulang Rusuk yang Hilang…

Cerita ini saya tulis untuk teman lama saya yang sedang duduk termenung disana menyesali diri.
Walau aku tak tahu dimana dan bagaimana dia sekarang keadaan nya karena sudah bertahun - tahun aku tidak bertemu dengan dia...

Inilah kisah yang mungkin bisa aku ceritakan ulang..untuk semua sahabat -sahabatku..dan aku berharap teman lamaku ini, kalau masih bisa membaca tulisan ini dia akan datang kembali dan bercerita lain dari apa yang dia rasakan dalam cerita ini....

Ini kisahnya...
cerita ini untuk kita semua yang sering kali membuat sedih hati orang yang kita sayang

Kehidupan cinta yang penuh dengan pertengkaran membuat teman saya ini merasa salah memilih calon pendamping hidupnya yaitu sang pacar yang sudah 4 tahun menemani hari-harinya.

Sebuah senja yang sempurna, senampan pisang goreng, dan lagu cinta yang lembut.
Adakah yang lebih indah dari itu, bagi sepasang manusia yang memadu kasih ?
Raka dan Dara duduk di punggung senja itu, berpotong percakapan lewat, beratus tawa timpas, lalu Dara pun memulai meminta kepastian. ya, tentang cinta.

Dara : Siapa yang paling kamu cintai di dunia ini?
Raka : Kamu dong?
Dara : Menurut kamu, aku ini siapa?
Raka : (Berpikir sejenak, lalu menatap Dara dengan pasti) Kamu tulang rusukku!

Ada tertulis, Tuhan melihat bahwa Adam kesepian.
Saat Adam tidur, Tuhan mengambil rusuk dari Adam dan menciptakan Hawa.
Semua pria mencari tulang rusuknya yang hilang dan saat menemukan wanita untuknya, tidak lagi merasakan sakit di hati.”

Setelah menikah, Dara dan Raka mengalami masa yang indah dan manis untuk sesaat.

Setelah itu, pasangan muda ini mulai tenggelam dalam kesibukan masing-masing dan kepenatan hidup yang kian mendera.
Hidup mereka menjadi membosankan.
Kenyataan hidup yang kejam membuat mereka mulai menyisihkan impian dan cinta satu sama lain.

Mereka mulai bertengkar dan pertengkaran itu mulai menjadi semakin panas.

Pada suatu hari, pada akhir sebuah pertengkaran, Dara lari keluar rumah.

Saat tiba di seberang jalan, dia berteriak, “Kamu nggak cinta lagi sama aku!”
Raka sangat membenci ketidakdewasaan Dara dan secara spontan balik berteriak, “Aku menyesal kita menikah! Kamu ternyata bukan tulang rusukku!”

Tiba-tiba Dara menjadi terdiam , berdiri terpaku untuk beberapa saat.
Matanya basah. Ia menatap Raka, seakan tak percaya pada apa yang telah dia dengar.

Raka menyesal akan apa yang sudah dia ucapkan.

Tetapi seperti air yang telah tertumpah, ucapan itu tidak mungkin untuk diambil kembali. Dengan berlinang air mata,
Dara kembali ke rumah dan mengambil barang-barangnya, bertekad untuk berpisah. “Kalau aku bukan tulang rusukmu, biarkan aku pergi. Biarkan kita berpisah dan mencari pasangan sejati masing-masing. ”

Lima tahun berlalu…..
Raka tidak menikah lagi, tetapi berusaha mencari tahu akan kehidupan Dara.

Dara pernah ke luar negeri, menikah dengan orang asing, bercerai, dan kini kembali ke kota semula.
Dan Raka yang tahu semua informasi tentang Dara, merasa kecewa, karena dia tak pernah diberi kesempatan untuk kembali,
Dara tak menunggunya.

Suatu hari, mereka akhirnya kembali bertemu.
( Entah mengapa ini bisa terjadi...tapi singkat ceritanya seperti ini....)

Di airport, di tempat ketika banyak terjadi pertemuan dan perpisahan, mereka dipisahkan hanya oleh sebuah dinding pembatas, mata mereka tak saling mau lepas.

Raka : Apa kabar?
Dara : Baik… ngg.., apakah kamu sudah menemukan rusukmu yang hilang?
Raka : Belum.
Dara : Aku terbang ke New York dengan penerbangan berikut.
Raka : Aku akan kembali 2 minggu lagi. Telpon aku kalau kamu sempat. Kamu tahu nomor telepon kita, belum ada yang berubah. Tidak akan ada yang berubah.

Dara tersenyum manis, lalu berlalu.

“Good bye….”

Beberapa jam kemudian berlalu
Sebuah berita di TV mengatakan ....bahwa pesawat yang di tumpangi Dara mengalami sebuah kecelakaan, dan merenggut nyawanya hingga jasadnya tiada pernah di ketemukan....di tengah lautan

Dan di tengah malam yang sunyi, Setelah semua yang sudah terjadi...tentang hilangnya Dara untuk " kedua " kalinya...
Malam itu saat Raka meminum kopinya, ia merasakan ada yang sakit di dadanya.
Tapi dia tidak sanggup mengakui bahwa dia merindukan Dara.

Malam itu, sekali lagi, Raka mereguk kopinya dan kembali merasakan sakit di dadanya. Akhirnya dia sadar bahwa sakit itu adalah karena Dara, tulang rusuknya sendiri, yang telah dengan bodohnya dia patahkan.

“Kita melampiaskan 99% kemarahan justru kepada orang yang paling kita cintai. Dan akibatnya seringkali adalah fatal”

Dan sebuah renungan kenapa...dada kita pernah mengalami sakit jika..kita merasakan cemburu dan takut kehilangan orang yang kita sayangi..." jawabnya yaitu...saat itu lah tulang rusuk kita meradang mencari pasangannya....dan tak mau kehilangan....




>

0 Kisah Cinta Yang Mencengangkan..!!!.cek it out..!!!

Berhubungan dengan pria yang usianya dua kali jauh lebih tua biasanya selalu membuat beberapa kalangan bergumam heran. “Kok mau yah, gadis cantik kayak dia menikah dengan om-om. Apa karena uangnya saja kali ya”, demikian pikiran beberapa orang.


Padahal sebenarnya jika mau dibandingkan, masih banyak lho pernikahan yang jauh lebih mencengangkan daripada menikahi pria tua. Tidak percaya? Simak saja 5 pernikahan aneh berikut ini.

Erika menikah dengan menara Eiffel

Entah apa yang ada dalam diri Erika. Wanita 37 tahun yang tinggal di San Fransisco ini sering jatuh hati pada benda-benda yang ia jumpai. Salah satunya adalah Lance, sebuah haluan yang membantunya menjadi pemanah kelas dunia. Belum lagi rasa cintanya terhadap Tembok Berlin. Selain kedua objek di atas, mantan prajurit ini juga mengaku memiliki hubungan khusus secara fisik dengan potongan pagar yang disimpan dalam kamar tidurnya. Namun, menara Eiffel adalah pilihan terakhirnya. Sebab dengan menara setinggi 324 meter inilah, Erika kemudian mengucapkan ikrar sehidup semati yang disaksikan oleh teman-temannya. Dari pernikahan tersebut, Erika kemudian mengubah namanya menjadi Erika La Tour Eiffel.

Eija menikahi tembok Berlin

Nama uniknya, Eija-Riitta Berliner-Mauer, diadopsi dari nama ’sang suami’ yaitu Tembok Berlin. Wanita berumur 54 tahun ini mengaku telah menikahi tembok tersebut sejak 1979 lalu. Didiagnosa mengidap Objectum Sexuality (kelainan karena menaruh hasrat seksual pada benda), Eija mengaku sudah jatuh cinta pada si tembok sejak pertama kali melihatnya di layar TV.

Waktu itu, Eija masih berumur 7 tahun dan sejak itu, ia mulai mengoleksi foto-foto pujaan hatinya. Dari hasil tabungannya, Eija selalu menyempatkan diri untuk menemui sang tembok, dan pada kunjungan keenamnya, Eija mengikrarkan janji sehidup semati dengan tembok yang memisahkan Jerman Barat dan Jerman Timur ini. Upacara pernikahannya disaksikan oleh pengunjung lainnya. Runtuhnya tembok ini pada 9 November 1989 lalu menyebabkan Eija, ’sang istri’ shock setengah mati. Ia pun tak pernah kembali ke sana dan hanya menyimpan foto kenangan ’suaminya’ saat masih berdiri tegak.

Amy Wolfe menikah sebuah wahana permainan



Penderita sindrom Asperger (salah satu gejala autis yang tergolong jenius) ini tinggal di New York, Amerika. Wanita berumur 32 tahun yang sebelumnya menjalin hubungan kasih dengan pesawat luar angkasa tiruan, Twin Towers. Selain itu, ia juga menaruh hati pada benda-benda lain seperti organ gereka dan sandaran tangga (hah?). Meski begitu, yang diakui Amy sebagai kekasih utamanya adalah salah satu wahana permainan yang ada berlokasi di taman bermain Knoebels, Pennsylvania.

Amy dan ‘kereta terbang ajaib’ yang bernama 1001 Nacht ini telah ‘berpacaran’ selama lebih kurang 10 tahun lamanya. Wanita berambut cepak ini bahkan mengaku tidur sambil memandang foto Nacht yang ia pasang di atap kamarnya. Tak hanya itu, ia pun membawa baut dan sekrup Nacht agar tetap merasa dekat dengan sang wahana. Amy yang bertekad mengganti nama belakangnya menjadi Weber ini mengaku tak cemburu meski ada banyak orang lain yang akan naik dan menikmati Nacht.

Magali Jaskiewicz menikahi kekasihnya yang sudah almarhum

Magali Jaskiewicz menikahi mantan kekasihnya, Jonathan George. Keduanya sama-sama insan manusia yang pernah saling mencintai. Lalu apa uniknya kisah ini? Uniknya adalah bahwa Magali masih hidup, sedangkan George sudah almarhum. Sebelum meninggal, pasangan ini merencanakan akan menikah di sebuah gedung di kota mereka pada November 2008 lalu. Namun, George terbunuh 2 hari sebelum upacara pernikahan akibat kecelakaan motor.

xxxxxxxBerpegang pada salah satu hukum perdata di Perancis yang mengizinkan pernikahan dengan orang yang sudah meninggal (dengan ragam syarat yang perlu dipenuhi tentunya), Magali memutuskan untuk tetap menikah. Wanita berusia 32 tahun ini berhasil membuktikan pada pihak hukum bahwa dia dan George telah hidup bersama sejak 2004 lalu dan keduanya memiliki rekening bank bersama. Pernikahan mereka pun dinyatakan sah.

Bimbala Das

Bimbala Das mengguncang dunia lewat hubungan asmaranya dengan seekor ular kobra. Pernikahan tak lazim ini terjadi pada tahun 2006 lalu di desa Atala, distrik Orissa’s Khurda, India. Disaksikan 2 ribu orang, prosesi nikah pun dijalani seperti pernikahan normal pada umumnya. Wanita 30 tahun ini mempercantik dirinya dengan kain sari dan ia duduk selama 1 jam untuk mendengarkan pembacaan mantra nikah dari seorang pendeta Hindu.

Ular kobra yang kini menjadi suaminya tersebut tinggal di sebuah gundukan sarang semut dekat rumahnya. Bimbala mengaku bahwa meski ’suaminya’ tak dapat berbicara bahasa manusia, namun mereka mampu berkomunikasi dengan cara tersendiri. “Kapanpun saya meletakkan susu di dekat sarang semut tersebut, sayangku (kobra) selalu keluar dan meminumnya”, ujar Bimbala. Ide Bimbala menikahi ular tersebut dianggap akan membawa keberuntungan bagi area sekitar.

Jadi, bagaimana? Apakah kisah pernikahan gadis muda dan seorang om-om masih bisa dikatakan mencengangkan? Anda sendiri yang menilainya.

0 Antara Burung, Cacing, dan Manusia…

Disini aku menulis bukan untuk membandingkan kita dengan dua mahkluk yang aku buat sebagai judul di atas " Burung dan Cacing ",
karena kita " Manusia "
yakin kita adalah mahhluk termulia ciptaan Allah...Tapi disini aku ingin belajar menelaah dan merenung,...
bukankah Allah menciptakan kita sebagai manusia untuk menjadi manusia yang arif dan bijaksana untuk menilai segala sesuatu yang ada di sekelilingnya untuk di pelajari dan di ambil hikmahnya... supaya menjadikan kita lebih mengerti dan lebih tawakal menyikapi alur hidup ini...

Bila kita sedang mengalami kesulitan hidup karena himpitan kebutuhan materi, maka cobalah kita ingat pada burung dan cacing.

Kita lihat burung tiap pagi keluar dari sarangnya untuk mencari makan.
Tidak terbayang sebelumnya kemana dan dimana ia harus mencari makanan yang diperlukan.
Karena itu kadangkala sore hari ia pulang dengan perut kenyang dan bisa membawa makanan buat keluarganya, tapi
kadang makanan itu cuma cukup buat keluarganya, sementara ia harus “puasa”.

Bahkan seringkali ia pulang tanpa membawa apa-apa buat keluarganya sehingga ia dan keluarganya harus “berpuasa”.
Meskipun burung lebih sering mengalami kekurangan makanan karena tidak punya “kantor” yang tetap, apalagi setelah lahannya banyak yang diserobot manusia, namun yang jelas kita tidak pernah melihat ada burung yang berusaha untuk bunuh diri.

Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menukik membenturkan kepalanya ke batu cadas.
Kita tidak pernah melihat ada burung yang tiba-tiba menenggelamkan diri ke sungai.bahkan....
Kita tidak pernah melihat ada burung yang memilih meminum racun untuk mengakhiri penderitaannya.
Kita lihat burung tetap optimis akan rizki yang dijanjikan Allah.

Kita lihat, walaupun kelaparan, tiap pagi ia tetap berkicau dengan merdunya. Tampaknya burung menyadari benar bahwa demikianlah hidup,
suatu waktu berada diatas dan dilain waktu terhempas ke bawah.
Suatu waktu kelebihan dan di lain waktu kekurangan.
Suatu waktu kekenyangan dan dilain waktu kelaparan.

Sekarang marilah kita lihat hewan yang lebih lemah dari burung, yaitu cacing.
Kalau kita perhatikan, binatang ini seolah-olah tidak mempunyai sarana yang layak untuk survive atau bertahan hidup.
Ia tidak mempunyai kaki, tangan, tanduk atau bahkan mungkin ia juga tidak mempunyai mata dan telinga.
Tetapi ia adalah makhluk hidup juga dan, sama dengan makhluk hidup lainnya,
ia mempunyai perut yang apabila tidak diisi maka ia akan mati.
Tapi kita lihat, dengan segala keterbatasannya, cacing tidak pernah putus asa dan frustasi untuk mencari rizki.
Tidak pernah kita menyaksikan cacing yang membentur-benturkan kepalanya ke batu.

Sekarang kita lihat manusia.
Kalau kita bandingkan dengan burung atau cacing, maka sarana yang dimiliki manusia untuk mencari nafkah jauh lebih canggih.

Tetapi kenapa manusia yang dibekali banyak kelebihan ini seringkali kalah dari burung atau cacing.... ?

Mengapa manusia banyak yang putus asa lalu bunuh diri menghadapi kesulitan yang dihadapi...?

Padahal rasa-rasanya belum pernah kita lihat cacing yang berusaha bunuh diri karena putus asa.

Rupa-rupanya kita perlu banyak belajar dari burung dan cacing.

Untuk masalah satu ini " Dalam Hal Tawakal Menjalani Hidup..."

0 4 Lilin…

Di dalam Ruangan yang gelap dan penuh dengan ke misterian. Ada 4 lilin yang menyala, dan hanya 4 lilin ini saja sebagai penerang di dalam ruangan itu...

Sedikit demi sedikit habis meleleh.
Suasana begitu sunyi sehingga terdengarlah
percakapan mereka

Yang pertama berkata: “Aku adalah keindahan.”
“Namun manusia tak mampu menjagaku: maka lebih baik aku
mematikan diriku saja!”
Demikianlah sedikit demi sedikit sang lilin padam.

Yang kedua berkata: “Aku adalah Kasih Sayang.”
“Sayang aku tak berguna lagi.” “Manusia tak mau mengenalku,untuk itulah tak ada gunanya aku tetap menyala.”
Begitu selesai bicara, tiupan angin memadamkannya.

Dengan sedih giliran Lilin ketiga bicara:”Aku adalah Cinta”
“Tak mampu lagi aku untuk tetap menyala.”
“Manusia tidak lagi memandang dan mengganggapku berguna.”
“Mereka saling membenci, bahkan membenci mereka yang mencintainya, membenci keluarganya. “
Tanpa menunggu waktu lama, maka matilah Lilin ketiga.

Tanpa terduga…
Seorang anak saat itu masuk ke dalam kamar, dan melihat ketiga Lilin telah padam.
Karena takut akan kegelapan itu, ia berkata:
“Ekh apa yang terjadi?? Kalian harus tetap menyala, Aku takut akan kegelapan!”

Lalu ia mengangis tersedu-sedu.

Lalu dengan terharu Lilin keempat berkata:
Jangan takut,
Janganlah menangis,
selama aku masih ada dan menyala, kita tetap dapat
selalu menyalakan ketiga Lilin lainnya:

" Akulah H A R A P A N “

Dengan mata bersinar, sang anak mengambil Lilin
Harapan, lalu menyalakan kembali ketiga Lilin lainnya.

Apa yang tidak pernah mati hanyalah H A R A P A N.
yang ada dalam hati kita….dan masing-masing kita
semoga dapat menjadi alat, seperti sang anak
tersebut, yang dalam situasi apapun mampu
menghidupkan kembali Keindahan, Kasih Sayang
dan Cinta dengan HARAPAN-Nya…

Renunganku :

Harapanlah yang membuat orang untuk lebih baik lagi, dimasa sekarang dan masa yang akan datang. Jadi jangan padamkan semangat dan harapanmu untuk hidup yang lebih baik…

0 Cinta sederhana…

Kesekian kalinya aku menulis tentang kata cinta, hehehehe...pasti udah bosan ya,...tapi aku tidak pernah bosan tuu...karena atas itulah aku menulis untuk sahabat - sahabatku semua di blog ini...

Jangan di hitung ya berapa jumlah kata CINTA yang tersemat di dalam artikel ini, sebab buanyaakk banget..tapi yuks kita baca satu persatu..
aku awali dari sebuah puisi yang pernah aku baca dari sebuah artikel. tapi sayang aku lupa karangan siapa, sebab aku ambil dari sobekan pembungkus nasi....

Cinta sederhana…
Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan kata yang tak sempat
diucapkan kayu kepada api yang menjadikannya abu.

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana dengan isyarat yang tak sempat
disampaikan awan kepada hujan yang menjadikannya tiada.
..............................................................

Puisi di atas pendek dan memang nampak sederhana, namun ternyata
kandungan maknanya tak sesederhana pengucapannya.

Puisi ini mempunyai makna yang luar biasa dan mendalam, menyentuh dan
menggetarkan hati insan-insan yang mampu membaca dan meresapinya.

Pemilihan ungkapan dirasakan sangat pas, secara tepat, cerdas dan indah.
Keindahan puisi ini terasa menyentuh jiwa dan sentimentil.
Juga begitu halus dan mengena.

Mungkin yang hendak diungkapkan adalah bahwa betapa cinta yang mendalam
dan sejati kadang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Cinta itu bisa saja hanya mampu dirasakan, tak bisa di-bahasa-kan atau
bahkan terkadang sulit dilukiskan secara mendetail melalui kata.

Cinta bisa tersembunyi dalam bahasa tubuh manusia, tersembunyi dalam
perilaku inter-relasinya dengan manusia lain.

Cinta sederhana mengajarkan kita untuk mencintai dengan cara sederhana.
Mencintai sebaiknya dalam kadar sewajarnya saja, tidak perlu berlebihan karena
mungkin saja rasa cinta yang kita punyai itu akan berubah menjadi rasa benci.

Begitu juga sebaliknya, jika membenci, hendaklah tidak terlalu dalam, karena
dari rasa benci itu sangat mungkin dapat berubah menjadi perasaan cinta.

Cinta hendaknya tidak diperlakukan/diberikan dengan berlebihan.
Mencintai secara berlebihan akan menimbulkan hal-hal yang berlebihan pula.
Misalnya kesedihan yang sangat, patah hati, frustasi, stress, bahkan bisa dalam
kondisi ingin bunuh diri.
(Sungguh cinta telah mengambil segala-galanya dari kita).
Cinta memang luar biasa, karena mampu mengubah semua tatanan yang telah ada,
jika dia inginkan.

Namun perlu diakui,bahwa perasaan cinta, baik mencintai atau dicintai,
mampu menimbulkan energi yang sangat luar biasa bagi seseorang yang
merasakan cinta di hatinya, sehingga menimbulkan kekuatan tertentu yang
memungkinkan berbuat segala sesuatu di luar kebiasaannya demi sebuah cinta.

Namun hendaknya cinta juga disertai oleh akal sehat dan hati yang jernih
sehingga bisa menimbulkan keseimbangan dan pengambilan keputusan yang tepat.

Sebetulnya apakah intisari Cinta sederhana itu ?

* Cinta apa adanya.
Cinta yang mampu menerima kelebihan sekaligus juga kekurangan dari pihak
lain,dan kemudian dimantapkan dalam tekad dalam hati.

* Cinta yang ikhlas yang muncul dari lubuk hati terdalam.
Cinta yang disadari dan dipahami bahwa cinta itu datang karena kuasa Tuhan.
Tak ada rekayasa, dan tak bisa dibuat-buat oleh siapa pun.

* Cinta yang tidak neko-neko, tidak berlebihan.
Bahwa dalam menjalani kehidupan bercinta, hendaknya tetap berada koridor-
koridor yang tidak bertentangan dengan norma masyarakat dan agama.

* Cinta yang dimulai dari titik awal hingga titik akhir.
Hanya kematian yang mampu memisahkan keindahan sebuah cinta. Bahkan bukan tak
mungkin
suatu cinta sejati akan berkelanjutan sesudah kematian, yang terjadi Tuhan
telah memberikan kesempatan untuk melanjutkan cinta itu di akherat nanti.

Nah sudah selesai...ternyata Cinta, apalagi yang sederhana itu tidak sesederhana tulisannya ya...tapi inget lho..cinta ini bukan hanya untuk satu orang saja..tapi cinta diri kita untuk semua orang dan seluruh ciptaan-Nya dan terutama kepada-Nya ya....

Ngomong - ngomong sudah di hitung belum ada berapa jumlah kata CINTA di atas yang aku tulis,,..hehe ( kurang kerjaan..kali...), ya udah sekarang giliran kita merenunginnya ya...salam sejahtera buat semua


Sumber : Kutipan dari beberapa artikel dan buku

0 Kisah Pohon Apel

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang
bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari.
Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya,
tidur-tiduran di keteduhan rindang daun-daunnya. Anak lelaki itu sangat
mencintai pohon apel itu.
Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak
kecil itu. Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan
tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya.

Suatu hari ia mendatangi pohon apel.
Wajahnya tampak sedih. “Ayo ke sini bermain-main lagi denganku,” pinta pohon apel itu.
“Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi,” jawab anak lelaki itu.
”Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya.”

Pohon apel itu menyahut, “Duh, maaf aku pun tak punya uang… tetapi kau
boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya.Kau bisa mendapatkan uang untuk membeli mainan kegemaranmu.”
Anak lelaki itu sangat senang.
Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita.
Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi.
Pohon apel itu kembali sedih.

Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya
datang.
“Ayo bermain-main denganku lagi,” kata pohon apel.
“Aku tak punya waktu,” jawab anak lelaki itu.
“Aku harus bekerja untuk keluargaku.

Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?

” Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah.

Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu,” kata pohon apel.
Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon
apel itu dan pergi dengan gembira.
Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi.
Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.

Pada suatu musim panas, anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel merasa
sangat bersuka cita menyambutnya.
”Ayo bermain-main lagi denganku,” kata pohon apel.
”Aku sedih,” kata anak lelaki itu.
”Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar.
Maukah kau memberi aku sebuah
kapal untuk pesiar?”

“Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan
menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau.
"Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah.”

Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal
yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui
pohon apel itu.

Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian.
“Maaf anakku,” kata pohon apel itu. “Aku sudah tak memiliki buah apel lagi
untukmu.”
“Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu,” jawab anak lelaki itu.

“Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat,” kata pohon apel.

”Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu,” jawab anak lelaki itu.
”Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu.
Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini,” kata pohon
apel itu sambil menitikkan air mata.

“Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang,” kata anak lelaki.

“Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat.
Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu.”

“Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat.
Mari,marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang.”
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon.

Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya.

Renunganku :

Pohon apel itu adalah orang tua kita.

Ketika kita muda, kita senang bermain-main dengan ayah dan ibu kita.
Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita
memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan.

Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia.

Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita
memperlakukan orang tua kita.

Dan, yang terpenting : cintailah orang tua kita.

Sampaikan pada orang tua kita sekarang, betapa kita mencintainya; dan
berterima kasih atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya pada
kita.

0 Aku dan Kisah seekor kupu-kupu….

Sebuah cerita yang sangat bagus, yang saya ambil dari catatan suamiku,
ternyata di masa lalu dia telah mempunyai pelajaran akan hidupnya, sehingga dia mengerti apa itu artinya sebuah perjuangan dalam hidup ini,...
saya tertarik untuk membagikan pada teman dan sahabat - sahabat semua, baca dengan tenang dan mari kita ambil hikmahnya..semoga bermanfaat yaaa...Aku menemukan kepompong seekor kupu. Suatu hari lubang kecil muncul. Aku duduk mengamati dalam beberapa jam calon kupu-kupu itu ketika dia berjuang dengan memaksa dirinya melewati lubang kecil itu.

Kemudian kupu-kupu itu berhenti membuat kemajuan.

Kelihatannya dia telah berusaha semampunya dan dia tidak bisa lebih jauh lagi. Akhirnya aku memutuskan untuk membantunya. Aku mengambil sebuah gunting dan memotong sisa kekangan dari kepompong itu.

Kupu-kupu tersebut keluar dengan mudahnya. Namun, dia mempunyai tubuh gembung dan kecil, sayap-sayap mengkerut.

Aku terus mengamatinya karena aku berharap bahwa, pada suatu saat, sayap-sayap itu akan mekar dan melebar sehingga mampu menopang tubuhnya, yang mungkin akan berkembang seiring dengan berjalannya waktu.
Semuanya tak pernah terjadi.

Kenyataannya, kupu-kupu itu menghabiskan sisa hidupnya merangkak di sekitarnya dengan tubuh gembung dan sayap-sayap mengkerut.
Dia tidak pernah bisa terbang.

Yang tidak dimengerti dari kebaikan dan ketergesaanku adalah bahwa kepompong yang menghambat dan perjuangan yang dibutuhkan kupu-kupu untuk melewati lubang kecil adalah jalan Allah
untuk memaksa cairan/darah dari tubuh kupu-kupu itu masuk ke dalam sayap-sayapnya sedemikian sehingga dia akan siap terbang begitu dia memperoleh kebebasan dari kepompong tersebut.

Dan mulai saat itu aku mengerti Bahasa Tuhan dari hal - hal sekecil ini...

Kadang-kadang perjuangan adalah suatu yang kita perlukan dalam hidup kita.

Jika Tuhan membiarkan kita hidup tanpa hambatan perjuangan, itu mungkin justru akan melumpuhkan kita.

Kita mungkin tidak sekuat yang semestinya yang dibutuhkan untuk menopang cita-cita dan harapan yang kita mintakan. Kita mungkin tidak akan pernah dapat “Terbang”.

Sesungguhnya Tuhan itu Maha Pengasih dan maha Penyayang.
Kita memohon Kekuatan. Dan Tuhan memberi kita kesulitan-kesulitan untuk membuat kita tegar.

Kita memohon kebijakan, dan Tuhan memberi kita Berbagai persoalan hidup untuk diselesaikan agar kita bertambah bijaksana.

Kita memohon kemakmuran, dan Tuhan memberi kita Otak dan Tenaga untuk dipergunakan sepenuhnya dalam mencapai kemakmuran.

Kita memohon Keteguhan Hati, dan Tuhan memberi Bencana dan Bahaya untuk diatasi.

Kita memohon Cinta, dan Tuhan memberi kita orang-orang bermasalah untuk diselamatkan dan dicintai.

Kita Memohon kemurahan / kebaikan hati, dan Tuhan memberi kita kesempatan-kesempatan yang silih berganti.

Begitulah cara Tuhan membimbing Kita, Apakah jika saya tidak memperoleh yang saya inginkan, berarti bahwa saya tidak mendapatkan segala yang saya butuhkan?

Kadang Tuhan tidak memberikan yang kita minta, tapi dengan pasti Tuhan memberikan yang terbaik untuk kita, kebanyakan kita tidak mengerti / mengenal, bahkan tidak mau menerima rencana Tuhan, padahal justru itulah yang terbaik untuk kita.

dedicate : elvegar & Inest, aku dan semua kawan2

0 Sebelum Aku mengeluh

Di Atas aku tulis Judul " Sebelum Aku Mengeluh "...sebenarnya sedikit membuat aku bertanya - tanya ...sadarkah saat ini aku menulis ini, karena terkadang aku masih sering melakukannya, tapi , di sini aku menulis KAMU di seluruh isi tulisanku, bukan karena apa,...tapi hanya sebuah kata antara kata AKU dan KAMU ...mungkin ini nasehat buat kita semua...Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk
didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda.
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada-Nya untuk diberikan
teman hidup

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi
dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu
tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yag tinggal dijalanan

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan
berjalan

Dan disaat kamu lelah dan menegluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran,orang-orang cacat yang berharap mereka
mempunyai pekerjaan seperti anda

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa…

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Allah SWT bahwa kamu masih
hidup !

0 Ada Apa dengan Cinta ??

Akankah saya harus berkata jujur aku telah jatuh cinta....????
Ataukah aku harus mengatakan bohong...aku telah putus cinta...????,
Dan mengapa aku jika ada didekat si Dia jadi berdebar - debar jantung ini...apakah ini namanya cinta..???
Kadang aku bertanya - tanya mengapa cinta sangat di agung - agungkan, dan kenapa cinta terlalu bernilai...sebenarnya apa sebenarnya cinta itu ya...
baiklah aku coba untuk menulis sesuai yang aku tahu...dilepas dari teori teori buku dan teori agama, tapi teori perasaan lho ini..hehehe
Ada Apa dengan Cinta ??

C-I-N-T-A

Apaan sih ngomong2 “cinta” itu ? telapak tangan anda berkeringat, hati anda deg-degan, suara anda nyangkut di dalam tenggorokan anda?
Hal itu bukanlah cinta, tapi suka …

Apakah tangan anda tidak dapat berhenti memegang dan menyentuhnya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi birahi …

Apakah anda bangga dan selalu ingin memamerkannya kepada semua orang?
Hal itu bukanlah cinta, tapi anda sedang mujur…

Apakah anda menginginkannya karena anda tahu dia akan selalu di samping anda?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesepian …

Apakah anda masih bersama dia karena semua orang menginginkannya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kesetiaan …

Apakah anda menerima pernyataan cintanya karena anda tidak mau menyakiti hatinya?
Hal itu bukanlah cinta, tapi rasa kasihan …

Apakah anda bersedia untuk memberikan semua yang anda suka untuk dia?
Hal itu bukanlah cinta, tapi kemurahan hati …

Apakah anda cemburu bila dia bicara dengan lelaki/wanita lain ?
Hal itu bukanlah cinta, tapi takut kehilangan …

Apakah anda mengatakan padanya bahwa dia adalah satu satunya hal yang anda pikirkan?
GOMBAL …

Apakah anda masih bersamanya karena campuran dari rasa nyeri dan kegembiraan yang tidak dapat digambarkan kata-kata? Itulah cinta …

Apakah anda masih menerima kesalahannya karena hal itu adalah bagian dari kepribadiannya?
Itulah cinta …

Apakah anda tertarik pada orang lain, tapi masih bersamanya dengan setia?
Itulah cinta …

Apakah anda rela memberikan hati anda, kehidupan anda, dan kematian anda?
Itulah cinta …

Apakah hati anda tercabik bila dia sedang sedih?
Itulah cinta …

Apakah anda menangis untuk kepedihannya biarpun dia cukup tegar?
Itulah cinta …

Apakah anda ikut terluka bila dia sedang sakit?
Itulah cinta …

Apakah anda selalu ingin menyentuhnya, memeluknya karena anda sayang kepadanya?
Itulah cinta …

Apakah matanya melihat hati anda yang sesungguhnya dan menyentuh jiwa anda secara dalam sekali sampai terasa nyeri?
Itulah cinta …


Cinta memang merupakan sesuatu yg ABSURD and Unexplain,

tapi yg terpenting mencintailah karena itu adalah sesuatu yang dianugerahi oleh ALLAH..Terimalah pasangan anda dgn segala kekurangan dan kelebihannya.

Cinta itu harus saling memberi dan menerima dgn segala keikhlasan hati
 

Bucu-Bucu Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates