0 Jalur Pendakian Gunung Sumbing

Gunung Sumbing merupakan gunung bertipe strato (kerucut), dengan ketinggian 3.371 m dpl. Gunung ini terletak di kawasan kabupaten Wonosobo, tepatnya di daerah Temanggung, Jawa Tengah. Kondisi puncaknya terdiri atas tebing batu cadas yang menjulang tinggi dan disekitarnya banyak dijumpai kawah - kawah kecil yang mengeluarkan asap belerang. Puncak Gunung Sumbing terdiri atas dua puncak, Puncak Buntu, dengan ketinggian 3.362 m dpl dan puncak Kawah, dengan ketinggian 3.372 m dpl.

Lereng Gunung Sumbing merupakan salah satu kawasan yang rawan tanah longsor karena terlalu luas dieksploitasi lahannya untuk ladang tembakau dan sayur - sayuran. Menurut ahli konservasi dari UGM lereng Gunung Sumbing mempunyai tingkat erosi yang paling tinggi diantara gunung-gunung yang berada di sekitarnya sehingga bila kita mendaki gunung ini sejauh mata memandang akan terlihat hampir separuh lereng gunung sudah merupakan daerah perladangan.
Untuk mencapai puncak Gunung Sumbing terdapat satu jalur utama yaitu lewat Kampung Butuh, Desa Garung, Wonosobo. Desa Garung merupakan desa yang terletak di kaki sebelah kanan Gunung Sumbing dan sebelah kiri lereng Gunung Sindoro. Masyarakat desa ini sebagian besar bermata pencaharian dengan bertani. Jumlah penduduk desa Garung juga tidak terlalu banyak tapi kelihatan sangat makmur.
Desa Garung (1.543 m dpl) merupakan desa terakhir menuju ke puncak Gunung Sumbing, dapat dengan mudah kita capai karena letaknya yang dilalui jalur Bus/minibus dari arah Magelang menuju ke Wonosobo atau sebaliknya.
Dari Magelang kita naik bus jurusan ke Wonosobo dan turun sebelum Kota Wonosobo sekitar 16 Km tepatnya di Gapura Desa Garung (Pasar Reco). Untuk mencapai jalan pendakian yang menuju ke puncak Gunung Sumbing dari Gapura Desa Garung kita menuju ke Kampung Butuh melalui jalan berbatu, sekitar 0,5 jam dengan jalan kaki atau naik ojek.
Setelah sampai di Kampung Butuh, kita melapor pada pak Zamroni, Kamituwo kampung ini untuk minta ijin pendakian ke Gunung Sumbing. Di rumahnya ini kita bisa bermalam untuk melanjutkan pendakian esok hari atau istirahat sebentar dan melanjutkan pendakian pada malam hari. Untuk kebutuhan air sebaiknya dipersiapkan dikampung ini, karena selama perjalanan kepuncak tidak ada mata air dan kalau kita memerlukan pemandu gunung (porter) kita bisa mendapatkan di desa ini.
Dari Kampung Butuh ini terdapat dua jalur pendakian yaitu Jalur Baru dan Jalur Lama. Jalur Baru di buka karena jalur lama sudah terkena erosi yang menyebabkan jalur agak sulit untuk dilalui. Panjang jalur dari Desa Garung sampai ke puncak Gunung Sumbing lewat jalur lama, 7 Km dan Jalur Baru, sepanjang 0,5 Km.

Jalur Lama
Dari Kampung Butuh, perjalanan kita lanjutkan menuju perbatasan antara hutan dengan ladang jaraknya sekitar 4,5 Km dari kampung Butuh, maka kita akan sampai di Boswisen. Di Boswisen ini terdapat sungai kecil, bila musim hujan terdapat air dan bisa kita pergunakan untuk keperluan memasak dan minum.
Setelah sampai di Boswisen perjalanan kita teruskan menuju pertigaan yang dinamakan Bukit Genus, sekitar 2 jam melalui tanjakan - tanjakan yang cukup melelahkan. Setelah sampai di Bukit Genus kita bisa beristirahat sebentar sambil menikmati pemandangan karena lokasinya yang cukup datar, lalu perjalanan kita teruskan lagi melewati banyak tanjakan terjal menuju Pestan atau Pasar Setan (2.437 m dpl), selama 2 jam perjalanan. Kawasan Pestan banyak di tumbuhi rerumputan, dan seringkali terjadi badai yang menerpa wilayah ini sehingga mengakibatkan bahaya saat melakukan pendakian.
Catatan
Pendakian yang paling ramai pada bulan Agustus - September. Menurut data di buku pendakian di Kepala Desa pendaki tiap tahun dapat mencapai 5.000 orang. Untuk mencari penginapan kita bisa ke Kota Wonosobo karena di Desa Garung tidak ada penginapan. Bila kita ingin menikmati perjalanan di kawasan Gunung Sumbing kita bisa menuju ke Wisata air terjun Curuk Duwur, yang terletak sekitar 2 Km dari pusat Desa Garung/Butuh. Dari Desa garung kita juga bisa meneruskan perjalanan ke kota Wonosobo dan langsung menuju ke Lembah Dieng (lihat catatan Di Gunung Sindoro). Jika kita mengalami keadaan darurat kita bisa menghubungi Karang Taruna Desa Garung atau menghubungi Pos Penjagaan Polisi di Kledung dengan frekwensi 147,940 Mhz atau Polsek Wonosobo dan Magelang dengan frekwensi 147.000 Mhz dan disini akan dilakukan koordinasi lebih.
Dari Pestan jalan semakin curam dan agak sulit di lalui sepanjang 0,5 Km, kita akan menemui batu besar, yang dapat dipergunakan sebagai tempat berlindung dari hembusan angin yang keras, tempat ini dinamakan Batu Kotak.
Dari Batu Kotak perjalanan kita teruskan menuju di kawasan Tanah Putih, sekitar 1 jam perjalanan lalu kita dapat langsung menuju ke puncak. Dari Batu Kotak untuk mencapai puncak Gunung Sumbing membutuhkan waktu 2-3 jam lagi perjalanan pendakian.

Jalur Baru
Bila kita ingin melewati jalur baru dari Kampung Butuh kita menuju ke kawasan Boswisen sebelah barat yang membutuhkan waktu 2 jam perjalanan, melewati jalan berbatu dan menanjak. Boswisen merupakan batas ladang dan hutan pinus milik PERHUTANI dan terdapat pondok yang merupakan Pos I. Pos ini bisa dipergunakan untuk bermalam bila kita tidak bermalam di desa dan pagi harinya kita meneruskan perjalanan.
Dari Pos I Perjalanan kita lanjutkan menuju ke pos II yang dinamakan Pos Gatakan, sekitar 3 Km. Dari pos II perjalanan kita lanjutkan sampai menemui pertigaan, yang merupakan pertemuan jalur lama dan jalur baru, sekitar 1-1,5 jam. Seterusnya perjalanan kita teruskan melewati jalur lama menuju ke puncak. Puncak Gunung Sumbing berbentuk kaldera kecil yang bergaris tengah 800 meter, dengan kedalaman 50-100 meter dan beberapa puncak yang runcing dan sulit untuk dicapai. Dari Desa Garung ke puncak membutuhkan waktu 7-8 jam perjalanan, sedang turunnya membutuhkan waktu 5 jam.


0 Gunung Patuha

Bandung, sebagai kota wisata, tak pernah sepi dari objek-objek menakjubkan. Kota berhawa dingin ini memang gudangnya tempat wisata yang tepat untuk melepas penat di tengah hiruk pikuk metropolitan.
Seperti kawasan Hutan Bandung Selatan yang menawarkan eksotiknya Kawah Putih. Sebuah kawah besar yang mengandung cairan belerang, terletak di lereng gunung Patuha, kecamatan Ciwidey, Kabupaten Bandung. Terletak kurang lebih 45 km dari selatan kota Bandung, berada di antara jalur Ciwidey - Situ Patengan

Menuju lokasi danau Kawah Putih, dari pintu masuk hingga ke kawah jaraknya sekitar 5 km atau bisa ditempuh sekitar 20 menit. Melalui jalan beraspal yang berkelok-kelok dengan pemandangan hutan tanaman Eucalyptus dan hutan alam dengan aneka ragam species hutan hujan tropis.
Selain bisa ditempuh dengan menggunakan kendaraan, dapat pula ditempuh dengan berjalan kaki atau lintas jalan kaki sejauh 7 km dari objek wisata alam Punceuling, melalui jalan setapak hutan alam. Meski perjalanan agak melelahkan, namun di sepanjang perjalanan akan terhibur dengan suasana hutan alam dan udara segar dan bersih. Bagi petualang, jalur ini menjadi alternatif yang cukup menantang hingga mencapai objek wisata kawah.

Kawah putih berada di ketinggian 2.194 m meter di atas permukaan laut, terbentuk saat terjadi letusan gunung Patuha sekitar tahun 1000-1200. Sekarang kawah ini sudah relatif stabil, dengan tidak adanya aktivitas aliran magma yang membahayakan sejak tahun 1600.
Sebelum ditemukan Kawah Putih di puncak Gunung Patuha, masyarakat menganggap puncak itu sebagai daerah yang angker, tak seorang pun berani menjamahnya. Bahkan, karena angkernya, burung yang melewati kawah pun akan mati. Kisah-kisah turun-temurun yang beredar di kalangan penduduk setempat menyebutkan, puncak Gunung Patuha dulu merupakan tempat pertemuan para leluhur Bandung Selatan.
Puncak tertinggi Gunung Patuha dinamakan Puncak Kapuk. Konon di situlah para leluhur berembuk memperbincangkan kesejahteraan dan keamanan masyarakat melalui penjagaan kelestarian hutan.
Penduduk setempat juga mengatakan, makam para leluhur itu dipercaya berada di Puncak Kapuk. Pada waktu-waktu tertentu, sering ada orang yang kawenehan (secara kebetulan) melihat seekor domba yang bulunya hijau mirip lukut, sehingga disebut domba lukutan, dan dipercayai sebagai ternak peliharaan para leluhur tadi.
Misteri keindahan danau Kawah Putih baru terungkap tahun 1837, oleh seorang ilmuwan Belanda peranakan Jerman, Dr. Franz Wilhelm Junghun, yang juga seorang pengusaha perkebunan Belanda yang mencintai kelestarian alam.
Saat itu, Junghun mengadakan perjalanan ke Gunung Patuha, dia sempat bertanya pada masyarakat setempat tentang suasana alam yang dirasakannya sangat hening dan sunyi itu. Ternyata dia mendapat jawaban, bahwa di kawasan tersebut merupakan daerah angker sebagai kerajaan jin dan tempat bersemayamnya roh para leluhur. Kondisi lembah Gunung Patuha pada waktu itu masih berupa hutan lebat, dipenuhi pohon-pohon kayu jenis lokal, seperti rasamala, saninten, huru, samida, dan lain sebagainya.
Namun, Junghuhn tidak mempercayai cerita itu begitu saja, sambil melanjutkan perjalanan menembus hutan belantara hingga akhirnya menemukan sebuah danau kawah yang indah. Dari dalam danau itu keluar semburan lava bau belerang yang menusuk hidung. Ternyata kondisi belerang yang sangat tinggi itulah yang menyebabkan burung enggan terbang di atas permukaan kawah.
Meski sudah ditemukan, keindahan danau Kawah Putih tetap saja tak dikenal dan belum bisa dinikmati oleh masyarakat luas. Hingga 1987 PT Perhutani (Persero) Unit III Jabar dan Banten mengembangkannya menjadi sebuah objek kunjungan wisata.
Popularitas Kawah Putih mulai meningkat. Apalagi lokasinya merupakan satu rangkaian dengan objek-objek wisata hutan Bandung Selatan lainnya, seperti Rancaupas dan Cimanggu.
Rancaupas sudah sejak lama menjadi areal penangkaran rusa. Di dekat areal penangkaran rusa, terdapat bumi perkemahan yang selalu padat pada musim liburan sekolah, terutama pada bulan Juli-Agustus. Cimanggu merupakan kolam renang air panas yang cukup luas. Dilengkapi kamar-kamar mandi khusus juga beberapa cottage.

Kawah Putih memang menakjubkan, baik dari sosok penampilannya, maupun dari aspek kelestarian lingkungannya. Cekungan seluas 25 hektar itu berair keputih-putihan.
Air danau kawahnya selalu berubah-ubah warna. Terkadang berwarna hijau apel dan kebiru-biruan, bila terik matahari dan cuaca terang, terkadang pula berwarna coklat susu, kuning terang dan yang paling sering dijumpai adalah berwarna putih disertai kabut tebal di atas permukaan kawah.
Bahkan, tatkala sore hari, air danau kawah pun, tiba-tiba pasang surut. Selain permukaan kawah yang berwarna putih, pasir dan bebatuan di sekitarnya pun didominasi warna putih. Karenanya kawah itu dinamakan Kawah Putih. Mirip dengan Danau Kalimutu.
Bila malam hari berkunjung ke Kawah Putih, keajaiban alam pun akan terjadi. Sekitar pukul 21.00, saat langit cerah dengan disinari bintang-bintang, dari danau kawah putih terlihat pancaran cahaya terang kehijau-hijauan menghiasi kawah. Kemudian, dari bias cahaya berwarna hijau itu, membentuk sebuah lingkaran yang mampu menerangi seluruh lokasi kawah. Benar-benar menakjubkan untuk dilihat.
Keberadaaan danau Kawah Putih di puncak Gunung Patuha yang menurut penelitian masih tergolong aktif itu di batasi oleh dinding bebatuan terjal di sebelah utara dan di sebelah barat masih terdapat pancaran kawah yang bergolak. Jika ingin lebih dekat kawah bisa melalui pintu masuk di sebelah timur. Tak jauh dari lokasi kawah terdapat sebuah gua buatan sedalam 5 meter.
Keindahan kawah pun bisa dinikmati lebih dekat lagi, sambil berjalan santai atau pun duduk-duduk pada shelter-shelter. Sementara beraneka jenis flora dan fauna bisa dijumpai di sekitar kawah, seperti tanaman Cantigi dan Lemo, yang berbau harum seperti minyak lawang. Khasiat tanaman Lemo, dapat mengusir binatang berbisa seperti ular. Selain itu terdapat pula tanaman Vaccinium sebagai vegetasi khas daerah kawah.
Bila kita akan naik ke puncaknya bisa mendapati bunga Eidelweis. Adapun jenis fauna yang sering muncul, antara lain elang, monyet, kancil, babi hutan serta macan kumbang dan tutul.
Keindahan danau Kawah Putih Gunung Patuha, memang sangat mempesona dan menakjubkan. Bahkan, jika sudah mengetahui keajaiban alamnya, pasti akan mengatakan tak ada kawah yang seindah Kawah Putih.
Karena keindahan alamnya, Kawah Putih sering dijadikan tempat syuting film dan sinetron. Ditunjang jalan yang cukup mulus, dari jalan raya Ciwidey hingga ke areal parkir di dekat kawah, maka pengunjung Kawah Putih dari hari ke hari terus berjubel.
Tertarik untuk menikmati keindahannya? Siapa tau bisa ketemu artis waktu ada syuting. Lumayan khan?

Sumber: KapanLagi.com

Posting lebih lengkap tentang Gunung Patuha sedang saya susun. Ditunggu Yaa..
salam, Blackmamba..


0 Jalur Pendakian Gunung Gede - Pangrango

Sabar ya, Posting lengkapnya lagi saya bikin. di usahaan selengkap - lengkapnya deh. Informasi tarif kendaraan, Tarif masuk, tarif Guide dan porter, info registrasinya, DLL.
untuk sementara, silahkan baca artikel yang ini dulu. Artikel ini saya kutip di situs WIKIMU.com, Edisi Jum'at, 24 - 10 - 2008 oleh: mbak Ritapunto.
numpang kutip ya mbak, Tenkyu...

Gunung Gede (2958 mdpl) dan gunung Pangrango (3019 mdpl) terletak pada posisi 106' - 107' BT dan 64' -65' LS, secara administratif berada di kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Bogor. Gn. Gede merupakan Gn. api Strato yang usianya lebih muda dibanding kembarannya Gn. Pangrango yang pasif. Kedua gunung yang sangat terkenal di Jawa Barat ini merupakan obyek favorit para peneliti dan ahli konservasi tumbuhan melakukan penelitian sejak beberapa abad yang lampau, ditandai dengan adanya pembukaan jalur tenggara oleh Sir Thomas Raffles (1811) selanjut oleh C.G.C Reinwardt (1819) dan eksplorasi penting lainnya yang dilakukan oleh saintis dalam dan luar negeri.

Curah hujan tejadi pada bulan Oktober - Mei (kalo belum berubah akibat global warming), karenanya sangat baik mendaki pada bulan Juni - September, situasi crowd dan merupakan bulan puncak pendakian terjadi setiap bulan Agustus, tepatnya setiap tanggal 17 Agustus karena ada upacara bendera di alun - alun Surya kencana Gn. Gede.

Akses Pendakian

1. Jalur Cibodas Cipanas, adalah jalur yang resmi yang paling sering dilalui pendaki dan paling aman.
2. Jalur Gunung Putri Sukabumi, jalur singkat menuju Gn. Gede (2958 mdpl), sebelum mencapai puncak bisa istirahat dulu di alun-alun Surya Kencana
3. Jalur Selabintana Sukabumi, jalur liar yang tidak disarankan bagi pendaki pemula dan sangat terjal serta sering muncul kabut yang menghalangi pandangan.
4. Jalur Situgunung Sukabumi, masuk dari taman rekreasi Situgunung, jalur yang dangerous untuk didaki tanpa persiapan matang, ada air terjun Sawer di ketinggian 1200 mdpl dengan sungai yang cukup lebar.

Jalur Pendakian: Cibodas - Cipanas

* Dari Bandung via Cianjur atau dari Jakarta via puncak turun di pertigaan Cibodas, dilanjutkan ke arah kebun raya
* Dari Kebun raya Cibodas menuju mencapai puncak Pangrango kira-kira 12 km. Sebelum mendaki wajib lapor ke posko pendakian.
* 2 kilometer selepas Cibodas, jalan landai dan nyaman memotong Ciwulan, di sini bisa rehat sejenak di Telaga Biru sungguh menyenangkan.
* Telaga Biru ada di ketinggian 1575mdpl, daerah vegetasi submontana bisa ditemukan Owa Jawa dan pohon Rasamala raksasa, setelah melintasi Panyancangan Kuda teruslah mendaki menuju ketinggian 1625mdpl menuju pertigaanCibeurem dan mampirlah di air terjun Cibeureum yang indah. Ada beberapa air terjun yang bisa dinikmati seperti air terjun Ciwalen, Cikundul dimana airnya berasal dari sungai yang sama. Akan terlihat anggrek Lumut Merah (sphagnum gedeanum) sebagai nuftah endemik yang tumbuh di tebing-tebing dilalui oleh kelelawar yang keluar masuk dari Goa Lalay
* Kira-kira sejam perjalanan ketemu sungai air panas diatas ketinggian 2150 mdpl, suhunya air panasnya berkisar 75' c tetapi bisa berubah menjadi sangat dingin saat hujan turun, pemandangan sangat beraura mistis karena banyaknya kepulan dari uap air dari batuan lava, teruslah mendaki sampai tiba di Lebak Saat atau lembah tanpa air. Bisa dijumpai aliran air yang bening, biasanya tempat ini dijadikan kamp untuk bermalam sebelum melanjutkan ke Kandang Batu.
* Dari Kandang Batu lintasan mulai menanjak dan terjal, banyak material batu akibat letusan Gn. Gede, terus mendaki menuju Kandang Badak yang bisa diempuh sekitar sejam.
* Dinamakan Kandang Badak karena pos ini kadang becek jika hujan turun, pos yang berada di ketinggian 2395 mdpl akan menemukan persimpangan. Yang ke kiri menuju puncak Gede, dan yang ke kanan menuju puncak Pangrango.
* Sebelum mendaki puncak, siapkan bekal air yang cukup karena perjalanan menuju puncak bisa ditempuh sekitar 3-4 jam melewati vegetasi Sub Alpin yang rimbun dan lebat. Puncak Pangrango jarang didaki karena datarannya sangat rimbun dan sepi, dari sini terlihat alun-alun Mandalawangi. Jika malam hari berada dipuncak ini dan cuaca cerah bisa melihat kota Jakarta seperti kumpulan kunang-kunang
* Jika ingin ke puncak Gede dari Kandang Badak belok ke kiri menuju puncak Gede ditempuh dalam waktu 2 jam melewati Tanjakan Setan, selepas tanjakan akan ditemukan kawah Ratu dan Kawah Wadon, kawah Baru,kawah Lanang serta kawah Sela dan terakhir kawah gunung Gede di ketinggian 2958 mdpl dengan uap belerang yang menyengat.

0 Jalur Pendakian Gunung Ciremai

Ini adalah Posting sementara, Saat ini saya sedang mempersiapkan iformasi - informasi tentang segala hal yang berhubungan dengan jalur pendakian gunung ciremai. Artikel ini saya dapat di situs beritacirebon.com edisi 6 juni 2009.

Mengenal Jalur Pendakian Gunung Ciremai

Bagi anda khususnya yang akan melakukan pendakian ke Gunung Ciremai, tentunya harus memperhatikan rambu-rambu dan jalur pendakian yang resmi. Jika tidak, bisa jadi akan tersesat.

Ada tiga pilihan jalur pendakian Gunung Ciremai, yakni melalui jalur Linggarjati Desa Linggajati Kecamatan Cilimus, jalur Palutungan Desa Cisantana Kecamatan Cigugur dan jalur pendakian Apuy Kabupaten Majalengka.

Jika ingin lebih mudah, jalur Palutungan Desa Cisantana Kecamatan Cigugur, Kabupaten Kuningan, bisa menjadi pilihan. Pasalnya, jalur ini dikenal merupakan jalur pendakian track paling mudah, dengan jarak tempuh kurang lebih 10 kilometer untuk sampai ke puncak Gunung tertinggi di Jawa Barat itu.

Di sepanjang jalur terdapat sembilan pos istirahat antara lain Pos Palutungan, Cigowong, Kuta, Pangguyangan Badak, Arban, Tanjakan Asoy, Pasanggrahan, Guha Walet yang selanjutnya sampai puncak Gunung Ciremai.

Tapi jika ingin lebih menantang memang jalur pendakian Linggarjati cocok bagi anda pendaki handal. Memang jalur yang satu ini paling menantang dibandingkan jalur-jalur pendakian dua jalur pendakian lainnya, dan banyak diminati para pendaki karena merupakan track tersulit diantara jalur lainnya..


Jalur ini kurang lebih sepanjang 8,6 kilometer untuk sampai ke puncak dan terdapat sembilan pos pendakian dengan suguhan pemandangan hutan hujan yang alami. Untuk menuju jalur ini pendaki dapat melalui pintu masuk Linggarjati dan hanya jarak kurang lebih satu kilometer dari Gedung Naskah Perundingan Linggarjati.

Berbeda dengan jalur pendakian Apuy, yang dapat ditempuh dengan menggunakan dua alternatif jalan lainnya yaitu 12,5 kilometer dari Desa Babakan Kaler dan 15 kilometer dari Desa Cibuluh Kabupaten Majalengka.

Jalur pendakian ini dengan jarak kurang lebih delapan kilometer menuju puncak Gunung Ciremai, dan ada .lima pos istirahat dan dikenal track pendakian termudah sama halnya dengan jalur Palutungan. (BC-99)

Mohon maaf atas ketidaknyamanan sobat - sobat pendaki. info lebih lengkap seputar pendakian gunung ciremai akan saya posting secepatnya. terimakasih..
Blackmamba

0 Cara mengetahui tanggal pertama kali Blog atau Website dipublish

Untuk mengetahui kapan suatu website atau blog pertama kali dipublish dan terindex di google, begini caranya :
Jalankan browser kemudian buka google.com
Masukkan kata kunci pada kolom pencarian, kata kuncinya yaitu: inurl:http://komputertipstrik.blogspot.com (silakan ganti alamat url sesuai dengan web yang anda inginkan), contoh lain misal: inurl:http://www.detik.com
kemudian Klik search
Read more

0 Jalur Pendakian Gunung Guntur

Gunung guntur memiliki ketinggian 2.249 Mdpl. Merupakan salah satu gunung api aktif yang berada di kabupaten Garut. Gunung ini pertama didaki oleh pendaki berkebangsaan prusia – Jerman, Frans Junghun pada tahun 1837. Pada saat itu Junghun memasukkan gunung ini pada golongan gunung – gunung api paling aktif di Jawa. Gunung ini memiliki dua sumber mata air, yaitu sumber air panas yang mengalir ke Cipanas yang kemudian dimanfaatkan sebagai wisata pemandian Cipanas, dan yang satu lagi sumber air dingin yang mengalir ke aliran curug citiis.

Gunung guntur tidak seperti gunung –gunung di daerah tropis lainnya. Gunung ini justru terlihat tandus dan gersang. Jalurnya pun di dominasi oleh savanna dan batuan kerikil kecil sisa letusan.jarang kita menjumpai pohon besar sepanjang lintasan pendakian yang bisa kita gunakan untuk berteduh. Terutama pada lintasan sesudah melewati curug citiis. Medan yang tandus dan gersang membuat gunung guntur lebih dikenal karena cuacanya yang liar. Tekanan angin dan suhu udara yang panas, bahkan bisa di bilang ganas. Saya sendiri mendaki gunung ini pada bulan Juni 2008.

Untuk mendaki gunung guntur, kita bisa melalui jalur curug citiis, yang berada di kampung citiis, kecamatan Tarogong kaler, Kabupaten Garut. Jalur pendakian ini merupakan jalur terpendek dan termudah yang ditemukan oleh Frans Junghun. Jalur ini selain melewati air terjun atau curug citiis, anda juga akan melalui lokasi penambangan pasir citiis yang beroperasi sejak tahun 1960 an.

Untuk menuju kampung citiis, anda yang dari Jakarta bisa menumpang bus jurusan garut. Ada dua alternatif disini, anda bisa menumpang bus Jakarta – garut yang melewati tol cipularang, turun di terminal garut, lalu naik angkot jurusan cipanas, turun di gerbang kampung citiis, dengan waktu tempuh yang lebih singkat. Atau bisa juga naik bus jurusan garut via puncak, dan langsung turun di gerbang desa citiis. Tapi dengan waktu tempuh yang lumayan lebih panjang. Saya sendiri dengan tidak sengaja menumpang bus yang melewati daerah puncak, karena tadinya saya pikir bus itu akan melewati tol cipularang. Tapi ada untungnya juga, karena saya tidak usah lagi oper angkot, dan bisa langsung turun di citiis. Ongkosnya saat itu 35rb rupiah. Tapi mungkin jika anda mendaki beramai-ramai, soal ongkos mungkin masih bisa di negosiasi lagi dengan kenek bus. Saya sendiri karena saat itu melakukan pendakian seorang diri, jadi gak ada pilihan lain, selain menerima tarif yang di ajukan si kenek.

Dari gerbang desa citiis, anda bisa melanjutkan perjalanan menuju kampung citiis dengan menumpang ojek, atau bisa juga dengan berjalan kaki. Jaraknya tidak terlalu jauh, hanya sekitar 15 menit dengan menggunakan ojek. Tarifnya sekitar 10rb-an. Biasanya tukang ojek disana sudah biasa mengantar pendaki yang ingin mendaki gunung guntur. Ia akan mengantarkan kita ke rumah kepala desa terlebih dahulu untuk melakukan perizinan. Pada saat saya melakukan pendakian kesana (2008), kepala desanya dijabat oleh ibu Tati, sayang ketika saya kesana, ibu Tati sedak tidak berada dirumah, sehingga proses perizinan diwakili oleh Ibunda bu Tati, saya cukup menyerahkan fotokopi KTP dan uang retribusi pendakian seikhlasnya, biasanya berkisar antara 3rb hingga 5rb rupiah. Untuk menambah perbekalan pendakian, anda bisa sekalian membelinya disini, karena dirumah bu Tati juga terdapat warung kecil.

Setelah selesai mengurus perizinan, tukang ojek akan membawa kita melanjutkan perjalanan menuju lokasi penggalian pasir. Tapi sayang, pada saat saya melakukan pendakian, kondisi jalan sedang rusak parah. Sehingga terpaksa saya mengikhlaskan tukang ojek untuk menurunkan saya sebelum sampai ke lokasi yang sudah disepakati. Karena kasihan juga kalau motornya harus dipaksakan melewati jalan yang rusak. Bisa- bisa itu jadi hari terakhir dia ngojek karena motornya harus turun mesin dan patah rangka. Hahaha…… lebay ah…

Di sekitar lokasi penggalian pasir ini, terdapat jalan agak lebar yang biasa digunakan truk truk pasir untuk keluar masuk. Sebagian bercabang, jadi sebaiknya anda banyak bertanya pada penambang – penambang pasir arah yang menuju ke jalur pendakian. Sekitar 30 menit dari kampung citiis, anda akan menemui pipa saluran air di aliran sungai kecil disisi kanan anda. Pipa itu bisa anda jadikan patokan jalur pendakian anda. Ikuti alur pipa tersebut, melewati hutan yang rindang dan ladang – ladang penduduk sampai anda menjumpai curug citiis.

Curug Citiis

Suasana disekitar curug citiis begitu sejuk. Anda bisa mendirikan tenda dikawasan tersebut. Tempat itu bisa menampung kurang lebih 2 -3 tenda. Selain itu juga terdapat sebuah shelter kecil yang bisa anda gunakan untuk beristirahat. Anda bisa menambah persediaan air ditempat ini, karena setelah ini, anda akan kesulitan menemukan mata air di sepanjang jalur pendakian.

Selepas curug citiis, anda harus naik kearah padang savanna, bukan lagi jalur hutan seperti sebelumnya. Jadi aliran sungai haruslah berada di sisi kanan jalur pendakian anda. Disinilah tantangan dimulai, tanjakan terjal dan berbatu merupakan jalur yang akan anda lewati selepas kawasan air terjun. Saya sarankan agar anda menggunakan baju atau kaus berlengan panjang. Selain untuk melindungi dari sengatan sinar matahari, juga untuk melindungi kulit dari sayatan semak dan ilalang yang tumbuh disepanjang jalur pendakian. Kira – kira satu jam selepas air terjun citiis, anda akan menjumpai sebuah area yang cukup “teduh” dan dapat menampung sekitar 2 buah tenda. Anda bisa beristirahat disini atau melanjutkan perjalanan.

Tidak jauh berbeda dengan kondisi sebelumnya, medan yang akan anda lalui didominasi tumbuhan jenis ilalang dan semak dan pepohonan yang kering merangas tanpa daun. Tampak pula pepohonan yang batangnya hitam seperti habis terbakar. Dikanan kiri jalur anda akan melihat bekas aliran lava yang telah membeku. Medan pendakian semakin lama semakin menanjak dengan kemiringan berkisar antara 45 – 75 derajat. Jika anda mendaki di siang hari dengan teriknya sinar matahari, anda akan merasakan betapa panasnya berjalan di punggungan gunung Guntur ini.

Semakin mendekati puncak pertama, jalur yang akan anda lalui semakin terjal dan gersang. Medan yang kita lalui pun didominasi campuran antara tanah, pasir dan kerikil, sehingga jika kita tidak pintar – pintar memilih jalan anda akan mudah terperosok ke bawah karena jalur yang licin. Saya sendiri saat melewati jalur ini, sempat teringat jalur plawangan yang menuju puncak slamet, kondisi jalur yang licin dan curam, serta minim pegangan untuk menahan tubuh agar tak terperosok kebawah.

Mendekati puncak pertama, anda akan melalui sebuah pohon cemara yang cukup besar. Pohon ini sebenarnya sudah terlihat dari bawah, karena tidak ada lagi sesuatu yang menghalangi pandangan kita ke atas. Setelah melewati pohon ini, kira –kira 15 menit kemudian, anda akan menemui sebuah batu besar. Lalu 15 menit dari batu besar tersebut, anda akan tiba di puncak pertama. Total waktu untuk mencapai puncak pertama dari curug citiis adalah 2 – 2.5 jam. Tapi saya sendiri waktu itu membutuhkan waktu sampai 3,5 jam. Kebetulan saat itu saya lupa membawa persediaan air yang banyak, sehingga pergerakan saya jadi lebih lambat.

Puncak Pertama

Dipuncak pertama ini, ada lokasi yang terletak sebelum bibir kawah yang bisa anda jadikan tempat untuk mendirikan tenda. Tapi pastikan pasak tenda anda terpasang dengan kuat, karena dikhawatirkan ada angina yang sewaktu – waktu bertiup kuat. Kawah gunung guntur berada di sebelah kiri anda. Berhadapan dengan gunung cikuray yang terlihat menjulang tinggi. Dari puncak pertama ini anda dapat melihat pemandangan kota garut, areal pemukiman, persawahan, situ bagendit, komplek pemandian Cipanas dengan jelas. Puncak kedua juga terlihat dengan jelas beserta jalurnya.

Menuju puncak kedua, anda akan melintasi lembah yang jalurnya cukup landai, sebelum akhirnya menanjak kembali. Anda berjalan melipir punggungan kawah, kemudian belok kanan menanjak daerah terjal, dengan kemiringan sekitar 4 derajat. Punggungan yang anda lintasi berupa padang savanna yang cukup luas dengan pemandangan yang cukup indah. Medan terjal tersebut berupa tanahvulkanis yang hangat, gembur, licin, dan di beberapa tempat tanahnya lembek bila diinjak. Perjalanan dari puncak pertama menuju puncak kedua memerlukan waktu sekitar 30 menit.

Puncak Kedua

Seperti halnya puncak pertama, areal puncak kedua juga di dominasi padang savanna. Berada di antara puncak pertama dan puncak tertinggi gunung guntur. Padang savanna memisahkan kedua puncak tersebut dan menampakkan pemandangan yang sangat menarik. Beberapa jenis tanaman jenis cantigi yang tumbuh terbatas ikut menambah pesonanya. Gunung –gunung berhutan rimbun disisi gunung guntur dan dibatasi lembah serta jurang – jurang yang menganga dalam pun ikut menambah daya tarik disekitarnya. Di puncak ini terdapat seperangkat peralatan dan pagar kawat yang sudah rusak. Perlengkapan tersebut tampaknya bekas alat untuk memantau keadaan gunung guntur. Dari sini, puncak tertinggi gunung guntur terlihat dihadapan anda. Jalur menuju ke puncak tertinggi itupun terlihat dengan jelas.

Nah, setelah puas menikmati pemandangan dan melepas lelah di Puncak kedua, kawan2 bisa melanjutkan pendakian menuju puncak tertinggi gunung guntur. Dari puncak kedua ini, jalur yang akan anda lewati tidak jauh berbeda dengan jalur dari pucak pertama menuju puncak kedua. Kanan kirinya merupakan padang savanna yang luas. Beberapa tanaman termasuk jenis cantigi juga bisa anda temui disini. Setelah sedikit menurun, jalur yang anda lalui akan menanjak terjal dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Tidak sampai 40 menit dari puncak pertama, anda akan sampai di puncak tertunggi gunung guntur (2.249 mdpl)

Puncak Tertinggi

Area puncak gunung guntur cukup datar dan memiliki luas kira – kira 2 kali lapangan Voli. Disini terdapat seperangkat peralatan yang berfungsi untuk memantau aktivitas gunung api. Anda juga bisa melihat anggunnya Gunung Cikurai dengan sangat Jelas. Pemandangan dari puncak gunung guntur sangat menakjubkan, sehingga perjalanan berat melintasi medan yang sulit dan melelahkan seakan terbayar dengan keindahan yang anda saksikan. Bukannya mau lebay, ya emang susah di ungkapkan dengan kata2. saya nggak akan medeskripsikan seperti apa keindahan panorama yang bisa anda nikmati di puncak gunung guntur. Karena keindahan alam, memang tidak akan cukup didefinisikan dengan kata2. Yupz, anda harus lihat sendiri, nikmati, resapi, dan sadari, bahwa betapa kecilnya diri kita bila dibandingkan dengan ciptaan tuhan yang maha kuasa.

Dan yang terpenting, anda tidak akan tega menikmati alam ini untuk anda sendiri bukan..? anda tentu ingin anak cucu anda pada generasi yang akan hanya akan mendengar tentang indahnya bumi kita dari dongeng2 dan cerita2 usang pendahulunya. Karena itu, sebagai pendaki gunung, kita juga harus berlaku sebagai pencinta alam. Karena anda sadari atau tidak, tanah tempat kita berpijak, tanah Indonesia, dianugerahi kekayaan dan keindahan alam yang tak ternilai harganya. Yang akan rusak jika tidak kita jaga..

Salam Pendaki Indonesia.


Daftar Pustaka,
- Merbabu.com
- Mountain Climbing For Everybody, Harley Bayu Sastha


0 Cara Menghilangkan Tahi Lalat Dan Kutil

Bahan-Bahan :- Dahan jeruk nipis yang setengah kering ............................... Secukupnya- Minyak kayu putih ............................... SecukupnyaCara Pembuatan :- siapkan minyak kayu putih.- Bakarlah dahan jeruk nipis yang setengah kering tadi. (Pada bagian pangkal batang yang terbakar tersebut akan keluar getah/ cairan). Ambillah setah itu sebanyak yang anda inginkan.

0 Tips Cari Ongkos Naik Gunung

Udah pernah naik gunung?...
Hah… belom?
Yaudah gak usah baca, yang baca yang udah pernah naik gunung aja….
Hehehe… diseriusin aja ah… Lanjut Yuuk…..
Buat kawan – kawan yang hobi naik gunung, atau setidaknya yang udah pernah nyoba mendaki, pasti dah tau kan asiknya kayak gimana..?
Menikmati keindahan ciptaan tuhan dari ketinggian,setelah sebelumnya berjuang menaklukkan rasa takut, letih,lapar, dingin, putus asa, adalah kebanggan yang gak bisa dibayar pake kertas Koran…. Ya iyalah, kertas Koran mana laku.. aya – aya wae…
Tapi bener kok, kepuasan yang kita dapet gak bisa dibandingin peke apapun..
Bikin kita mauu… dan mauuu lagi.. yang udah pernah naek pasti setuju kan…
Yang belom pernah.. ANDA HARUS COBA!!!!..

Cuma masalahnya, dan ini selalu aja jadi masalah utama, naik gunung tuh butuh biaya..
Buat ongkos transportasi, buat beli peralatannya, emang sih kita bias minjem, tapi kan lebih enak kalo kita punya sendiri. Lagian kan kalo minjem mulu kan malu. Kalo nggak malu yaa… namanya Gak Tau D***…. Hehehe.. Kidding, Wollezz kang..
trus belom lagi buat beli perbekalan atau logistik.
Banyak dikitnya biaya yang diperlukan ya tergantung dari kitanya sendiri, kalo dana kita cekak, ya kita nyari transportasi yang murah2 aja.. jangan dana cekak terus kita naik yang eksekutive, bisa berangkat gak bisa pulang… hehehe..

Buat yang udah kerja, atau yang udah punya penghasilan sendiri sih, soal biaya masih bias di kondisikan. Tinggal nyisihin duit gaji tiap bulan, itu pun kalo masih ada sisa. Belom buat makan, bayar kontrakan, bayar kredit motor, bayar kasbonan bulan kemaren, bayar utang di warung sebelah.. abis donk.. 
Trus gimana buat sohib – sohib yang masih sekolah atau kuliah, yang uang jajannya masih mengandalkan kebaikan hati orang tua..?
mmmmm… gimana ya…? Tiba2 ada yang nyeletuk..

- Yang sok bijak “ Saya tau..!! ngumpulin lah.. hemat pangkal kaya choy..”
- Yang sekolah “ Mana bisa, dah abis buat malem mingguan, N nonton ma Bokin”
- Yang sok bijak “ Ya udah cari kerja aja..!!”
- Yang sekolah “ Kan sekolah, mana ada waktu sih, “
- Yang sok bijak “ Ya udah nggak usah naek gunung kalo nggak punya duit..!!!”
- Yang sekolah “ Kambing..!!! Ke laut aja loe..!!”
Akhirnya dateng pemuda tampan yang bijak beneran, katanya sih namanya catur… trus ngomong gini.. (yang ini serius..)
“ Eh.. eh.. gak perlu ribut – ribut gitu, saya punya solusinya.. begini, kalo kisanak pengen punya duit sendiri buat naek gunung, tapi gak punya waktu buat nyari kerja, kenapa gak coba cari tambahan duit di internet aja.. banyak kok caranya.. banyak juga yang udah nyobain, dan banyak juga yang berhasil. Soal waktu kita gak usah pikirin, kita bisa kerja dari rumah kalo dirumah udah bisa internetan, atau kalo gak ada internet dirumah, kita bisa juga dari warnet, lagian kan warnet sekarang kan dah murah – murah tuh. Cukup satu jam aja sehari.. dan asiknya lagi kita bisa libur kapanpun kita mau, jadi bisa kapanpun naik gunung.. hehehe..”
Yang dua orang tadi jadi penasaran tuh…
- Yang sok bijak : “Wah.. boleh juga tuh.. gimana caranya kisanak..?”
hehehe, rupanya yang sok bijak ini juga pengen banget naek gunung, tapi gak punya ongkos juga.. weleh –weleh.. pake sok nasehatin lagi nih orang.. aya – aya wae..
terus si pemuda tampan tadi ngelanjutin..
“ Ada banyak cara buat cari tambahan penghasilan lewat internet. Sekarang ini emang lagi marak macam – macam bisnis internet. Ada yang gratis, atau tanpa investasi, tapi ada juga yang mengharuskan kita menanam modal atau berinvestasi terlebih dahulu. Logikanya sih, yang pake modal biasanya lebih kongkrit.. atau lebih jelas keuntungannya gitu. Tapi semua kembali lagi pada yang ngejalanin. Karena usaha atau bisnis apapun, kalo kita ngejalaninnya dengan serius, tekun dan pantang putus asa, hasilnya juga InsyaAllah akan memuaskan. Bukan begitu bukan.?!!  ..

• yang gratisan ada yang namanya program PTC (Paid To Click). Disini anda anda akan mendapat bayaran hanya dengan mereview atau mengklik iklan. Tugas anda hanya perlu mengklik iklan yang ada di situs PTC tersebut dan mereviewnya selama beberapa detik (biasanya antara 20 – 30 detik ) setelah itu akan ada konfirmasi bahwa uang anda telah bertambah. Besarnya bayaran anda untuk setiap iklan yang anda review bergantung dati situs PTC yang bersangkutan. Biasanya berkisar antara Rp. 25,- s/d Rp. 150,- per iklan. Jumlah iklan yang bisa anda review pada setiap situs PTC pun bervariasi, antara 3 s/d 15 iklan. Untuk lebih jelasnya tentang PTC, silahkan klik disini

• selanjutnya ada yang dinamakan Paid To Share File. Program yang satu ini akan membayar anda untuk setiap file yang di download. Anda akan dibayar $0,001 per file yang di download. Jadi jika ada 1000 orang yang mendownload file anda, maka anda akan dibayar $1. anda cukup mengUpload sebuah file, lalu anda akan diberikan sebuah Link download. Nah, jika nanti ada yang mendownload file tersebut, anda akan mendapatkan uang. Sederhana bukan? Gampang dan sederhana, tapi kalau anda menjalaninya dengan serius dan sungguh – sungguh, saya yakin hasilnya tidak akan sesederhana prosesnya.  Silahkan klik disini untuk mendaftar.

Masih banyak lagi cara2 mendapatkan penghasilan tambahan internet. tapi yang jelas segala sesuatu tidak akan berjalan dengan baik tanpa adanya usaha dan kerja keras. Jangan cepat terpengaruh dengan promosi2 yang menggiurkan dari penyadia layanan bisnis di internet. mereka tidak bohong, apa yang mereka janjikan memang bisa anda raih. Tapi tentu saja tidak semudah membalikkan telapak tangan, dan sama sekali tidak otomatis. Kerja keras tetap diperlukan agar usaha anda bisa berjalan dengan baik dan menghasilkan keuntungan yang anda harapkan. Terus, Bisa naik gunung lagi deh.. berangkat…!!

Untuk model bisnis internet lainnya akan saya posting secepatnya..
Untuk sementara yang itu dulu ya..
Biar anda nggak bingung kalo kebanyakan..
Oke..?... oke..?.. woi…!!!!.. OK gak.?”

-Yang sok bijak dan yang sekolah “zzzzzzzzz…zzzzzz”
-Pemuda Tampan “KAMBING, !!!!!!.”


 

Bucu-Bucu Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates