![]() | ||
| Kasih Ibu sepanjang masa...... |
-- dalam puisi Ibu, D. Zawawi Imron --
Tentu ada argumentasi tersendiri kenapa Ibu menjadi bagian paling penting dari sisi kepenyairan seorang Zawawi, pikir saya waktu itu. Diksi Ibu seolah menjadi spirit paling purba dari eksistensi perjalanan hidupnya. Ibu adalah mata angin yang menunjukkan keyakinan ketika ia kehilangan arah di tengah badai samudera. "Kalau aku berlayar, lalu datang angin syakal, Tuhan yang Ibu tunjukkan sudah aku kenal.." tulis Zawawi dalam sajaknya.
Maka ketika iseng membuka folder-folder di laptop saahabtku seminggu yang lalu, saya temukan satu file dengan title Video Renungan Umum. Saya pun menyetelnya menggunakan Gom Player. Masya Allah, betapa agungnya cintamu, Ibu, di saat anak-anakmu jarang memperhatikanmu! Seru saya kala itu.

