Tampilkan postingan dengan label Yesus-Isa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yesus-Isa. Tampilkan semua postingan

0 Tahun Kelahiran Yesus Bukan 1 Masehi?

Dalam artikel sebelumnya tentang Ayah biologis Yesus DISINI, dijelaskan bagaimana bertolak belakangnya antara kesaksian Lukas dan Matius. Di artikel ini akan kita lihat pertentangan yang lain tentang Kelahiran Yesus.

 
LUKAS
Lukas 1:34-36 Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?" Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu.

Lukas 3:23Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf, anak Eli,

Jadi Umur Yohanes dan Yesus berselisih 6 bulan. Ketika Yohanes membaptis Yesus, dan Yesus memulai pengajarannya, umur Yesus adalah 30 tahun.  semua itu terjadi ketika dalam pemerintahan Tiberius.

Lukas 3:1Dalam tahun kelima belas dari pemerintahan Kaisar Tiberius, ketika Pontius Pilatus menjadi wali negeri Yudea, dan Herodes raja wilayah Galilea, Filipus, saudaranya, raja wilayah Iturea dan Trakhonitis, dan Lisanias raja wilayah Abilene,

Menurut Wikipedia : Tiberius ( /taɪˈbɪriəs/; Latin: Tiberius Julius Caesar Augustus; 16 November 42 BC – 16 March 37 AD), was Roman Emperor from 14 AD to 37 AD

-Naik tahta menjadi kaisar Romawi : 14 M.

Jadi, 15 tahun masa pemerintahan Kaisar Tiberius adalah terjadi pada tahun 29 M. Sehingga  pada tahun 29 M Yohanes Mulai berdakwah dan membaptis. Saat itu umur Yesus 30 tahun. Jadi kapan Yesus dilahirkan?

Kaisar Tiberius 15 tahun memerintah  ==> 29 M 
Yohanes berdakwah & membaptis     ==> 29 M saat Yesus berumur 30 tahun

JADI Yohanes lahir Tahun 1 Sebelum Masehi (1 SM), dan Yesus lahir Tahun 1 bulan 6 Sebelum Masehi (1,6 SM)  6 bulan sebelum Yohanes ==>selama ini umat Kristen menganggap Yesus lahir 1 M?.

MATIUS
Matius 2:1 Sesudah Yesus dilahirkan di Betlehem di tanah Yudea pada zaman raja Herodes, datanglah orang-orang majus dari Timur ke Yerusalem

Menurut wikipedia : Disini, berdasar karya Emil Schurer (1896) para ahli sepakat  mengatakan bahwa Herodes mati di abad 4 SM, meski di abad 20 ini ada yang menentang dan mengatakan tahun kematian adalah 1 SM. Tetapi bukti kuat adalah 4 SM dimana kerajaannya dibagi untuk anak-anaknya saat itu. Josephus mengatakan Herodes mati setelah Gerhana Bulan. Sebuah Gerhana Parsial terjadi tanggal 13 Maret 4 SM (29 hari sebelum Paskah), meski 2 Gerhana lain juga pernah terjadi.

ARTIKEL TERKAIT :



0 Benarkah Yesus Pernah Menikah?

Apakah Yesus melakukan selibat dalam kehidupannya?. Ini sebuah pertanyaan yang sangat menarik. Semua pemeluk Kristen pasti mengatakan Yesus tidak pernah menikah. Beberapa orang Islam mungkin juga setuju dengan pendapat mereka. Meski begitu ada juga beberapa orang Islam dan kaum obyektif yang percaya Yesus menikah.

Dalam Islam nabi Muhammad adalah teladan yang mana semua perbuatan beliau harus dicontoh. Bukan hanya nabi Muhammad, nabi-nabi yang lain pun perlu dicontoh perilakunya. Itu menandakan bahwa para pengikut  nabi bisa ikut mencapai surga yang sama dengan surga para nabi. Pasti semua agama setuju bahwa para pengikut harus mengikuti pimpinan mereka agar bisa mencapai keselamatan bersama. Kalau ada yang tidak setuju berarti agama itu agama yang diskriminasi. Bagaimana dengan hal menikah?. Soal menikah pun para pengikut nabi Muhammad diperkenankan mencontoh nabi Muhammad selama alasannya kuat seperti konteks  nabi Muhammad, begitu pula nabi lain yang juga meilkah.

Jadi anda pasti setuju jika para pengikut agama harus mencontoh pimpinan smereka misalnya para nabi sesempurna mungkin. Demikian umat Kristen harus mencontoh Yesus untuk kesempurnaan. Nah jika Yesus tidak menikah seharusnya umatnya juga tidak menikah. 

Salah satu aliran Kristen yaitu Katolik tentu dianggap yang paling tinggi ilmu agamanya dalam agama mereka dan paling religius. Jadi merekalah yang kemungkinan besar lebih menempati surga tertinggi daripada yang agamanya umum-umum saja. Juga bisa kita katakan mereka yang tidak sereligius pimpinannya adalah beragama semu. Para imam Katolik ini telah mencontoh Yesus dengan sesempurna mungkin. Tetapi ada sebuah pertanyaan besar. Jika pengikut Yesus ingin mencontoh Yesus sesempurna mungkin (tidak menikah) bukankah akan terjadi kepunahan masal?.

Jadi apakah Yesus itu tidak menikah (selibat)?. Mari kita lihat apa kata Yesus tentang selibat itu dalam Matius 19:12.

Yesus berkata : “ Ada orang yang tidak dapat kawin karena ia memang lahir demikian dari rahim ibunya, dan ada orang yang dijadikan demikian oleh orang lain, dan ada orang yang membuat dirinya demikian karena kemauannya sendiri oleh karena kerajaan sorga. Siapa yang dapat mengerti hendaklah ia mengerti. (Matius 19:12)


KESIMPULAN:

Ada beberapa sebab orang tidak bisa menikah :
  1. Karena lahir demikian dari rahim ibunya : misalnya cacat mental atau badan dari lahir yang menyebabkan tidak bisa mencari nafkah.
  2. Karena dijadikan oleh orang lain : misalnya pada jaman dulu ada kasim yang memang dibuat tidak untuk menikah dan juga para budak yang dihalangi untuk menikah.
  3. Atas kemauannya sendiri oleh karena kerajaan sorga: misalnya Pendeta/Rahib. Bahwa dulu sebelum Yesus lahir, beberapa orang Yahudi melakukan selibat (Mainstream Yahudi/Rahib) dalam kehidupannya.
Yang perlu dicermati adalah jika Yesus mengajarkan murid-muridnya untuk tidak menikah oleh karena kerajaan sorga (no.3) maka semua pemeluk Kristen yang taat harus tidak menikah. Sekali lagi bukankah jika hal ini dilakukan, umat Kristen akan punah dari dulu?. Salah satu sekte Kristen yang setuju bahwa Yesus menikah adalah Mormon.

Dari 3 alasan diatas sebenarnya hanya no 2 & 3 yang dilarang Allah (untuk pihak yang menghalangi & yang membuat sendiri meski mampu). Karena menikah itu suatu bagian dari kehidupan manusia. Dalam ayat diatas Yesus cuma menerangkan alasan-alasan orang tidak menikah tapi tidak mengatakan boleh tidak menikah.

Dalam dunia Kristen (bagi para Imam), menikah atau tidak itu suatu pilihan. Bahkan Paulus juga menganjurkan untuk menikah (1 Timotius 3:2).Petrus juga menikah, dimana hal ini dapat dibaca dalam Matius 8:14 “Setibanya di rumah Petrus, Yesus pun melihat ibu mertua Petrus terbaring karena sakit demam”. Para Rasul juga menikah (1 Korintus 9:5). 37 Paus pada abad-abad pertama menikah, misalnya Paus Hormisdas (514-523) yang merupakan ayah dari Paus Silverius (563-537). Lainnya memilih selibat.

Dalam  bukunya Prof . Dr . Barbara Theiring yang berjudul JESUS THE MAN,  diulas bahwa Yesus ternyata pernah menikah. Disebutkan bahwa di dalam Injil filipus (yang ditemukan di naskah Gnostik di Neg Hammadi), kata-katanya jelas sekali dibaca, meski ada berbagai lubang pada naskah itu. Dimana ada 3 orang yang selalu berjalan dengan Tuhan, yaitu Maria ibu Yesus, Maria saudaranya, dan Maria Magdalena (satu-satunya teman dekatnya). Kemudian dalam naskah yang sama dituliskan : “Dan pendamping dari (…) Maria Magdalena (…mencintai) dia lebih dari seluruh muridnya (dan biasa) menciumnya (sering) padanya (…). Saat senggang (Muridnya) berkata padanya (Yesus) : “Mengapa engkau mencintainya (Maria Magdalena) melebihi kami?. Dia menjawab : “Mengapa aku tak mencintai kamu seperti dia?” 

Arti penting dari bagian ini telah dilemahkan oleh sebagian Terpelajar yang menetapkan tanggal akhir yang tidak mungkin ke “Injil Filipus,” bersikeras bahwa itu disusun setelah 250 Masehi. Namun, kata-kata dari “Injil Filipus” menunjukkan bahwa itu ditulis sebelum tahun 70 Masehi ketika masih ada “Kaum Ibrani”, yaitu orang-orang Yahudi yang baru saja menjadi Kristen. Dokumen yang lebih awal, semakin besar kemungkinan untuk menjadi sejarah.

Dalam Perjanjian Baru sendiri, seorang wanita diidentifikasi sebagai Maria dari Betania dalam Injil Yohanes “mengambil satu pon salep murni Maynard (Narwastu)  yang mahal dan diurapi kaki Yesus dan menyeka kaki dengan rambutnya; dan rumah dipenuhi aroma salep” (12:3). Ini adalah kiasan langsung untuk Kidung Agung 1:12: “Ketika raja di sofa, Maynard memberikan aromanya terus”.

Yesus termasuk dari Esseni (Baca Disini). Esseni sangat berbeda dari mainstream Yahudi yang mencoba menghindari seks. Mereka (mainstream Yahudi) adalah beberapa biarawan atau total selibater. Sejarawan Josephus menggambarkan bahwa para anggota Esseni adalah dinasti garis, urutan kedua dari Eseni, harus menikah untuk melanjutkan garis. Yesus adalah keturunan dari garis Daud (Roma 1:3). Yusuf, yang diambil untuk menjadi “ayah biologisYesus”, adalah keturunan dari kerajaan keluarga Daud, sebagai silsilah dalam Injil Matius dan Lukas (Baca Disini)

Kaum Esseni pergi ke luar biara untuk berhubungan seks dengan istri-istri mereka secara berkala, kemudian kembali ke kehidupan pertapa. Istri mereka jelas tidak pergi ke sekitar dengan mereka. Karena kaum Eseni dan banyak Kristen awal menganggap perempuan sebagai agen dosa, seperti tulisan awal kristen pada 1 Timotius 3:13-15 dan pernyataan serupa  diilustrasikan oleh patristik penulis.

Periode tahun pelayanan Yesus yang dijelaskan dalam Injil adalah di mana Yesus hidup di luar biara Esseni b, tiga-tahun perkawinan percobaan dari kebiasaan Essene yang digambarkan oleh Yosefus (Jewish War 2, 160-161).

Maria Magdalena muncul dengan Yesus di momen kunci. Dia orang yang sama sebagai Maria dari Betania. “Betania,” berarti “Rumah Masyarakat Miskin,” adalah nama untuk “Therapeutae”, suatu sekte Yahudi yang digambarkan oleh Philo dari Aleksandria, dari mana Maria Magdalena berasal. Dia bukan wanita yg kesurupan atau pelacur.

Menurut Injil, seorang “yg kesurupan” adalah militan fanatik. Mary adalah kebebasan pejuang dengan pandangan nasionalis bahwa Yesus “terbuang”-yaitu, ia membujuknya untuk mengubah politik. Penuh latar belakang historis dari abad pertama yang harus diperhitungkan.

Tentang nama “Maria,” dengan mengabaikan diskripsi Philo tentang Therapeutae. Mereka adalah pertapa yang berbasis di Mesir terkait erat dengan Eseni. Ibadah mereka berpusat pada Keluaran pencitraan, dan termasuk suatu liturgi dengan tarian paduan suara. Therapeutae, tidak seperti monastik Esseni, mempunyai anggota perempuan. Dalam liturgi, paduan suara pria dipimpin oleh seorang pria bertindak sebagai “Musa” dan paduan suara perempuan oleh seorang wanita bertindak sebagai “Miriam,” adik Musa. “Miriam,” diterjemahkan sebagai “Mary,” adalah gelar. ( “Yusuf” juga gelar, begitu juga “Yakub,” “Abraham,” “Isaac,” “Musa,” dan “Elia.”) Sekali ini diakui, seorang wanita dengan gelar Miriam (Maria) adalah dipahami sebagai pemegang kantor kepala wanita dari Therapeutae. Ibu Yesus telah mengadakan peran itu, dan istrinya melanjutkan itu.

Jika Yesus permah menikah itu adalah lebih mungkin, mengapa?. Karena Yesus akan dikatakan Pezina dan harus dihukum rajam jika tidak menikah. Perhatikan ayat berikut ini.

“Kamu telah mendengar firman: Janganlah berzinah. Tetapi Aku berkata padamu. Setiap orang yang memandang perempuan serta menginginkannya, sudah berzinah dengan dia di dalam hatinya, maka jika matamu yang kanan menyesatkan engkau, cungkillah dan buanglah, karena lebih baik bagimu jika satu dari anggota tubuhmu binasa daripada tubuhmu dengan utuh dicampakkan ke dalam neraka (Injil Matius 5:27-30).

Apakah orang kristen mengenal kata Muhrim, yaitu orang yang tidak boleh dinikahi?. Dalam Islam yang bukan muhrimnya dilarang melakukan sesuatu yang berhubungan dengan fisik yang konotasinya menjurus ke hal-hal yang membangkitkan gairah seks. Berdasarkan ayat diatas maka tampak sekali bagaimana ketatnya hukum zina dalam Kristen. lantas apakah yang dilakukan Yesus dalam ayat-ayat dibawah ini tergolong zina?.
 
Setelah lewat hari Sabat, Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus, serta Salome membeli rempah-rempah untuk pergi ke kubur dan meminyaki Yesus. (Markus 16:1)

Dalam ayat diatas Maria Magdalena hendak meminyaki Yesus. Yang menjadi pertanyaan untuk apa mayat yang sudah membusuk 3 hari diminyaki?. Yesus hendak diminyaki karena dia masih hidup tentunya. Dan bagaimana mungkin orang yang bukan muhrimnya meminyaki tubuh Yesus. Meminyaki adalah arti lain dari “Masaha” yang berarti mengurapi/mengusap.

20:17Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.” (Yohanes)

Dalam ayat diatas Yesus mengatakan kepada Maria untuk jangan memegang dia. Ada dua kemungkinan dari perkataan ini.  1). Kemungkinan Maria hendak memegang dan Yesus melarang. 2) Maria sudah memegang dan Yesus melarang. Kerasnya hukum Zina dalam Yahudi tidak mungkin jika seseorang perempuan yang bukan muhrimnya punya keinginan untuk memegang orang yang religius sekali.

7:38 Sambil menangis ia pergi berdiri di belakang Yesus dekat kaki-Nya, lalu membasahi kaki-Nya itu dengan air matanya dan menyekanya dengan rambutnya, kemudian ia mencium kaki-Nya dan meminyakinya dengan minyak wangi itu. 7:45 Engkau tidak mencium Aku, tetapi sejak Aku masuk ia tiada henti-hentinya mencium kaki-Ku. (Lukas)

Dalam ayat diatas tidak jelas siapa perempuan yang menciumi kaki Yesus, apakah Maria Magdalena atau Maria Betania, tetapi sepertinya betani karena Maria Magdalena lebih kudus, sedangkan dalam ayat diatas konteksnya sebagai perempuan yang berdosa.

Ayat-ayat Al-Kitab Injil  yang berhubungan antara Yesus dan Maria (sebagai suami-istri) antara lain :

LUKAS 10:39-40
Perempuan itu mempunyai seorang saudara yang bernama Maria. Maria ini duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,sedang Marta sibuk sekali melayani. Ia mendekati Yesus dan berkata: “Tuhan, tidakkah Engkau peduli, bahwa saudaraku membiarkan aku melayani seorang diri? Suruhlah dia membantu aku.”
YOHANES 20:17
 Kata Yesus kepadanya: “Janganlah engkau memegang Aku, sebab Aku belum pergi kepada Bapa, tetapi pergilah kepada saudara-saudara-Ku dan katakanlah kepada mereka, bahwa sekarang Aku akan pergi kepada Bapa-Ku dan Bapamu, kepada Allah-Ku dan Allahmu.”
YOHANES 3: 29-30
Yang empunya mempelai perempuan, ialah mempelai laki-laki; tetapi sahabat mempelai laki-laki, yang berdiri dekat dia dan yang mendengarkannya, sangat bersukacita mendengar suara mempelai laki-laki itu. Itulah sukacitaku, dan sekarang sukacitaku itu penuh. Ia harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.
YOHANES 9:14-15
Kemudian datanglah murid-murid Yohanes kepada Yesus dan berkata: “Mengapa kami dan orang Farisi berpuasa, tetapi murid-murid-Mu tidak?”.Jawab Yesus kepada mereka: “Dapatkah sahabat-sahabat mempelai laki-laki berdukacita selama mempelai itu bersama mereka? Tetapi waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa.

Dan Brown dalam bukunya The Davinci Code menyebut nama Maria Magdalena sebagai istri Yesus, yang ketika (orang yang diserupakan) Yesus disalib, ia sedang hamil tua. Kemudian atas bantuan paman Yesus bernama Yosep dari Arimatea ia dibawa keluar dari Yarusalem menuju Prancis. Ia dititipkan pada sebuah keluarga Yahudi. Ia melahirkan seorang anak perempuan yang kemudian diberi nama Sarah. Setelah Sarah dewasa ia menikah dengan seorang bangsawan Prancis. Dari pernikahan dua bangsawan ini melahirkan sebuah marga bangsawan baru yang dikenal dengan nama Merovingian.

0 Benarkah Yesus Pernah Berbuat Dosa?

Percayakah anda bahwa Tuhan tidak akan berbuat dosa?. Nah jika anda percaya, maka jika ada yang dianggap Tuhan tetapi melakukan dosa apakah itu bisa kita sebut Tuhan?. Artikel ini sengaja aku muat untuk bahan perenungan bagi kita semua khususnya umat Kristen.

Di dalam sebuah ayat Alkitab Injil yaitu Yohanes 8 :7, orang-orang Yahudi sengaja hendak mencobai Yesus. Yohanes 8:7 "Dan ketika mereka terus-menerus bertanya kepada-Nya, Iapun bangkit berdiri lalu berkata kepada mereka: “Barangsiapa di antara kamu tidak berdosa, hendaklah ia yang pertama melemparkan batu kepada perempuan itu.”

Ayat ini berkisah tentang perempuan pezina yang dituduh oleh orang-orang Yahudi. Menurut hukum Musa perempuan ini harus dirajam. Ketika orang-orang Yahudi mengadu, Yesus berkata seperti diatas. Dan akhirnya tak ada seorang Yahudi yang melempari batu. Hal ini menandakan orang-orang Yahudi tersebut berdosa. Demikian juga dengan Yesus. Perhatikan ayat berikut :

Yohanes 8:11 Jawabnya: "Tidak ada, Tuhan ." Lalu kata Yesus: "Akupun tidak menghukum engkau. Pergilah, dan jangan berbuat dosa lagi mulai dari sekarang."

*note : kata Tuhan di ayat Yohanes 8:11kemungkinan seharusnya Tuan (Lord), atau jika memang tertukis Tuhan, maka Tuhan dalam pengertian di artikel sebelumnya Disini 

Karena kalau benar perempuan itu benar-benar Pezina, maka pastilah Yesus yang pertama kali merajamnya sesuai hukum Musa.


BUKTI YESUS TAK LEPAS DARI DOSA

John 2:4 Jesus said to her, “Woman, what does your concern have to do with Me? My hour has not yet come”(NKJV), (Di terjemahan Indonesia kata “Woman” diganti ibu). Yesus mengatai ibunya sebagai “Woman/Wanita”. Ini adalah perbuatan durhaka.

Matius 3:11-16 Aku (Yohanes) membaptis kamu dengan air sebagai tanda pertobatan,….,Sesudah dibaptis, Yesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan Ia melihat Roh Allah seperti burung merpati turun ke atas-Nya,

Lukas 14:25-26 Pada suatu kali banyak orang berduyun-duyun mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya. Sambil berpaling Ia berkata kepada mereka:”Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

Lukas 12:49-51 “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!Kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi? Bukan, kata-Ku kepadamu, bukan damai, melainkan pertentangan.

Matius 10:34 “Jangan kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi; Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang.

Wahyu 2:23 Dan anak-anaknya akan Kumatikan dan semua jemaat akan mengetahui, bahwa Akulah yang menguji batin dan hati orang, dan bahwa Aku akan membalaskan kepada kamu setiap orang menurut perbuatannya.

Yohanes 7:8-10 Pergilah kamu ke pesta itu. Aku belum pergi ke situ, karena waktu-Ku belum genap.”Tetapi sesudah saudara-saudara Yesus berangkat ke pesta itu, Iapun pergi juga ke situ, tidak terang-terangan tetapi diam-diam. (Yesus Bohong?)

Markus 11:14 Maka kata-Nya kepada pohon itu: “Jangan lagi seorangpun makan buahmu selama-lamanya!” Dan murid-murid-Nyapun mendengarnya.(Yesus tidak sabar dan mengutuk Pohon Ara!)

0 Yesus Mengaku Sebagai Mesias Bukan Allah


Orang Kriten mengatakan Yesus adalah Allah. Apakah benar?. Apakah di Alkitab Injil Yesus mengaku sebagai Allah? tak satupun. Sekarang coba kita pahami artikel ini.

Salah satu ungkapan yang paling sering dilontarkan Yesus bukannya mengaku sebagai Allah tetapi sebagai anak Allah. Orang Islam tentu akan alergi dengan kata yang satu ini yaitu “Anak Allah”. Kata ini merupakan kata yang umum digunakan di Perjanjian Lama dan Baru baik di Kristen atau Yahudi. Dan baik orang Islam ataupun orang Kristen sering keliru dalam memaknai kata tersebut. Kata “Anak Allah”, bagi Muslim yang kurang paham atau Kristen yang kurang paham sering mempersepsikan hal ini sebagai ungkapan “Biologis”. Sebagai ungkapan Bapak yang melahirkan Anak atau Anak yang dilahirkan Bapak.

Di Al-Quran sendiri tak ada ungkapan bahwa sebab kekafiran mereka (Kristen) karena menganggap Yesus (Isa) sebagai “Anak Allah”. Tetapi kekafiran orang Kristen di Al-Quran disebutkan karena mereka menganggap Yesus (Isa) sebagai bagian dari Allah (Trinitas) dan terlebih menganggap Yesus (Isa) sebagai Tuhan itu sendiri.

[QS 5:17] Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: “Sesungguhnya Allah itu ialah Al Masih putera maryam”…….
[QS5:116] Dan (ingatlah) ketika Allah berfirman: “Hai ‘Isa putera maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia: “Jadikanlah aku dan ibuku dua orang tuhan selain Allah ?”. ‘Isa menjawab: “Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku (mengatakannya). Jika aku pernah mengatakan maka tentulah Engkau mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku tidak mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib”. 

Secara filosofi, ajaran hubungan Tuhan dengan manusia yang saleh pada umat Yahudi sangatlah tinggi. Saking tingginya hubungan yang erat antara Tuhan dan manusia yang saleh begitu erat dan menyatu dalam kesatuan religius yang penganalogiannya diluar bahasa sastra yang tak semestinya.

Saking tingginya maka orang yang saleh bisa disebut tuhan (t kecil / Ilah) bagi manusia yang lain, ini bisa kita lihat dalam kisah Musa. Mengenai “t kecil” atau tUHAN bisa anda baca  (Disini)

Keluaran 7:1 Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah (seharusnya ditulis Ilah) bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu. 

Yoh 10:35-36 Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah (Allah memakai a kecil, seharusnya Ilah/tUHAN)–sedang Kitab Suci tidak dapat dibatalkan–, masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? 

Bacalah kedua ayat diatas. Di Yohanes 10:35 dikatakan sebagai berikut : “ Jikalau mereka, kepada siapa firman itu disampaikan, disebut allah ”, sekarang coba anda baca Keluaran 7:1 “Berfirmanlah TUHAN kepada Musa: “Lihat, Aku mengangkat engkau sebagai Allah bagi Firaun, dan Harun, abangmu, akan menjadi nabimu”. Sudahkahkah anda membacanya?. Sudah jelas bukan mengapa Musa bisa disebut sebagai Allah!.

Sekarang coba anda baca Yohanes 10:36 “ masihkah kamu berkata kepada Dia yang dikuduskan oleh Bapa dan yang telah diutus-Nya ke dalam dunia: Engkau menghujat Allah ! Karena Aku telah berkata: Aku Anak Allah? Sudahkah anda membacanya?. Sudah jelas bukan mengapa Yesus bisa mengaku sebagai anak Allah!.

Kedua analogi diatas tentu hanya bisa dipahami oleh mereka yang mengerti benar hubungan Allah dengan para nabinya. Musa sebagai Ilah bukan berarti Musa sebagai Tuhan dan Yesus (Isa) sebagai anak bukan berarti Yesus itu Anak “Biologis” Tuhan. Itu hanya saking tingginya filososfi dalam bangsa Yahudi.


Salah satu alasan mengapa Yesus atau Musa hanya diturunkan bagi bangsa Yahudi adalah karena hanya bangsa Yahudilah yang paling mengerti makna “Ilah manusia” dan “anak Tuhan” dalam konsep hubungan religius dengan Tuhan. Itulah mengapa Yahudi sejati tidak pernah mengakui Tuhan telah beravatar (menjelma) menjadi manusia. Yahudi cuma mengenal konsep Mesias (utusan) bagi manusia. Perhatikan ayat Alkitab Injil berikut :
 
Yoh 10:23-24 Dan Yesus berjalan-jalan di Bait Allah, di serambi Salomo. Maka orang-orang Yahudi mengelilingi Dia dan berkata kepada-Nya: “Berapa lama lagi Engkau membiarkan kami hidup dalam kebimbangan? Jikalau Engkau Mesias, katakanlah terus terang kepada kami.”

Yoh 10:25 Yesus menjawab mereka: “Aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya; pekerjaan-pekerjaan yang Kulakukan dalam nama Bapa-Ku, itulah yang memberikan kesaksian tentang Aku,

Dalam ayat diatas jelas sekali bahwa orang-orang Yahudi bertanya kepada Yesus apakah Yesus itu Mesias, lalu Yesus menjawab aku telah mengatakannya kepada kamu, tetapi kamu tidak percaya. Jawaban Yesus mengindikasikan bahwa Yesus mengaku sebagai Mesias. Sekali lagi Yesus mengaku sebagai Mesias bukan Tuhan. Jika demikian mengapa orang-orang Yahudi mau menyingkirkan Yesus?. Hal itu terjadi karena pada ayat selanjutnya Yesus mengatakan bahwa beliau dan Tuhan adalah satu dan beliau adalah anak Tuhan.

Aku dan Bapa adalah satu.”(Yohanes 10:30)

Pengaruh ajaran pagan dari Romawi dan Yunani yang sudah lama menduduki kawasan Yahudi membuat orang-orang Yahudi sukar mencerna kata-kata ini. “Aku dan Bapa adalah satu” adalah kalimat yang susah dimengerti oleh mereka. Yesus menerangkan bahwa maksud Aku dan Bapa adalah satu sebagai satu tujuan. Bahwa orang-orang yang saleh dan beriman berada dalam naungan Tuhan. Sehingga orang-orang yang beriman itu seolah-olah satu dengan Tuhan. Anda bisa membaca lebih jelas seterusnya  (Disini)

Mengapa Yesus mengatakan Aku dan Bapa satu?. Mengapa tidak mengatakan Aku adalah Tuhan?. Hal ini karena Yesus sadar dirinya adalah Mesias. Dan Mesias dalam pemahaman Yahudi adalah seseorang yang diutus/dikirim oleh Tuhan untuk menjadi raja atau panglima perang bagi mereka yang akan melepaskan mereka dari penjajahan asing.. Yesus pun sebagai Mesias adalah raja bagi bangsa Yahudi. Anda  perhatrikan ayat Alkitab Injil berikut :


YOHANES

19:15 Maka berteriaklah mereka: “Enyahkan Dia! Enyahkan Dia! Salibkan Dia!” Kata Pilatus kepada mereka: “Haruskah aku menyalibkan rajamu?” Jawab imam-imam kepala: “Kami tidak mempunyai raja selain dari pada Kaisar!”

Didalam Bible Yesus memang mengaku sebagai raja orang Israel dan bahwa dia hanya diutus untuk orang Israel saja. Inilah yang membuat para Imam merasa terusik akan hegemoni mereka terhadap Israel oleh kehadiran Yesus.

MATIUS

2:2 dan bertanya-tanya: “Di manakah Dia, raja orang Yahudi yang baru dilahirkan itu? Kami telah melihat bintang-Nya di Timur dan kami datang untuk menyembah Dia.”
15:24 Jawab Yesus: “Aku diutus hanya kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.”
10:5 Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria,
10:6 melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.

YOHANES

1:49 Kata Natanael kepada-Nya: “Rabi, Engkau Anak Allah, Engkau Raja orang Israel!”
10:7 Maka kata Yesus sekali lagi: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya Akulah pintu ke domba-domba itu (Israel).
19:3 dan sambil maju ke depan mereka berkata: “Salam, hai raja orang Yahudi!” Lalu mereka menampar muka-Nya.
12:13 mereka mengambil daun-daun palem, dan pergi menyongsong Dia sambil berseru-seru: “Hosana! Diberkatilah Dia yang datang dalam nama Tuhan, Raja Israel!”
19:19 Dan Pilatus menyuruh memasang juga tulisan di atas kayu salib itu, bunyinya: “Yesus, orang Nazaret, Raja orang Yahudi.”

MARKUS

15:12 Pilatus sekali lagi menjawab dan bertanya kepada mereka: “Jika begitu, apakah yang harus kuperbuat dengan orang yang kamu sebut raja orang Yahudi ini?”

LUKAS

23:3 Pilatus bertanya kepada-Nya: “Engkaukah raja orang Yahudi?” Jawab Yesus: “Engkau sendiri mengatakannya.”

Bagaimana dengan ayat dibawah ini:

Karena itu pergilah, jadikanlah semua bangsa murid-Ku dan baptislah mereka dalam nama Bapa dan Anak dan Roh Kudus (Matius 28:19)
Lalu Ia berkata kepada mereka: “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk.(Markus 16:15)

Ayat diatas merupakan ayat tambahan,mengapa?. Karena Yesus hanya diutus kepada Israel dan Konsep Trinitas (Bapa, Anak dan Roh Kudus) tidak pernah diajarkan oleh Yesus. Perlu diketahui bahwa ajaran para nabi Israel dari Ishak hingga Yesus adalah untuk Israel. Kalo ajaran Yesus untuk seluruh dunia, maka dialah yang pertama kali membelot dari Israel. Mengapa ada ajaran untuk membawa ajaran Yesus keluar dari Israel?. Karena hal itu tidak mungkin untuk mengabarkan Ajaran Yesus kedalam bangsa Israel sendiri (Yerusalem) karena perlu anda tahu saat itu pengikut Yesus diburu dan dibunuh oleh Paulus dan antek-anteknya (Romawi). Dengan demikian pengikut Yesus harus mengabarkannya ke luar Israel untuk mendapat pengikut. Dan lagi perintah ini keluar setelah Yesus disalib bukan sebelum disalib. Dan bukankah jika Yesus menampakkan diri setelah disalib seharusnya dia sendiri yang pergi keluar Israel?. Mengapa malah menyuruh anak buah yang belum tentu bagus kualitasnya. Mengapa setelah itu Yesus malah menghilang seolah-olah lepas tangan (melarikan diri) yang mengakibatkan banyak korban jiwa.

Tetapi ada suatu pemahaman lain soal dua ayat diatas. Di ayat Matius 10:6 dikatakan " melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel". Di dalam Kisah Rasul 16:6 juga dikatakan " Mereka melintasi tanah Frigia dan tanah Galatia, karena Roh Kudus mencegah mereka untuk memberitakan Injil di Asia".

Diketahui bahwa bangsa Israel tidak hanya menghuni kawasan Israel sekarang tetapi menyebar keseluruh bangsa. Jadi konteks untuk menyebarkan Bible ke seluruh bangsa kemungkinan untuk Ras Yahudi yang tinggal di negara-negara lain. Karena kemungkinan Ras Yahudi di luar Yerusalem (Israel sekarang) lebih bisa menerima ajaran Yesus. Meski di dalam ayat Kisah Rasul 16:6 ada sebuah pertanyaan, mengapa mereka dilarang untuk memberitakan Injil di Asia?. Apakah tak ada umat Yahudi di Asia saat itu?

Jika demikian adanya bahwa Yesus hanya diutus untuk menjadi raja Israel dan untuk bangsa Israel mengapa orang-orang diluar bangsa Israel pada memperjuangkan Yesus sebagai Tuhannya?. 

Setelah Yesus diangkat ke langit oleh Allah, ada dua kubu besar yang ingin meneruskan misi para nabi ke seluruh dunia yaitu Paulus dan Nabi Muhammad. Keduanya sama-sama berlandaskan Kitab orang Israel, tetapi manakah yang merupakan buah yang baik?. Jadi pada dasarnya di dunia ini ada dua agama besar yaitu pengikut Paulus (Kristen) dan pengikut nabi Muhammad (Islam). Sedangkan pengikut Yesus adalah orang2 Israel sendiri pada jaman dahulu saat Yesus masih hidup.

Jadi Aku dan Bapa satu yaitu satu dalam kosmos ruhani religius layaknya sepasang suami istri atau sepasang kekasih. Jadi Aku dan Bapa adalah satu bukan satu oknum tetapi satu religiusitas. Seperti halnya orang-orang Kristen yang ada dalam satu gereja merasa dirinya satu iman. Tetapi mereka bukan satu manusia melainkan banyak. Lihat ayat berikut :

Dan Aku telah memberikan kepada mereka kemuliaan, yang Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu, sama seperti Kita adalah satu: Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku. (Yohanes 17:22-23)

Tetapi sekali lagi pengaruh pagan yang kuat membuat orang-orang Yahudi susah memahami perkataan Yesus. Umat Yahudi pada saat itu sudah ratusan tahun dibawah pengaruh Yunani dan Romawi, sehingga ada kesan pemahaman tauhid mereka teracuni, dan yang terjadi selanjutnya adalah mereka ingin mencelakai Yesus.

Sekali lagi orang-orang Yahudi mengambil batu untuk melempari Yesus. Kata Yesus kepada mereka: “Banyak pekerjaan baik yang berasal dari Bapa-Ku yang Kuperlihatkan kepadamu; pekerjaan manakah di antaranya yang menyebabkan kamu mau melempari Aku?. Jawab orang-orang Yahudi itu: “Bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami mau melempari Engkau, melainkan karena Engkau menghujat Allah dan karena Engkau, sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diri-Mu dengan Allah.”(Yohanes10:31-33)

Jadi alasan utama kaum Yahudi ingin mencelakai Yesus yang berakhir dengan usaha membunuh Yesus diatas Salib adalah kesalahpahaman dari kaum Yahudi terhadap Yesus. Kaum Yahudi menuduh Yesus menyamakan dirinya dengan Allah.

0 Apakah Yesus Itu Firman Yang Mendaging?. Bagaimana Memahami Yesus Sebagai Firman.

Saudara Kristen selalu memahami firman sehingga Yesus dianggap Firman yang mendaging. Tentu kita harus membedakan apa itu firman dan apa itu daging. Firman adalah petunjuk, yang bisa dipindahkan dari satu pikiran orang kepada pikiran orang lain. Dan petunjuk ini biasanya dituangkan dalam tulisan. Sebelum orang mengenal tulisan biasanya petunjuk dituangkan dalam hafalan yang mana orang yang paling hafal mentransfer ke orang lain lewat suatu penceritaan.

Semua nabi dari Adam hingga nabi Muhammad boleh dibilang orang-orang yang hafal akan firman Tuhan, jadi jika saudara Kristen menganggap Yesus sebagai firman yang mendaging tentu keliru. Jika pahamnya demikian, berarti Adam, Ibrahim, Musa , Muhammad dan lainnya juga bisa dikatakan firman yang mendaging.

Jika Yesus dianggap firman yang mendaging, maka dari kecil sampai usia 30 tahun seharusnya tidak ada kata-kata yang terucap selain firman Tuhan. Tetapi ini adalah hal yang mustahil. Selama 30 tahun kehadirannya di dunia, pasti Yesus bercakap-cakap dengan orang-orang disekitarnya dimana konteksnya bukan sedang menyampaikan Firman!. Misalnya : Yesus sebagai seorang anak mengajak anak-anak lainnya bermain, Yesus sebagai anak kecil yang meminta ibunya agar dibuatkan sesuatu,Yesus sebagai seorang pemuda meminta ijin ibunya untuk mencari kayu bakar, layaknya seorang manusia bercakap-cakap dengan manusia lain membicarakan hidup sehari-hari dan dain-lain, tentu itu konteksnya bukan Yesus sedang menyampaikan Firman Tuhan!.


Pemahaman terdekat Saudara Kristen yang menganggap Yesus sebagai firman yang mendaging adalah karena Yesus lahir dari seorang perawan dimana Yesus dianggap sebagai penjelmaan Tuhan (Roh Tuhan), dimana Kristen mempunyai dogma bahwa Firman itulah Tuhan dan sesuatu tercipta oleh firman. 

Apakah benar Yesus lahir dari seorang perawan?. Untuk mengetahuinya anda harus membaca artikelnya Disini

Pemahaman ini merupakan pemahaman terdekat dengan Filsafat Helenisme (Plato), ataupun Yahudi sendiri. Jadi Firman menciptakan firman, dimana yang perlu digarisbawahi adalah bahwa dalam pemahaman Helenisme (Plato) dan (Yahudi), Firman (Tuhan) menciptakan firman (Makhluk) dengan tingkat berbeda. Dimana Tuhan sebagai Firman (God) memiliki kedudukan lebih tinggi terhadap firman (god).

Jauh sebelum Yesus lahir para pemikir filsafat semisal Plato, Philo dll berusaha mencari jalan untuk memahami hubungan antara Tuhan dan Manusia. Para pemikir sadar bahwa Tuhan itu tidak dapat di gambarkan dan diketahui jati diri-NYA. Dalam artian Tuhan itu misterius dan menciptakan dengan cara misterius pula.

Salah satu cara Tuhan dalam menciptakan sesuatu hanya dapat dimengerti oleh kalimat sebagai berikut: Dalam Kejadian 1:3 Allah berfirman : “Jadilah terang, maka terang pun jadi”. Dalam Al-Quran juga dikenal kalimat Kun Fayakun yang berarti :”Jadilah, maka terjadi”. Seperti dalam ayat berikut :… Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya: “Jadilah”, lalu jadilah dia. (QS 3:47)

Kalau kita perhatikan ayat Kejadian dan Al-Quran diatas, penciptaan terhadap sesuatu tercipta dengan Kalimat Allah. Kalimat Allah inilah yang kita ketahui sebagai Firman. Tetapi bagaimana untuk memahami Firman?. Untuk memahami firman kita bisa membaca di ayat Yesaya sebagai berikut :

Demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya. (Yesaya 55:11) 

Untuk memahami ayat diatas anda bisa menganalogikan firman sebagai suara yang keluar dari mulut anda. Ketika suara itu keluar dari mulut anda maka suara itu didengar oleh orang lain. Jadi ketika anda berhenti bicara, suara anda sudah berdiri sendiri menjadi sesuatu yang bebas. Suara bukan anda dan bukan orang lain yang mendengar suara dari anda. Tetapi dalam paham ke-Tuhan-an, meski suara sudah bebas ia tetap milik Allah yang bisa melakukan sesuatu atas kehendak Allah. Karena suara Allah punya kekuatan. Seorang raja memerintah juga dengan suara, yang mana terkadang suara itu dituliskan.
 
Jadi Firman adalah sesuatu yang diciptakan oleh Allah. Hal ini dapat kita pahami dari ayat Amsal 8:22 “TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala”.

Ayat diatas menerangkan bahwa permulaan berasal dari tidak ada. Menjadi ada karena diciptakan oleh Allah. Seperti Adam dan Hawa yang merupakan manusia pertama. Tetapi ada yang berpendapat bahwa kata menciptakan dalam Amsal 8:22 seharusnya diartikan “memiliki” seperti dalam Amsal 4:5 yang mana akar katanya sama-sama dari akar kata “qanah”. Tetapi meski ini dipahami “memiliki” apa lalu firman itu adalah Allah?. Coba anda lihat lagi pemahaman ayat Yesaya 55:1 diatas tentang suara. Suara awalnya memang milik kita karena kitalah yang bicara pertama. Tetapi ketika kita sudah berhenti bicara, suara itu menjadi barang bebas yang didengar oleh orang lain.

Tuhan memerintah alam semesta dengan Firman. Firman dianggap sebagai penghubung antara Allah yang tidak tampak dengan kehidupan manusia yang materiil. Dan firman dalam menghubungkan antara 2 alam yang beda sering memakai perantara, misalnya para nabi atau para malaikat. Para nabi dan malaikat dianggap sebagai pembawa firman yang menghubungkan antara alam Allah dengan Alam manusia. Karena lewat keduanyalah Allah sering bercakap-cakap dengan manusia.

Bagaimana jika ada yang berkata bahwa Firman adalah Allah?. Saudara-saudara Kristen mengatakan Firman adalah Allah. Hal ini bisa kita lihat dalam pembukaan ayat Yohanes sebagai berikut :

Pada mulanya adalah Firman ; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. “In the beginning was the Word, and the Word was with “God,” and the Word was “God”.

Yang menjadi pertanyaan adalah bagaimana ayat diatas dipahami?. Bagaimana memahami Firman sebagai Allah?.

Jika ayat diatas dipahami secara apa adanya dapat disimpulkan bahwa Firman adalah Allah dan segala sesuatu terjadi karena Firman. Boleh dibilang semua yang tampak maupun yang tidak tampak adalah Firman, berarti semuanya adalah Tuhan. Itulah mengapa dalam pemahaman Hindu juga ditemukan bahwa segala sesuatu adalah Tuhan. Tetapi seperti halnya konsep Dewa-dewa ada Dewa yang paling kuasa dan ada Dewa yang menjadi Bawahan. Filsafat ini merupakan filsafat kuno yang juga menjadi pemahaman filsafat bagi orang Yunani kuno dan orang-orang yang sepaham dengan mereka. Bahwa pada mulanya ada Dewa yang paling kuasa, kemudian Dewa yang paling kuasa ini menciptakan Para Dewa bawahan.

Itulah mengapa dalam Kitab Perjanjian Lama (Taurat) begitu kental dengan istilah Anak Tuhan. Anak Tuhan sebagai tuhan kecil (t kecil). T-uhan dan t-uhan jelas memiliki pengertian berbeda layaknya “God” dan “a god”. God adalah Tuhan itu sendiri yang Maha Pencipta sedangkan “a god” adalah sifat ketuhanan atau religiusitas yang ada pada diri seseorang. Saksi Yehowa juga memaknai Yohanes 1:1 dimana kata “Word” sebagai “a god” (The Word was a god).

Jadi dalam konsep Perjanjian Lama Tuhan berbeda dengan Firman. Layaknya dalam Islam, dalam Taurat Firman masih dipandang sebagai sesuatu yang dibuat oleh Tuhan tetapi bukan Tuhan. Lalu mengapa Yohanes bisa menuliskan ayat Yohanes 1:1 dimana Firman sebagai Allah?. Yang perlu dicermati adalah apakah ayat diatas ada kesalahan penulisan kata, ataukah salah di pemahaman kalimat?.

Kesalahan ini kemungkinan terjadi sejak Bible diterjemahkan dalam bahasa Barat. Kita mengetahui bahwa dalam tata bahasa barat mengenal huruf kecil dan huruf besar. Sedangkan dalam bahasa Yahudi atau Arab tidak mengenal huruf kecil dan besar. Sehingga ketika kata “Word” disandingkan dengan kata “God” bisa membuat salah pengatian. Dimana Hal ini jelas membuat pengertian yang berbeda antara “God” dan “god”. Coba perhatikan ayat diatas, ada dua kata God disana. Keduanya berhuruf G semua. Dalam kaidah Yunani seharusnya yang pertama huruf besar “G” dan yang kedua huruf kecil “g”. Mengapa?. kata God dalam “And the word was with God” adalah HO-THEOS yang berarti THE GOD. Sedangkan kata god pada kalimat “and the word was with god” adalah Ton-theos yang berarti a god(sifat ketuhanan).

Jadi dalam kalimat akhir “Firman adalah Tuhan” atau “The Word was God” seharusnya tidak diterjemahkan seperti itu. Dalam bahasa Yunani God = theos, mengindikasikan sebagai Bapa. Hal ini juga digunakan untuk menunjuk Tuhan Palsu (2 Korintus 4:4) , Tuhan-tuhan lain (1 Korintus 8:5), Orang-orang suci (Yohanes 10:34-35). Jadi akan menjadi suatu kebingungan bagaimana kita tahu kata theos itu mengacu ke siapa, apakah Bapa, Tuhan Palsu, Tuhan-tuhan lain atau manusia suci!. Sehingga Yohanes 1:1 seharusnya diterjemahkan sebagai berikut.

In the beginning was the Word, and the Word was with “the theos,” and the Word was “theos.” kata yang sama sebagai “In the beginning was the Word, and the Word was with “God,” and the Word was “a god.”

Kata “logos/Word” merupakan inspirasi Tuhan, kehendak tuhan, maksud Tuhan, seperti dalam ROMA1:19-Karena apa yang dapat mereka ketahui tentang Allah nyata bagi mereka, sebab Allah telah menyatakannya kepada mereka. 1:20-Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih.

Itulah mengapa Bapa Gereja Saint Agustine memandang bahwa ayat Yohanes 1:1 “ Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah” terdapat kesalahan penulisan yang fatal. Seharusnya ayat itu berbunyi sebagai berikut : “Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah (DARI) Allah”.

Jika kita memperhatikan ayat diatas jelas sekali bagaimana Allah menampakkan kuasanya yang tak bisa dipahami manusia kedalam sebuah ciptaan untuk menunjukkan kuasanya. Bahwa Tuhan mampu dan kuasa menciptakan segala sesuatu yang irasional. Jika Firman dikaji sebagai Allah sendiri dimana Allah adalah Yesus hal itu sangatlah tidak mungkin. Coba perhatikan surat Amsal berikut :

8:22 TUHAN telah menciptakan aku sebagai permulaan pekerjaan-Nya, sebagai perbuatan-Nya yang pertama-tama dahulu kala.
8:23 Sudah pada zaman purbakala aku dibentuk, pada mula pertama, sebelum bumi ada.
8:29 ketika Ia menentukan batas kepada laut, supaya air jangan melanggar titah-Nya, dan ketika Ia menetapkan dasar-dasar bumi,
8:30 aku ada serta-Nya sebagai anak kesayangan, setiap hari aku menjadi kesenangan-Nya, dan senantiasa bermain-main di hadapan-Nya;

Mari kita perhatikan, bahwa dalam Amsal 8:22 Tuhan memulai perkataan dengan Menciptakan. Tuhan telah menciptakan aku. Sehingga apabila Yesus dan bapa adalah satu pun harus dipahami sebagai kesatuan antara Tuhan dan ciptaan Tuhan.

Untuk memahami hubungan antara Tuhan dengan ciptaan-NYA (word-logos) kita bisa memahami dari beberapa ayat dibawah ini :

KEJADIAN 39:2 Tetapi TUHAN menyertai Yusuf (Word-logos), sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.

KELUARAN 19:17 Lalu Musa (Word-logos) membawa bangsa itu keluar dari perkemahan untuk menjumpai ALLAH dan berdirilah mereka pada kaki gunung.

Contoh yang paling nyata adalah ayat dalam “Wisdom of Solomon” yang dianggap Apokrifa dan ditolak oleh Kristen Modern dimana mengatakan sebagai berikut : Oh Tuhan dari ayahku dan Raja belas kasih yang telah membuat segala sesuatu dengan Firman ““O God of my fathers and Lord of mercy who hast made all things by thy word (logos)…”.

Dari keterangan ini dapat dipahami bagaimana Yesus diposisikan sebagai Firman. Yesus sebagai personifikasi dari kehendak Tuhan. Dalam Kolose 1:15 Dikatakan bahwa Yesus adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan. Juga dalam Yohanes 14:9…….Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa;….. Hal ini sama saja ketika Allah menggambarkan kehendaknya pada Yusuf dan Musa seperti ayat diatas.

Lihatlah ayat dibawah ini dimana pada ayat-ayat ini memiliki kata “pada mulanya/permulaan/awal” yang maknanya hampir sama :

Yohanes1:1 Pada mulanya adalah Firman (Word);…
Kejadian 1:1 Pada mulanya Allah menciptakan langit dan bumi.
Markus 1:1 Inilah permulaan Injil tentang Yesus Kristus, Anak Allah.
Yohanes 15:27 Tetapi kamu juga harus bersaksi, karena kamu dari semula bersama-sama dengan Aku.”

Jika kita perhatikan masing-masing penulis menggunakan kata “pada mulanya/permulaan/awal” dengan konteks yang berbeda-beda. Dalam konteks Yohanes 1:1 kata “pada mulanya” dipakai sebagai konteks bahwa alam semsesta dibentuk dengan Firman Tuhan. Jadi pada mulanya adalah Tuhan, Tuhan ingin membuat alam semesta, Tuhan dalam membuat alam semesta menggunakan Firman, apa Firman itu?. Firman sebagai Hasrat Tuhan, Keinginan, Ide, Gagasan dan sejenisnya.

0 Apakah Yesus Mempunyai Ayah Biologis Bernama Yusuf (Dilahirkan Dari Hasil Hubungan Biologis Dan Bukan Dari Kelahiran Perawan)?

Terkadang aku bertanya mengapa harus Yohanes yang membaptis Yesus, mengapa Yohanes begitu spesial, mengapa Yohanes hampir mirip dengan Yesus. Dari sini apakah proses kelahiran Yesus juga hampir sama kejadiannya dengan Yohanes?

Mat. 11:11Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis, namun yang terkecil dalam Kerajaan Sorga lebih besar dari padanya.

Ayat diatas sangatlah luar biasa menurutku, karena di antara mereka yang dilahirkan oleh perempuan tidak pernah tampil seorang yang lebih besar dari pada Yohanes Pembaptis. Sehingga Yohanes bisa dikatakan lebih hebat dari Yesus, karena Yesus juga dilahirkan dari seorang perempuan. Inilah Kisah Kelahiran Yohanes :

Lukas 1:36-37 Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."

Di akhir ayat 36 diatas disebutkan dengan kalimat “yang disebut mandul itu”, mengapa?. Sebenarnya Elizabeth adalah wanita mandul yang akhirnya memperoleh anak. Di Al Quran kisah Yohanes ini disebutkan sebagai berikut :

[QS 3.39-40]Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakaria, sedang ia tengah berdiri melakukan salat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang putramu) Yahya (Yohanes),yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh.” Zakaria berkata: “Ya Tuhanku, bagaimana aku bisa mendapat anak sedang aku telah sangat tua dan istriku pun seorang yang mandul?” Berfirman Allah: “Demikianlah, Allah berbuat apa yang dikehendaki-Nya”.

Sekarang mari kita lihat proses kelahiran Yesus menurut Alkitab Injil :

Menurut Talmud , Pesachim 113a : Nikahilah anak gadis sesegera mungkin meski itu budak sekalipun.

Ayat diatas dapat dipahami bahwa seorang gadis yang sudah matang (menstruasi) harus segera mungkin dinikahi meski itu budak. Dan kita tahu waktu pertama menstruasi masing-masing wanita beda-beda. Tetapi kurang lebih usia 10–14 tahun. Dan kita harus tahu bahwa di daerah-daerah yang masih konservatif dan tradisional, pernikahan muda itu sudah biasa.

Sekarang mari kita baca pernikahan Yusuf dengan Maria ibu Yesus. Menurut Chatolic Encyclopedia yang isinya catatan awal Kristen termasuk yang di apokrifakan (DISINI), dikatakan sebagai berikut :

“Ketika berumur 40 tahun, Yusuf menikahi seorang wanita bernama Melcha atau beberapa orang menyebutnya Escha, dan lainnya menyebut Salome. Mereka hidup 49 tahun bersama dan mempunyai 6 anak, 2 wanita dan 4 lelaki, yang termuda adalah James. Setahun setelah istrinya meninggal, para pendeta mengumumkan ke negara Judea bahwa mereka diharapkan menemukan pria terhormat di seluruh Judea untuk mengawini Maria. Setelah berumur 11 sampai 14 tahun , Yusuf yang saat itu berumur 90 tahun, pergi ke Yerusalem sebagai salah satu kandidat. Keajaiban Tuhan memilihkan Yusuf sebagai calon Maria. 2 tahun kemudian isyarat itu terjadi. Jadi kita sekarang tahu bahwa Maria mempunyai suami yaitu Yusuf yang merupakan ayah Yesus.

Lukas 3:23 Ketika Yesus memulai pekerjaan-Nya, Ia berumur kira-kira tiga puluh tahun dan menurut anggapan orang, Ia adalah anak Yusuf

Kesimpulannya adalah Yusuf yang berumur 90 tahun menikahi Maria ibunda Yesus yang berumur sekitar 11 sampai 14 tahun. Apakah ini bisa dibilang Pedofil?.


Umat Kristen sering menggunakan ayat Yesaya 7:14 untuk mendukung pendapat mereka bahwa Maria ibu Yesus adalah seorang perawan yang tak tersentuh laki-laki saat mengandung.  Apakah benar demikian?

Arikel ini aku ringkas dari artikel miliknya Dennis Bratcher yang bisa and baca DISINI. Artikel milik Dennis Bratcher tersebut berbahasa Inggris dan tentu dalam menterjemahkannya aku agak lumayan kesulitan. Jika disuruh menterjemahkan Novel Harry Potter mungkin lebih mudah. Itu karena dalam menterjemahkan juga harus memahami filosofinya. Untuk itu bagi anda yang bisa lebih baik dalam menterjemahkannya, bisa ditulis di kolom komentar. Adapun artikel itu aku ringkas sebagai berikut :

YESAYA 7:14
 hinneh ha‘almah harah veyoledet ben; veqara’t shemo ‘immanu ’el

KJV:Behold, a virgin shall conceive and bear a son, and shall call his name Immanuel.
NRSV:Look, the young woman is with child and shall bear a son, and shall name him Immanuel.

(Terjemahan Indonesia :.... Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan dia Imanuel)

Ayat di atas memiliki 5 bagian :

hinneh, sebuah partikel yang dapat diterjemahkan sebagai "lihat!" atau "lihatlah!" Namun, dapat melayani fungsi gramatikal lain dalam bahasa Ibrani.ha'almah, kata benda feminin dengan kata sandang tertentu, "perempuan muda." Kata benda ini secara tradisional telah diterjemahkan sebagai "perawan", namun penelitian mengungkapkan bahwa semakin besar kemungkinan berarti "seorang wanita muda usia menikah" (yaitu, cukup tua untuk memiliki anak) tanpa indikasi khusus dari apakah dia masih perawan . Hal ini tercermin dalam banyak terjemahan modern.harah, baik dalam bentuk kata kerja tunggal maskulin dalam perfect tense menandakan arti tindakan selesai "ia dikandung." Hal ini dapat digunakan secara metaforis seperti dalam Mazmur 07:15. Atau itu adalah kata sifat feminin yang berarti "hamil." Namun, karena konteksnya menentukan penggunaan dalam bahasa Ibrani, dan tidak ada referen maskulin dalam konteks ini, ini harus menjadi kata sifat feminin memodifikasi ha'almah kata benda feminin. Dengan kata lain, seperti tersebut dalam teks, itu bukan kata kerja sama sekali, tapi sebuah kata sifat yang harus diterjemahkan "hamil [wanita muda]."veyolédet, sebuah participle tunggal feminin dari kata kerja "untuk melahirkan," dengan awalan penghubung. Awalan itu dapat diterjemahkan "dan" dalam beberapa kasus, tetapi juga melayani fungsi tata bahasa dan sintaksis lainnya.ben, kata benda yang berarti tunggal maskulin "anak".

Dalam Yesaya 7:14 kata hinneh diikuti oleh partisip tunggal feminin "melahirkan" (yoledet). Subyek dari kontruksi kalimat adalah kata benda "perempuan muda" (ha'almah). Jika kita memahami sintaks kalimat ini, kemudian hinneh ditambah fungsi partisip sebagai kata kerja utama, kalimat akan berbunyi : "Wanita muda akan melahirkan." Kata sifat kemudian akan menggambarkan "perempuan muda" sebagai "hamil." Keanehan dari konstruksi kalimat ini adalah penanda penghubung (ve) sebelum partisip, yang biasanya tidak akan terjadi pada kalimat ini.

Sehingga dalam terjemahan selanjutnya ditulis sebagai berikut :

Dalam text Ibrani diartikan sebagai : “The pregnant young woman is about to give birth to a son” (Wanita hamil yang masih muda akan melahirkan anak laki-laki)

Dalam text Inggris diartikan sebagai : "The young woman who is pregnant is about to give birth to a son . . ." (Wanita muda yang sedang hamil akan melahirkan anak laki-laki)

Di sini, penjajaran "wanita muda" dan "hamil" dapat dipahami sebagai "perempuan muda [adalah] hamil."

Sebagai pembanding ayat misalnya Yesaya 7:14 dengan Hakim-hakim 13:3, dimana dalam terjemahan bahasa inggris secara penulisan gramatikal hampir sama, yaitu :

KJV (Yesaya 7:14): Behold, a virgin shall conceive and bear a son, ....
NRSV (Hakim-hakim 13:3) : ".....for you shall conceive and bear a son...."
artinya : ..engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki ...

Pada ayat Hakim-hakim 13:3 jika secara lengkap ditulis akan berbunyi sebagai berikut :

13:3Dan Malaikat TUHAN menampakkan diri kepada perempuan itu dan berfirman kepadanya, demikian: "Memang engkau mandul, tidak beranak, tetapi engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki.

 
Penekanan dalam Yesaya 7:14 adalah bukan pada keperawanan ibu, tetapi pada kelahiran imanen anak dan nama anak.

Yesus memang terlahir karena Mukjizat, jika bukan karena "Kelahiran Perawan" lalu apa?. Nah letak mukjizatnya kemungkinan sama dengan yang dialami oleh Yohanes diatas. Dalam artian proses mengandungnya Maria kemungkinan sama dengan yang dialami oleh Elizabeth. Tetapi mungkin anda akan bertanya, apakah Maria mandul?. Sebenarnya bukan Maria tetapi kemungkin Yusuf suami Maria.

Lukas 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.
 
Kedua ayat diatas menerangkan bahwa Malaikat Jibril (Gabriel) menginformasikan bahwa Maria akan mempunyai anak. Tetapi Maria menjawab “bagaimana mungkin orang yang belum bersuami mempunyai anak (Maria mengira mempunyai anak saat itu juga)?”. Malaikat menjawab : “Atas kuasa Allah hal itu akan terjadi” (Yang dimaksudkan Malaikat nanti setelah menikah)

Kita bisa mentafsirkannya sebagai berita yang disampaikan Jibril kepada Maria untuk masa yang akan datang, yaitu setelah Maria bersuami. Karena pengartian yang sebenarnya bukan Yesus dilahirkan dari Seorang Perawan tetapi Yesus dilahirkan dari wanita dewasa (sudah bisa melahirkan). Wanita yang sudah bisa melahirkan bisa saja sudah 1 tahun menikah atau lebih (sudah tidak perawan). Kalau diibaratkan itu wanita yang baru bisa hamil setelah satu bulan menikah atau lebih.  Dan ini sebenarnya lebih sesuai dengan Kesaksian Lukas daripada saksi yang lain.
  

MENURUT LUKAS

Lukas 1:34 Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?”Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. ====>Merujuk ke waktu depan, dimana menurut Lukas Maria hamil setelah bertunangan dan hidup sebagai suami istri dengan Yusuf.

Agar lebih jelas sebaiknya kita baca ayat-ayat Lukas sebelumnya :

1:26 Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret,
1:27 kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.
1:28 Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.”
1:29 Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
1:30 Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah.


Seperti kita ketahui bahwa umat Yahudi menuduh Maria Berzina. Tuduhan ini bisa kita lihat dalam 2 sisi. Baik dari sisi Lukas atau Matius.

dari sisi Lukas latar belakang tuduhan Zina kepada Maria kesimpulan sementaranya adalah kita baca lagi kisah dimana umur Yusuf 90 -92 tahun saat menikahi Maria yang berumur sekitar 11-14 tahun. seorang pria berumur 90 tahun tentulah seorang yang sudah tua sekali. dan Maria umurnya sangat muda sekali. Manusia yang berumur tua sekali kemungkinan sudah tidak memproduksi sperma yang aktif dan wanita berumur 11-14 tahun kemungkinan juga belum menghasilkan sel telur secara sempurna.

Jadi ada kemungkinan di awal-awal pernikahan Yusuf dan Maria mereka mengalami nasib seperti Elizabeth dan Zakaria dimana tidak punya anak. Dan Yusuf  sudah yakin tidak akan bisa mempunyai anak. Tetapi karena saat Maria bertunangan dengan Yusuf (Lukas 1:26-30) Malaikat Jibril pernah mengabarkan bahwa Maria akan punya anak, maka Maria mengandung dalam pernikahan mereka. Dan orang-orang Yahudi menjadi bertanya-tanya…… “bagaimana mungkin Maria bisa punya anak (mengingat usia Yusuf)?”, sehingga beredarlah kabar bahwa Maria berzina dengan orang lain untuk memperoleh anak.  Sehingga Yusuf merasa malu dan berniat menceraikan Maria.

Matius 1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.

Atas fitnah orang-orang Yahudi bahwa Maria telah berzina, Bible tidak mempunyai jawabannya. Al-Quran lah yang meiliki jawaban atas hal itu. Sebagaimana firman Allah :

maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih dalam ayunan. (QS. 19:29).

Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al-Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang berbakti di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali. (QS. 19:30-33).

*Soal tuduhan fitnah Maria telah berzina bisa dibaca Disini 

MENURUT MATIUS.

Dari sudut pandang Matius memang ayat-ayat Lukas  diatas akan terkesan bertolak belakang dengan ayat-ayat dari Matius 1: 18-23

1:18 Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.
1:19 Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam.
1:20 Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi dan berkata: “Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus.
1:21 Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka.”

Dari penjelasan diatas tampak bahwa saksi antara LUKAS dan MATIUS bertolak belakang. 

MENURUT LUKAS MARIA HAMIL SETELAH BERTUNANGAN DAN MENIKAH DENGAN YUSUF, SEDANGKAN MENURUT MATIUS MARIA SEBELUM BERTUNANGAN DAN MENIKAH DENGAN YUSUF SUDAH HAMIL DULUAN

Dari sini tampak Jelas bahwa mengandungnya Maria lebih kuat setelah dia menikah dengan Yusuf daripada tidak. Karena jika sebelum menikah Maria sudah mengandung dan tuduhan Zina dilontarkan orang Yahudi, maka Maria tidak akan bisa lolos meski Bayi Yesus membela dan kemungkinan bisa dihukum rajam sampai mati, mengingat hukum taurat keras. Tetapi bahwa ternyata Maria diselamatkan oleh ucapan bayi Yesus (Dalam Al-Quran) dimana juga diperkuat bahwa Maria memang sudah menikah dengan Yusuf dan bahwa kehamilannya merupakan mukjizat seperti halnya Elizabeth istri Zakaria.

Jadi ayat Matius 1:18 kemungkinan masih lemah dalam hal ini (alias tidak memberikan informasi yang akurat!). Hal ini bisa kita baca secara lengkap  pada Lukas 1 :26-36, dimana berita kehamilan Maria diberitakan oleh Malaikat Gabriel setelah Maria bertunangan dengan Yusuf. Sedangkan menurut Matius 1:18 , Maria sudah hamil saat bertunangan dengan Yusuf.

ARTIKEL TERKAIT : 
 

Bucu-Bucu Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates