Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tuhan. Tampilkan semua postingan

0 Toilet Buat Tuhan

Sepanjang sejarah hidup manusia telah berlalu orang-orang suci baik yang sengaja disucikan maupun yang memang suci dari sananya. Sebagai orang suci, mereka juga memiliki pengikut. Sebagai pengikut terkadang mereka cuma memperhatikan ajaran sang orang suci dan tidak memperhatikan kehidupan sehari-hari orang suci tersebut. Yang lebih aneh lagi, para manusia mudah dibohongi dengan kata-kata sehingga seseorang yang mengaku sebagai nabi gadungan pun dipercaya. Bahkan ada yang percaya mereka itu jelmaan Tuhan.

Lalu bagaimana agar kita tahu seseorang itu benar-benar orang suci?. Orang Suci biasanya tidak pernah mengatakan dirinya sebagai seorang yang suci.Dalam kesehariannya mereka berlaku seperti manusia biasanya yang butuh makan minum dan kegiatan lainnya. Yang membedakan cuma tingkat ketakwaan.

Kalau diibaratkan itu semisal ahli fisika dengan pesuruh. Ahli fisika semisal Einstein itu jago ilmu fisika tetapi mempunyai kebutuhan yang sama dengan pesuruh. Yang menjadi masalah adalah jika Ahli fisika itu punya pengikut dan pengikutnya merasa bahwa tuannya tidak memiliki kebutuhan yang sama dengan pesuruh. Orang-orang merasa tuannya menjadi manusia super yang hidupnya menjadi tidak manusia lagi. Tuannya telah menjadi sesuatu yang sempurna.

Jika kita pergi ke tempat-tepat yang dianggap suci, entah itu Wihara, Pura, Kelenteng, Gereja, Pesantren atau yang lainnya, maka kita bisa memastikan bahwa disitu adalah tempat orang-orang suci bermukim. Kita sering melupakan satu hal bahwa ditempat itu disediakan tempat khusus buat mereka, namanya Toilet.

Bisakah anda bayangkan bagaimana sikap orang-orang suci itu ketika berada di dalam Toilet?. Kira-kira bagaimana gaya mereka?. Apa yang mereka bayangkan saat di toilet?. Suara apa yang mereka keluarkan? Apakah Gaya mereka ketika di toilet sudah membawa mereka menjadi manusia yang sempurna bak Tuhan?.

0 Dapatkah Tuhan Menciptakan Tuhan?

Orang muslim percaya bahwa Allah Maha Kuasa, dan karena statement inilah orang Non Muslim bertanya apakah Allah bisa menciptakan Tuhan yang lebih kuasa dari Allah?. Diakui atau tidak terkadang bukan saja kesalahan itu terletak pada jawaban tetapi kadang juga pada pertanyaan.

Tetapi anggaplah pertanyaan “Bisakah Allah bisa menciptakan Tuhan yang lebih kuasa dari Allah” sebuah pertanyaan yang benar, karena memang segala sesuatu harus ditanyakan.

Untuk menjawabnya maka kita perlu rumus. Rumusnya yaitu kita harus tahu dulu pengertian Tuhan dalam Islam. Tuhan umat Islam mengatakan sebagai berikut :

AL-IKHLAS 112 : 1-4
[1] Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa (angka 1)
[2] Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu (angka 2)
[3] Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan (angka 3)
[4] dan tidak ada seorang (sesuatu) pun yang setara dengan Dia (angka 4)

Jadi konsep ketuhanan dalam Islam adalah : 1+2+3+4 = 10

Jadi Allah adalah angka 10. Sehingga jika ada yang bertanya seperti pertanyaan diatas, maka jawabannya akan selalu angka 10 karena inilah pengakuan dari Tuhan segala Tuhan yaitu Allah. Jadi apakah Allah bisa membuat Tuhan yang lebih kuasa dari Allah?. Jawabannya bisa tetapi hasilnya akan kembali ke angka 10.

BUKTI ANGKA 10 ADALAH ANGKA SEMPURNA : BACA DISINI 

0 Tuhan Dan Energi


Di dalam Al Quran banyak sekali ayat-ayat yang membahas tentang ketetapan Allah, diantaranya ayat-ayat dibawah ini :

Dan Allah akan mengokohkan yang benar dengan ketetapan-Nya, walaupun orang-orang yang berbuat dosa tidak menyukai(nya). (YUNUS ayat 82)

Dan mereka mendustakan (Nabi) dan mengikuti hawa nafsu mereka, sedang tiap-tiap urusan telah ada ketetapannya (AL QAMAR  ayat 3)

Allah tidak berawal dan berakhir, Allah adalah Tuhan yang Maha Kekal. Lalu apakah energi itu kekal?.

Hukum kekekalan energi :
Hukum Kekekalan Energi menyatakan bahwa energi tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan dan hanya dapat diubah dari bentuk satu ke bentuk yang lain.

Hukum diatas seolah olah berarti energi itu tidak berawal dan berakhir karena tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan. Padahal yang tidak dapat diciptakan dan dimusnahkan itu adalah Tuhan.

Dalam pandangan Islam segala sesuatu selain Allah berarti diciptakan. Lalu apakah Energi diciptakan?. Tentu jawabannya benar. Mengapa?. Karena energi itu timbul karena rumus tentunya :

1 Joule = 1 kg m2/s2 = 1 kg dikalikan kecepatan kuadrat.
1 joule = 1 newton meter (simbol: N.m).


Sedangkan Tuhan tidak ada rumusnya!

Sebuah pemisalan sederhana:
Ada sebuah bendungan dengan isi 5 ribu kubik, dengan air yang energinya seupama 500 ribu Joule (sok ahli fisika). Lalu dikeluarkan melalui Turbin sehingga menghasilkan 1000 joule lewat turbin. Jika energi cuma pindah tempat seharusnya energi potensial air di bendungan menjadi 499 ribu joule. Tetapi ketika air yang mengalir ke turbin dikumpulkan lagi ke bendungan (isi kembali 5 ribu kubik) tetep saja energi potensial air tetap 500 ribu joule. Dan bisa digunakan untuk menghasilkan energi lewat turbin lagi .

Dari penjelasan diatas jelas bahwa Air bendungan memiliki energi awal untuk menggerakkan dan akan tetap jumlahnya. Tetapi itu bukanlah kekekalan energi tetapi ketetapan energi. Maksudnya begini. Allah adalah kekekalan, semua yang ada adalah ciptaan Allah. Dalam menciptakan sesuatu Allah memberi ketetapan Energi pada masing-masing ciptaannya. Seperti energi manusia yang kadang kuat dan kadang lemah, dimana ada ketetapannya.

Jadi pada intinya kekekalan energi itu tidak ada, karena energi akan selalu berubah mengikuti perubahan keadaan disekelilingnya. Misalnya energi yang dibutuhkan pesawat ruang angkasa saat di bumi dan saat diruang angkasa tentu berbeda. Itu semua tergantung dari ketetapan Allah dimana faktor penentu sudah ditetapkan ukurannya. Misalnya saja soal kecepatan yang punya pengaruh besar pada energi tentu sudah ditetapkan Allah bahwa kecepatan di bumi dan di ruang angkasa memiliki ketetapan sendiri.

0 Probabilitas Keberadaan Tuhan

Artikel ini mungkin lebih cocok untuk para atheis. Para atheis berpendapat bahwa “TIDAK ADA TUHAN” sedangkan Islam berpendapat “TIDAK ADA TUHAN KECUALI ALLAH”. Jika diperhatikan sekilas kata-katanya ada yang mirip yaitu “tidak ada Tuhan” bedanya Islam menambahkan kata “kecuali Allah”.

Landasan yang dipakai oleh orang Islam itu sebenarnya lebih logis dan matematis daripada para atheis. Itu karena selalu ada probabilitas dalam hidup ini. Misalnya dalam permainan dadu atau koin mata uang. Dalam permainan koin mata uang misalnya, kemungkinan muncul gambar (ada Tuhan) atau angka (gak ada Tuhan) adalah 1/2. Jika koin dilempar dua kali maka peluang muncul gambar atau angka adalah 0.5 x 0.5 =0.25 (1/4) dan seterusnya. Atau dalam permainan dadu kemungkinan muncul angka 1 (ada Tuhan) dalam sekali lemparan adalah 1/6 (anggap saja 5 angka lainnya sebagai “tidak ada Tuhan”). Jika dadu dilempar 2 kali maka kemungkinan muncul angka 1 adalah 1/6 x 1/6 = 1/36.

Jadi bagaimanapun selalu ada hasil dari sebuah pemikiran tentang Tuhan. Apakah Tuhan ada atau tidak ada?. Tuhan bisa ada dan Tuhan bisa tidak ada. Tetapi dari 2 permainan diatas dapat kita tarik kesimpulan bahwa pasti ada Tuhan. Karena kalau tidak ada, siapakah kita?. Siapakah yang membuat alam semesta?. Apakah segala sesuatu ada hanya kebetulan?. Jika kebetulan, apakah ketika anda lapar anda diam saja dan tiba-tiba makanan ada di depan anda?.


Bagi anda yang ragu akan keberadaan Tuhan maka meyakini Tuhan itu ada lebih baik dan berguna daripada tidak meyakini Tuhan itu ada. Logikanya adalah sebagai berikut :

ANDAIKAN MEMANG ADA TUHAN
-Meyakini masuk Surga
-Tidak meyakini masuk Neraka

ANDAIKAN MEMANG TIDAK ADA TUHAN
-Meyakini maupun tak meyakini sama-sama hasilnya.

0 Tuhan Allah dan Tuhan Manusia

Artikel ini untuk lebih bisa memahami Alkitab Injil yang penuh filosofi dimana karena kekurang tahuan tentang filosofi itulah kaum Kristen sering salah memahami isi Alkitab. Karena Alkitab Injil itu aslinya dari bahasa Aram, yang kemudian menjadi bahasa Yahudi, akhirnya jadi Yunani. Nah seharusnya kita memahami dari bahasa Aram (aslinya), tapi Alkitab Injil yang beredar sekarang kebanyakan di tafsirkan atau diterjemahkan dari bahasa Yunani. Dari sini kita akan paham misteri jati diri Yesus.

Di luar sana aku yakin anda pernah mendengar mengenai tuhan (memakai t-kecil) dan Tuhan (memakai t-besar). Manusia adalah tuhan dan Allah adalah Tuhan, dan mungkin anda tidak setuju. Tetapi setelah membaca artikel dibawah semoga anda setuju.

Tahukah anda bahwa manusia itu adalah tuhan (mamakai t-kecil/tuhan kecil). Karena manusia bisa menciptakan sesuatu dalam batasnya. Sedangkan Allah adalah Tuhan (memakai t-besar/Tuhan besar). Karena Allah-lah yang menciptakan semua yang ada di alam raya, termasuk manusia. Selain manusia, tuhan juga termasuk Malaikat dan Iblis. Semua tuhan ini (tuhan kecil) mempunyai kemampuan yang secara sifat juga dimiliki oleh Tuhan (Allah). Misalnya sebatas penyayang atau pengasih tetapi tidak Maha Penyayang atau Maha Pengasih. Juga bisa menciptakan sesuatu tetapi tidak Maha menciptakan.
 
Dari semua tuhan kecil, manusialah yang paling sempurna. Mengapa?. Karena manusia dengan segala keterbatasannya bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa. Itulah mengapa Iblis cemburu ketika Allah akan menciptakan manusia. Dan sebagai konsekuensinya Iblis menggoda Adam dan Hawa untuk memakan buah Khuldi. Dan usaha Iblis berhasil. Adam dan Hawa akhirnya keluar dari surga untuk tinggal di bumi sampai waktu yang ditentukan Allah. Karena alasan inilah orang Yahudi menyebut diri mereka anak Tuhan. Hal ini dapat kita lihat dalam Injil perjanjian Lama. Misalnya dalam ayat berikut ini :
  1. Anak Kenan, anak Enosh, anak Seth, anak Adam, Anak Allah (Lukas 3:38)
  2. ….Bahwa Israil itulah anakku laki-laki, yaitu anakku yang sulung (Keluaran 4:22)
Manusia sebagai tuhan kecil sengaja diciptakan sebagai kalifah di alam semesta dan untuk mengetahui bahwa ada Tuhan Besar (Allah) di alam semesta ini.

Dari pemahaman diatas kita bisa memahami salah satu ayat di Alkitab Injil yang sering menjadi polemik dan salah pemahaman bagi Kaum Kristen. Ayat yang di maksud adalah Yohanes 1 :1.
Yohanes 1:1 "Pada mulanya adalah Firman, Firman bersama dengan Tuhan, dan Firman itulah  Tuhan 
 
John 1:1  "In the beginning was Word, and the Word was with God, and the Word was god”.

Berhubung Alkitab Injil  yang asli sudah tidak ada, maka secara penterjemahannya kadang tidak sama.Coba perhatikan ayat diatas (yang berbahasa Inggris) , ada dua kata God disana. Bedanya yang pertama huruf besar “G” dan yang kedua huruf kecil “g”. Mengapa?. Karena dalam kaidah bahasa Yunani kata God dalam And the word was with God adalah HO-THEOS yang berarti THE GOD (ALLAH-Tuhan). Sedangkan kata god pada kalimat “and the word was  god” adalah Ton-theos yang berarti a god (sifat ketuhanan-tuhan)

Pada catatan kaki Al-Kitab  “The New Testament of  The New American Bible” 1970 hal 203 dikatakan bahwa Yohanes 1: 1-18 sebagai karya bebas yang dipakai sebagai intro Injil Yohanes. Dan khususnya Yohanes 1:1 diperkirakan merupakan plagiat dari filsafat Plato, dimana hal ini diperkuat oleh Argument Bapa Gereja “Saint Agustine” dalam bukunya “The confession of  Saint Agustine”.
 
 

Bucu-Bucu Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates