Mammoth yang ditemukan tersebut berusia 4 tahun saat meninggal, dan ditemukan 10.000 tahun kemudian di Ust-Yansky yang masih termasuk dalam wilayah Yakutia, bagian terpencil dari Siberia. Mata, bantalan kaki, bahkan organ dalam dari bayi mammoth itu masih utuh. Tak heran jika para peneliti menganggap penemuan ini sebagai penemuan besar dan sebuah harta karun tentang informasi masa lalu, tidak hanya hewan ini sendiri, tetapi juga manusia gua yang hidup pada zaman es.
Bantalan kaki yang sempurna
Hal yang luar biasa adalah, pada bayi mammoth yang dinamai Yuka ini, ditemukan bekas luka berbentuk potongan memanjang dari kepala hingga bagian tengah punggungnya. Dan beberapa bagian yang tidak ada antara lain, tengkorak, tulang belakang, tulang rusuk, dan tulang panggulnya. Jika dilihat dari pola bekas luka yang tidak biasa, seperti dibuat dengan menggunakan alat yang memiliki gerigi kecil untuk memotong, sepertinya Yuka adalah korban dari manusia gua yang hidup pada zaman itu.Profesor Alice Roberts dari Universitas Birmingham mengatakan “Ini seperti kembali ke masa lalu. Karena hewan ini terlihat seperti baru saja mati. Ia terlihat begitu segar, hampir hidup, dan tentu saja ini adalah momen yang sangat berhaarga. Para ilmuwan bisa membedah Yuka atau menggunakan pemindaian inframerah untuk melihat organ dalam dan memahami bagaimana mammoth berhasil beradaptasi dengan kondisi yang berat pada zaman es. Dengan menggunakan jaringan tubuh utuh, yang biasanya hilang, mereka juga dapat menggunakan teknologi terbaru untuk menganalisis genom, bahkan meningkatkan kemungkinan kloning. sumber
