0 Untung Tidak Terinjak

Suatu hari Pak Pandir melalui satu lorong yang remang-remang sewaktu hendak pulang ke rumahnye. Di tengah perjalanannye tadi dia hampir menginjak kotoran manusia yang masih panas.

Tapi dia masih ragu betul gak benda yang dia liat tu kotoran. Oleh karena penasaran, pak pandir ambil keputusan untuk mengamati kotoran itu lebih dekat, lalu dia berkata, "Bentuk mirip taik."

Terus tu dia pegang kotoran itu, lalu dia berkata, "lembek...mirip taik."

Terus dia colek sedikit kotoran itu lalu dia endus, lalu dia berkata,

"Bau mirip taik."

Tapi pak pandir ini masih ragu-ragu, dia pun mengambil keputusan untuk menjilat sedikit kotoran tersebut.

Begitu selesai menjilat taik itu dia pun menjerit... "MEMANG TAIK! UNTUNG GAK TERINJAK!!!"

Beli Mangga yang Tidak Manis

Pada suatu hari ada seorang pembeli yang sedang tawar-menawar dengan seorang pedagang buah jeruk.

Pembeli : "Bang, berapa jeruknya sekilo?"
Pedagang : "Rp.7500 mas!"
Pembeli : "Buseet, mahal amat... Rp.5000 aja dah!?"
Pedagang : "Kagak bisa mas, harganya udah pas!"
Pembeli : "Kalo enggak manis, gimana bang?"
Pedagang : "Kalo gak manis, enggak usah bayar!"
Pembeli : "Ya udah, kalo gitu yang enggak manis aja 10 kilo!"
Pedagang : "#$%@%&%????..."

0 Dijewer Supaya Tidak Nakal

Dalam suatu apel pagi, seorang komandan sedang mengetes anak buahnya dengan mengajukan pertanyaan-pertanyaan :

Komandan : "Apa yang kamu lakukan jika kamu berhadapan dengan musuh dalam jumlah yang sangat besar?!!"

Anak buah : "Langsung saya serang pak!!!!"

Komandan : "Salah! Kamu harus melaporkan pada pasukanmu supaya dapat menyerang bersama-sama. Lalu bagaimana jika kamu berhadapan dengan seekor babi hutan yang jinak?!"

Anak buah : "Saya melaporkan pada pasukan saya supaya dapat menyerang bersama-sama pak!"

Komandan : "Salah! Kamu harus men-jewer kupingnya supaya tidak nakal!, Lalu apa yang kamu lakukan jika berhadapan dengan saya?"

Anak buah : "Langsung saya jewer kupingnya pak, biar tidak nakal!!"

Komandan : "??"

Gampil si Pelupa Bawa Helm, SIM, STNK

Dua minggu yang lalu Gampil distop Pulisi

Pulisi : "Saudara tau kenapa saya stop?"
Gampil : "Sumpah pak, saya gak tau..."
Pulisi : "Mustinya anda pake helm, bukan pake selendang... Untuk itu anda saya tilang..."
Gampil : "Apa gak bisa damai pak? bukankah damai itu indah?"
Pulisi : "Enggak ah... anda tetap saya tilang..."

Tiga hari kemudian Gampil di stop lagi oleh Pulisi yg sama...

Gampil : "Ada apa lagi pak? saya skarang udah pake helm..."
Pulisi : "Saya cuma iseng pengen periksa... coba tunjunkan surat surat..."

(Setelah memeriksa, Pulisi senyum girang...)

Pulisi : "Tuh kan bener filing saya, anda gak bawa SIM, harus ditilang"
Gampil : "Apa gak bisa damai pak ? bukankah damai itu indah?"
Pulisi : "Ogah ah... anda tetap saya tilang..."

Tiga hari berikutnya, lagi lagi Gampil di stop oleh Pulisi yg sama...

Gampil : "Silahkan periksa pak... saya dah pake helm, dah bawa SIM... bapak akan kecewa..."

(setelah memeriksa, Pulisi lagi lagi senyum girang...)

Pulisi : "Tuh kan bener filing saya, anda gak bawa STNK, harus di tilang"
Gampil : "Apa gak bisa damai pak? bukankah damai itu indah?"
Pulisi : "Gak usah yah... anda tetap saya tilang..."

Tiga hari kemudian lagi, Gampil masih juga di stop oleh Pulisi yg sama...

Sambil joged girang Gampil ngeledek Pulisi
Gampil : "Silahkan periksa pak... saya dah pake helm, dah bawa SIM...dah bawa STNK... bapak tentu akan stress dan kecewa..."

Pulisi : "Saya tau itu... Tapi yg saya gak abis pikir... Kenapa anda tidak mengendarai motor...?"

0 Tanda Tangan Teks Proklamasi

Ucok sepulang dari sekolah, nangis. Bapaknya heran dan bertanya-tanya apa gerangan penyebabnya :

Bapak : "Kenapa kau Cok?? Aku liat wajah kau kuzut kali..."
Ucok : "Aku diusir Bu Guru Pak..."
Bapak : "Woalaah! Kenapa??"
Ucok : "Bu Guru kan nanya.. siapa yang tandatangan teks proklamasi?"
Bapak : "Lantas kau jawab apa?"
Ucok : "Bukan aku Bu... Sumpah! Bukan aku, Bu!!"
Bapak : "Ah, zaalah kaulah itu! Ngaku aja kau, apa zalahnya.. Zekarang masuk sekolah zusah nak."
Ucok : "Iya.. ya Pak yaaa!"
Esoknya si Ucok pulang cepat.. dengan tampang yang lebih kusut lagi..
Bapak : "Macam manaa Cok??"
Ucok : "Aku diskors Pak.. 3 hari.. gara-gara aku ikuti omongan Bapak."
Bapak : "Hayoo... kita balek ke sekolah kau itu. Aku kaazi tahu Bu Guru kau yang zeebenarnya."

Di Sekolah
Bu Guru : "Wah.. selamat pagi Pak Ucok, ada perlu apa nih?"
Bapak (bicara pelan) : "Begini Bu Guru... aku kasih tahu Bu Guru tentang teks proklamasi itu.."
Bu Guru (bengong) : "Yah.. kenapa Pak Ucok??"
Bapak : "Sebenarnya Bu Guru rada salah juga. Masak si Ucok yang ditanya? Kan waktu itu dia belum lahir Bu?"
Bu Guru (makin bengong) : "Trus?"
Bapak : "Begini lho Bu, ini terus terang lho Bu.. Yang bener... yang tanda tangan teks Proklamasi itu... aku.. Bu.."
Bu Guru : "Yaa ampun.. Pulang! Bapak pulang aja deh!!"

Di Jalan
Bapak : "Macam mana ini Cok, kau nggak ngaku... zalah. Kau ngaku zalah pulak! Aku yang ngaku, zalah zuga....Puuzing kepala aku."
Tiba tiba mereka ketemu pak RT,
Pak RT : "Wah.. ada apa Pak Ucok sama anak ini. Kok kusut banget wajahnya. Onok opo to? Kepiyee critane?"
Maka Pak Ucok pun mulai cerita sejak awal sampai mereka diusir Bu Guru... Pak RT langsung ketawa ngakak.
Pak RT : "Ha... Ha... Itu bukan masalah besar pak Ucok... Mana... mana teksnya? Biar saya yang tandatangan."

0 Prinsip Kerja Sama yang Menguntungkan Salah Satu Pihak

Ada 2 anak tikus kecil yang bersahabat, sebut saja mereka Titi & Kuskus. Pada suatu hari Titi pergi keluar rumah, ditengah jalan ketemulah Titi dengan Kuskus. Titi bertanya pada Kuskus,

"Bagaimana hasil mencuri makanan hari ini Kus?".
"Lumayan lah.. kamu gimana Ti?".
"Saya baru keluar dari rumah sebelah, tempatnya banyak makanannya tapi Meongnya galak, gimana kalau kita kerja sama Kus?".

Ajakan Titi disetujui oleh Kuskus dan Titi memberitahu Kuskus tentang strategi untuk masuk ke rumah tersebut. Kata Titi,

"Sebelum masuk kita susun strategi, kamu ajak si Meong main kucing-kucingan, terus saya yang bagian beresin dapur.. nanti hasilnya kita bagi dua kalau kamu masih hidup.. OK!".

Tua-Tua Keladi Menggoda Perempuan

Seorang lelaki berusia 50-an tahun merasa kalau dirinya masih bisa menaklukkan cewek-cewek muda. Ia kemudian mencoba menggoda seorang pelayan cewek yang datang ke mejanya.

"Hai cantik, kemana saja kamu selama ini? Aku sudah menantikan seseorang seperti dirimu seumur hidupku!" kata si lelaki melancarkan rayuan gombalnya.

"Tentu saja Bapak baru ketemu saya sekarang," jawab si pelayan sambil tetap tersenyum manis, "Soalnya dalam 30 tahun pertama hidup Bapak, saya belum lahir!"

0 Tragedi Buah Apel

Seorang guru wanita sedang mengajar murid-muridnya di hari pertama masuk sekolah. Diatas papan tulis ia mencoba menggambar buah apel, lalu sambil membalikkan badannya ia bertanya kepada para murid:

"Gambar apa ini ?"

Tak ayal para murid secara serentak berseru: "Pantat!"

Mendengar jawaban tersebut, guru tersebut menangis sambil setengah berlari mencari kepala sekolah untuk mengadukan perilaku murid-muridnya.

Melihat tangisan sang guru wanita tersebut, kepala sekolah tanpa menanyakan alasannya, langsung saja menerjang masuk ke ruang kelas, lalu dengan emosi ia memarahi semua murid:

"Kalian sungguh berani-beraninya mempermainkan seorang guru! Apa yang kalian lakukan terhadapnya ?!"

Sesaat ruang kelas menjadi senyap, semua murid jadi bengong, sang kepala sekolah kemudian menoleh ke arah papan tulis, ia semakin marah ketika melihat apa yang tergambar di papan tulis:

"Ini sudah keterlaluan, kalian bahkan berani menggambar pantat di papan tulis!" Mendengar ini sang guru wanita langsung pingsan

Bawahan Dikit Kek

3 orang Wisatawan dari Amerika, Hawaii, dan Indonesia sedang berbincang-bincang mengenai kelebihan negaranya masing-masing.
Wisatawan Hawaii berkata,"Di negaraku ada pohon kelapa yang tingginya selangit." Lalu wisatawan Indonesia dan Amerika berkata,"Ah, nggak mungkin."
Wisatawan Hawaii lalu berkata,"Ya, bawahan dikit deh."

Wisatawan Amerika nggak mau kalah dan berkata:"Di negaraku ada pesawat terbang yang bisa mencapai langit ke tujuh." Wisatawan Indonesia dan Hawaii tidak percaya dan berkata"itu sih nggak mungkin." Wisatawan Amerika berkata " Ya, bawahan dikit deh.

Wisatawan Indonesia pun nggak mau kalah dan bercerita,

"Di negaraku ada yang bisa buang air kecil lewat pusar lho."
Wisatawan lain tidak percaya,"Ah, masa iya, nggak mungkin."

Wisatawan Indonesia berkata sama dengan wisatawan lain, "Ya, bawahan dikit deh."

0 Penyakit Lupa yang Lumayan Fatal

Pada suatu hari seorang ayah sedang mengantar anaknya ke sekolah. Ditengah perjalanan, sang ayah bertanya pada anaknya.

Ayah : "Nak, apa kamu sudah cek kalo peralatan sekolah kamu sudah lengkap?"

Anak : "Sudah pak, semuanya telah saya masukkan kedalam tas!"

Ayah : "Apa kamu sudah membuat PR?"

Anak : "Sudah pak, semuanya telah saya siapkan didalam tas!"

Ayah : "Bagus, itu baru anak ayah..!"

Sesampainya di sekolah, sang ayah kembali bertanya pada anaknya.

Ayah : "Lho nak.. Mana tas kamu??"

Anak : "Tas saya ketinggalan dirumah pak..."

Membalas Budi Dengan Mengawini Anaknya

Seorang Pria ingin membalas budi pada seorang petani yang telah menolongnya. Namun dia bingung karena sang petani ini memiliki tiga orang anak yang semuannya perempuan. Dengan kekuasaannya, Ia memutuskan mengencani mereka, untuk mencari yang terbaik diantara ketiga anak petani tersebut.

Hari pertama, Ia pergi dengan anak pertama dan kepada Petani itu Ia menyampaikan," Anak pertama bapak memiliki satu cacat kecil, yaitu jempol kaki kirinya lebih kecil dari jempol kanan."

Hari Kedua, Ia pergi dengan anak kedua dan ketika pulang dia berkata, "Anak kedua bapak juga punya cacat yang sebenarnya sangat kecil yaitu agak juling."

Hari Ketiga, Ia pergi dengan anak ketiga dan sangat gembira dan merasa cocok, "Inilah yang saya cari-cari. Ia benar-benar sempurna."

Lalu menikahlah Pria ini dengan anak ketiga Petani tersebut. Dan pada bulan ke delapan Ia dikaruniai seorang anak. Dengan penuh kebahagian, si Lelaki menyaksikan kelahiran anak pertamanya.

Ketika sang anak lahir, Ia begitu kaget dan kecewa karena anaknya sangatlah jelek. Ia menemui bapak Petani dan bertanya, "Kenapa bisa terjadi seperti ini Pak. Anak bapak cantik dan saya Tampan, Kenapa anak saya bisa sejelek itu..?"

Petani menjawab, "Ia mempunyai satu cacat kecil yang tidak kelihatan. Waktu itu Ia sudah hamil duluan....."

0 Kebiasaan Baca Koran

Hari ini saya baca di koran, bahwa bahaya merokok bisa menyebabkan kanker, mandul, dan gangguan janin, saya langsung berhenti merokok ...

Besoknya lagi saya baca di koran yang sama bahwa bahaya narkoba bisa membunuh dan di penjara, akhirnya saya langsung berhenti memakai narkoba.

Besoknya lagi saya baca di koran yang sama bahwa bahaya miras bisa memabukkan, lupa diri dan dilarang agama, saya langsung berhenti menggunakan minuman keras ...

Eh ...
Besoknya lagi saya baca di koran yang sama bahwa bahaya SEX bisa menyebabkan tertularnya virus, setelah saya baca bahaya itu, saya langsung berhenti BACA KORAN ...

Berhenti Bekerja Karena Pambuktian

"Kenapa kamu berhenti dari pekerjaan terakhirmu?"

"Boss saya menuduh saya mencuri uang perusahaan."

"Kenapa tidak kau suruh dia membuktikannya?"

"Sudah. Ternyata dia bisa."

Takut Melihat Anaknya Kejatuhan Buah Kelapa

"Waktu anakmu kejatuhan buah kelapa, kenapa kamu tidak menolongnya?"

"Aku takut."

"Takut apa?"

"Takut turun dari pohon kelapa yang aku panjat."

0 Abunawas Menjadi Penjahit

Ketika masih muda, Abu Nawas pernah bekerja di sebuah toko jahit.

Suatu hari majikannya datang membawa satu kendi madu dan karena kuatir madu tersebut diminum oleh Abu Nawas, maka majikannya berbohong dengan berkata, "Abu, kendi ini berisi racun dan aku tidak mau kamu mati karena meminumnya!!!"

Sang majikan pun pergi keluar, pada saat itu Abu Nawas menjual sepotong pakaian, kemudian menggunakan uangnya untuk membeli roti dan menghabiskan madu itu dengan rotinya.

Majikannya pun datang dan sadar bahwa pakaian yang dijualnya ternyata kurang satu sedangkan madu dalam kendi juga telah habis. Bertanya dia pada Abu Nawas, "Abu!!! Apa sebenarnya yang telah terjadi..?".

Abu Nawas menjawab, "Maaf tuan, tadi ada seorang pencuri yang mencuri pakaian tuan, lalu karena aku takut akan dimarahi tuan, jadi aku putuskan untuk bunuh diri saja menggunakan racun dalam kendi itu...".

Keputusan Bodoh Seorang Dokter

“Nyonya.. emm.. sebelum ke sini, anda dirawat dokter lain, kan?”

“Iya, betul sekali dokter..”

“Sungguh dokter bodoh, ia tak mampu menyembuhkan penyakit anda. Lalu, keputusan bodoh apa yang ia katakan kepada anda?”

“Menemui anda...”
 

Bucu-Bucu Copyright © 2011 - |- Template created by O Pregador - |- Powered by Blogger Templates